
Polres Kobar – Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa, S.I.K., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kobar melakukan penjemputan jenazah Prof. Dr. Birute Mary Galdikas, ahli primatologi dunia yang dikenal sebagai “Ibu Orangutan”. Senin (13/04/2026) sore.
Penjemputan jenazah ini dilakukan di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.
Prof. Dr. Birute Mary Galdikas wafat pada usia 79 tahun di Los Angeles pada 24 Maret 2026. Ia merupakan konservasionis asal Kanada yang mendedikasikan lebih dari 50 tahun hidupnya untuk meneliti dan melindungi orangutan Kalimantan, khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Ibu Orangutan ini diakui sebagai salah satu otoritas terkemuka di dunia dalam penelitian orangutan. Sejak memulai studi lapangan pada tahun 1971, ia secara signifikan meningkatkan pengetahuan ilmiah tentang orangutan. Salah satu warisan terbesarnya adalah mendirikan Camp Leakey di Taman Nasional Tanjung Puting. Di kamp penelitian tersebut, ia bekerja keras merehabilitasi orangutan hasil sitaan dari penangkaran ilegal untuk dikembalikan ke habitat aslinya.
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa, S.I.K. menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya sosok yang berjasa besar bagi konservasi di Kalimantan Tengah.
”Prof. Birute Galdikas adalah legenda. Julukan ‘Ibu Orangutan’ melekat karena pengabdiannya luar biasa. Beliau bukan hanya meneliti, tapi benar-benar hidup bersama dan melindungi orangutan. Taman Nasional Tanjung Puting dan Kobar kehilangan sosok panutan konservasi dunia,” ungkap AKBP Theodorus
Penjemputan jenazah oleh Kapolres bersama Forkopimda Kobar ini merupakan bentuk penghormatan terakhir dari pemerintah daerah atas dedikasi dan kontribusi Prof. Galdikas selama puluhan tahun bagi kelestarian orangutan dan hutan Kalimantan. Kehadiran Forkopimda menunjukkan bahwa jasa beliau diakui sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas Kotawaringin Barat sebagai jantung konservasi orangutan.
Prof. Dr. Birute Mary Galdikas meninggalkan warisan besar bagi dunia ilmu pengetahuan dan konservasi primata. Namanya akan selalu dikenang sebagai ilmuwan yang menjadikan Tanjung Puting pusat penelitian orangutan paling penting di dunia.