Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dorong Integritas Pejabat, The President Center Hadiahkan Buku “Etika Pemimpin” ke Fadli Zon

POLSEK MANTANGAI RUTIN BERIKAN IMBAUAN STOP HOAX, PORNOGRAFI, UJARAN KEBENCIAN DAN SARA KEPADA MASYARAKAT KECAMATAN MANTANGAI

POLSEK MANTANGAI LAKSANAKAN SOSIALISASI KARHUTLA KEPADA MASYARAKAT KECAMATAN MANTANGAI

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Daerah»Rawat Memori Bangsa, Kementerian Kebudayaan Gelar Sayembara Film Kepahlawanan
Daerah

Rawat Memori Bangsa, Kementerian Kebudayaan Gelar Sayembara Film Kepahlawanan

yadiBy yadi10 Juli 2026 4:56 PM082 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Kementerian Kebudayaan RI resmi meluncurkan Program Film Narasi Kepahlawanan Produksi Indonesia 2026 sebagai upaya mendorong lahirnya film-film bertema sejarah yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1950. Program ini diharapkan menjadi ruang bagi sineas untuk menghadirkan kembali kisah-kisah perjuangan bangsa melalui bahasa sinema yang relevan bagi generasi masa kini.

Mengusung tema “Menyulam Ingatan, Merawat Kebangsaan: Menghidupkan Peristiwa Sejarah 1945–1950 dalam Sinema Kontemporer”, program ini menegaskan komitmen pemerintah memperkuat memori kolektif bangsa melalui karya film yang tidak hanya unggul secara artistik, tetapi juga memiliki pijakan sejarah yang kuat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan film merupakan media budaya yang efektif untuk menghidupkan kembali sejarah sekaligus menanamkan nilai perjuangan, persatuan, pengorbanan, dan kemanusiaan kepada masyarakat. Menurutnya, banyak kisah penting pada masa awal kemerdekaan yang belum banyak diangkat ke layar lebar, mulai dari perjuangan diplomasi, ekonomi, pers, hingga gerakan seni dan kebudayaan.

“Film adalah produk budaya yang memiliki platform yang sangat baik untuk menghadirkan sejarah sekaligus menjadi media edukasi yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Fadli.

Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menjelaskan program ini tidak sekadar memberikan dukungan produksi, tetapi juga membangun kolaborasi antara sineas, akademisi, sejarawan, arsiparis, penulis skenario, produser, hingga sutradara. Seluruh proposal akan melalui proses seleksi yang mencakup penilaian administrasi, pitching, pengembangan proyek, pendampingan, hingga monitoring produksi.

Sayembara terbuka bagi rumah produksi, perusahaan perfilman, komunitas film, maupun sineas Indonesia yang memiliki rekam jejak di bidang perfilman. Peserta terpilih akan memperoleh bantuan pendanaan sekaligus pendampingan penyempurnaan skenario dan konsultasi bersama para ahli sejarah serta profesional perfilman.

Program dibagi menjadi dua kategori, yakni Film Panjang berdurasi minimal 75 menit dan Film Pendek berdurasi 15–30 menit. Untuk kategori film pendek, tema cerita diarahkan pada sejumlah peristiwa penting seperti Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya 10 November, Agresi Militer Belanda, Gerilya Jenderal Soedirman, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), hingga perjuangan diplomasi dan ekonomi pada masa awal republik.

Pendaftaran dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Melalui program ini, Kementerian Kebudayaan berharap lahir karya-karya sinema yang mampu menghidupkan kembali narasi kepahlawanan Indonesia secara inspiratif, relevan, dan tetap berpijak pada fakta sejarah, sekaligus memperkuat ekosistem perfilman nasional sebagai bagian dari pelestarian memori kolektif bangsa.

#BudayaIndonesia #FadliZon #FilmKepahlawanan #FilmNasional #GenerasiMuda #KementerianKebudayaan #SejarahIndonesia #SinemaIndonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePOLSEK KAPUAS HULU REMBUK STUNTING DAN MUSYAWARAH DESA PENYUSUN RKPDES TAHUN 2027
Next Article Sorotan: Bencana Kekeringan: Kenapa Terus Terjadi, Apa Penyebab Utamanya, dan Solusi Nyatanya?
yadi

Related Posts

Dorong Integritas Pejabat, The President Center Hadiahkan Buku “Etika Pemimpin” ke Fadli Zon

10 Juli 2026 6:44 PM

Ahli Waris Minta Rumah Thomas Matulessy Dijadikan Museum ke Menteri Kebudayaan

10 Juli 2026 10:55 AM

MUSDALUB III DPD AWPI DKI Jakarta Sukses Tetapkan Kepengurusan Periode 2026–2031

9 Juli 2026 11:42 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.