28
April
2026
Selasa - : WIB

Sambut Waisak 2026, Vihara Buddha SakyamuniBali Bersihkan Patung Buddha Rupang dan SPD

ranugito
April 28, 2026 1:28 pm pada TERKINI

Sambut Waisak 2026, Vihara Buddha Sakyamuni Bali Bersihkan Patung Buddha Rupang dan SPD

 

 

Analisnews.co.id – DENPASAR | Vihara Buddha Sakyamuni Bali memulai rangkaian kegiatan menyambut Hari Trisuci Waisak 2570 BE/2026 dengan pembersihan patung Buddha Rupang dan seluruh areal vihara, Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian spiritual sepanjang bulan Mei 2026.

Pembersihan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai simbol penyucian batin bagi umat Buddha sebelum memasuki momen suci Waisak.

Kegiatan ini melibatkan umat, Bhikkhu Sangha, Majelis Agama Buddha, Forum Ibu-Ibu Buddhis, Patria, serta pengurus vihara.

Wakil Ketua Karakasabha Vihara Buddha Sakyamuni Bali, Dwi Kangge Cahya Dinata, menjelaskan bahwa kegiatan ini sarat makna spiritual.

“Itu pembersihan patung Buddha Rupang sebagai simbol untuk membersihkan hal-hal yang berada diluar. Jadi, kita membersihkan areal vihara, mulai dari Buddha Rupang, altar, Dhamma Sala dan seluruh areal vihara,” terangnya.

Cahya Dinata menegaskan bahwa proses pembersihan juga menjadi refleksi untuk membersihkan batin umat.

Mahajata dan SPD Jadi Agenda Utama Menjelang Waisak

Setelah kegiatan pembersihan, rangkaian akan dilanjutkan dengan Mahajata pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 16.30 WITA. Mahajata merupakan perayaan Hari Ulang Tahun Vihara Buddha Sakyamuni Bali yang digelar setiap tahun menjelang Waisak.

“Jadi, Mahajata ini sebagai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Vihara Buddha Sakyamuni Bali yang diperingati tiap satu bulan sebelum Waisak,” kata Cahya Dinata.

Kegiatan ini juga menjadi pembuka Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) ke-28, program tahunan yang berfokus pada pendalaman ajaran Buddha melalui ceramah dan meditasi.

“Setelah pembersihan diluar, kita lanjutkan pembersihan didalam, yaitu ke batin kita. Jadi, selama satu bulan ini, umat Buddha akan melakukan Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) yang setiap harinya diisi dengan kegiatan Ceramah Damma. Itu diisi oleh Bhikkhu Sangha maupun Pandita dan juga umat-umat yang kompeten di bidangnya,” kata Cahya Dinata.

Latihan Atthasila dan Tradisi Pindapata Perkuat Spiritualitas

Dalam rangkaian SPD, umat juga menjalankan Atthasila, yakni delapan aturan moral sebagai bentuk latihan pengendalian diri selama satu bulan penuh.

“Itu Attasila bertujuan membersihkan batin untuk menyambut Hari Trisuci Waisak nantinya. Jadi, kalau sehari-hari, Umat Buddha itu melatih namanya Pancasila atau lima latihan kemoralan, yaitu tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan perbuatan asusila, tidak berbohong atau berbicara tidak benar dan tidak mabuk-mabukan,” kata Cahya Dinata.

Cahya Dinata menambahkan, terdapat tambahan aturan seperti berpuasa setelah tengah hari hingga pagi berikutnya.

“Jadi, itu melatih kesederhanaan. Puasa itu dimulai jam 12 siang sampai jam 6 pagi besoknya. Itu tidak boleh makan semuanya hanya minum air saja,” kata Cahya Dinata.

Selain itu, umat juga akan mengikuti tradisi Pindapata pada 14 Mei 2026 pukul 06.00 WITA, yang dimulai dari Jalan Gunung Agung menuju vihara. Tradisi ini mencerminkan praktik dana atau berbagi antara umat dan Sangha.

Puncak Waisak Digelar 31 Mei 2026

Puncak perayaan Hari Trisuci Waisak akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 16.00 WITA di Vihara Buddha Sakyamuni Bali.

Momen ini memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan, dan Parinibbana.

Selain kegiatan utama, juga digelar berbagai kegiatan pendukung seperti kursus dasar agama Buddha, pattidana, wisuda upasaka-upasika, serta pembinaan rutin.

Seluruh rangkaian kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum sebagai sarana pengembangan spiritual dan mempererat keharmonisan antar umat beragama.

Peran Forum Ibu-Ibu Buddhis dan Rencana Bazar UMKM

Ketua Umum Forum Ibu-Ibu Buddhis Provinsi Bali, Seriyanti, menyampaikan bahwa pihaknya turut berperan dalam persiapan kegiatan, khususnya pembersihan vihara dan pelaksanaan Mahajata.

“Itu kita dari Ibu-Ibu Buddhis yang bertanggung jawab dengan dibagikan tugas-tugasnya. Nah, untuk perayaan Mahajata dan bersih-bersih sekarang ini kita bentuk panitia kecil lagi yang diketuai oleh Ibu Ayu Sri Waringin,” kata Seriyanti.

Seriyanti juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan bazar UMKM pada 17 Agustus 2026 sebagai ajang mempererat kebersamaan antar umat.

“Kita jarang ketemu seluruh Bali, makanya kita adakan kegiatan Bazzar UMKM dari Forum Ibu-Ibu Buddhis. Kita menjual makanan daerah di seluruh Bali. Kita koordinir di Vihara Buddha Sakyamuni Bali. Itu biasanya acara berlangsung dua hari. Mereka menjual makanan khas daerah mereka,” kata Seriyanti.

Koordinator kegiatan, Ayu Sri Waringin menambahkan bahwa kegiatan bersih-bersih dilakukan secara gotong royong dan terbuka bagi seluruh umat.

“Sebenarnya tidak secara khusus gitu, kita khan sharing secara umum. Jadi, siapa yang bisa, mereka datang atau hadir ke vihara,” pungkasnya. (ace).

Waisak 2026, Vihara Buddha Sakyamuni Bali, SPD, Pindapata, Umat Buddha Bali

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU