Indonesia Sakti, Karawang – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tantangan dunia pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan kecerdasan intelektual. Indonesia membutuhkan generasi yang berkarakter kuat, berintegritas, cinta tanah air, serta mampu mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Yayasan Rindang Indonesia mengembangkan Model Pendidikan Karakter Integratif 3IS, yang menggabungkan tiga nilai utama, yaitu Agamais, Nasionalis, dan Berjiwa Wirausaha. Model ini dirancang untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup (life skills), sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kehidupan.
Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia, M. Adhie Pamungkas, mengatakan pendidikan karakter harus mampu melahirkan manusia yang memiliki integritas, tanggung jawab sosial, dan kemandirian ekonomi.
“Karakter yang kuat merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang pintar, tetapi juga harus melahirkan pribadi yang jujur, disiplin, peduli, cinta tanah air, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya kepada awak media saat panen raya di lahan wakaf produktif Rindang Indonesia di Karawang, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, nilai Agamais menjadi fondasi utama melalui pembiasaan ibadah, akhlak mulia, kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial. Sementara nilai Nasionalis ditanamkan melalui penguatan cinta tanah air, penghormatan terhadap keberagaman, semangat gotong royong, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Adapun nilai Berjiwa Wirausaha diarahkan untuk membangun mental mandiri, kreatif, inovatif, dan produktif. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai keterampilan praktis, seperti pertanian, peternakan, pengolahan hasil pertanian, literasi keuangan, hingga pemasaran digital.
“Tujuan kami bukan sekadar mencetak pencari kerja, tetapi membentuk generasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menyelesaikan persoalan di lingkungannya, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Adhie.
Keunggulan Model 3IS terletak pada perpaduan antara pembelajaran di kelas dan praktik langsung di lapangan. Peserta didik dibiasakan mengikuti kegiatan sosial, kewirausahaan, kepemimpinan, olahraga, seni, hingga pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Model pendidikan ini juga menjadi bekal penting bagi anak-anak yatim dan dhuafa binaan Yayasan Rindang Indonesia agar tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, mandiri, dan produktif.
Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga persaingan ekonomi, Yayasan Rindang Indonesia meyakini bahwa pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Melalui Model Pendidikan Karakter Integratif 3IS, yayasan berkomitmen mencetak generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, berjiwa wirausaha, serta mampu menjadi pemimpin dan agen perubahan bagi Indonesia.
