Tribratanews.kalteng.polri.go.id-Mandau Telawang-Sebagai bentuk respons cepat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Kapuas Hulu Polres Kapuas melakukan pengecekan langsung terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Mandau Telawang, Kabupaten Kapuas, pada Selasa (14/07/2026) mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Kapuas Hulu segera mendatangi lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan. Kehadiran personel kepolisian bertujuan memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengambil langkah antisipatif agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Hasil pengecekan menunjukkan titik hotspot berada di Desa Masaha, Kecamatan Mandau Telawang dengan koordinat -0.81916, 114.03304. Saat petugas tiba di lokasi, Tidak ditemukannya titik api. Hotspot berupa semak belukar permukaan tanah berpasir. Meski demikian, personel Polsek Kapuas Hulu tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap titik-titik yang berpotensi memunculkan bara api guna mengantisipasi terjadi kebakaran.
Selain melakukan pengecekan, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan maupun lahan. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak Karhutla yang dapat merusak
lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam keselamatan masyarakat.
Kapolsek Kapuas Hulu Ipda Zaenal Abidin, S.H., M.E., mengatakan bahwa setiap informasi hotspot yang terdeteksi akan segera ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya serta mencegah meluasnya kebakaran.
“Polsek Kapuas Hulu berkomitmen merespons setiap laporan maupun deteksi hotspot secara cepat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan Karhutla sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan ketika kebakaran telah meluas,” tegas Iptu Zaenal Abidin, S.H., M.E.
Kapolsek menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya Karhutla. Dengan pengawasan yang berkelanjutan serta meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan wilayah Kecamatan Kapuas Hulu tetap terjaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. (@13)