
Analisnews.co.id | Gubernur Pramono Anung menegaskan fasilitas olahraga modern harus diiringi pembinaan atlet yang lebih serius, peningkatan kualitas pelatih, serta target prestasi yang lebih tinggi. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta di Jatinegara, Jumat (8/5).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga memberikan penghargaan kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih kontingen DKI Jakarta pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional XIX. Menurutnya, gedung baru Dispora harus menjadi bagian dari penguatan ekosistem olahraga Jakarta.
“Begitu saya masuk gedung ini, bayangan saya cuma satu. Masa punya gedung seperti ini tidak juara POMNAS, tidak juara PON? Jadi percuma punya fasilitas bagus kalau tidak menghasilkan prestasi,” ujar Pramono.
Ia meminta para atlet Jakarta mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi Pekan Olahraga Nasional mendatang yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
“Saya meminta atlet Jakarta totalitas mempersiapkan diri menghadapi PON mendatang di NTT maupun NTB,” katanya.
Pramono juga menekankan posisi Jakarta sebagai kota global sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 harus diikuti standar pembinaan olahraga yang lebih tinggi. Karena itu, menurut dia, capaian olahraga Jakarta tak cukup hanya diukur dari level nasional, melainkan juga harus mampu bersaing di tingkat internasional.
“Benchmark Jakarta sekarang bukan lagi kota-kota di Indonesia, tetapi kota-kota dunia. Karena itu, olahraga Jakarta harus terus dibenahi agar atlet kita tidak hanya jago kandang, tetapi juga berprestasi di tingkat internasional,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Pramono turut mengapresiasi atlet Jakarta yang berhasil meraih medali di ajang SEA Games serta kontingen DKI Jakarta yang sukses menjadi juara umum POMNAS XIX di Jawa Tengah.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan ekosistem olahraga Jakarta bergerak ke arah yang positif.
“Yang membanggakan, baru pertama kali pelatih menerima penghargaan lebih besar dari atlet peraih beberapa medali emas. Ini menunjukkan ekosistem olahraga Jakarta berjalan dengan baik,” tuturnya.
Pramono juga menegaskan pentingnya konsistensi pemerintah dalam memenuhi janji penghargaan kepada atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap prestasi olahraga.
“Kalau kita sudah berjanji memberikan apresiasi kepada atlet, maka janji itu jangan dicederai, harus dipenuhi. Ini bagian dari sportivitas kita semua,” tegasnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut siap mendukung penyelenggaraan PON mendatang jika diperlukan, termasuk melalui pemanfaatan fasilitas olahraga yang tersedia di Jakarta.
“Saya sudah menyampaikan kepada pemerintah pusat, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta KONI Pusat, bahwa jika ada kebutuhan fasilitas tambahan karena era efisiensi saat ini, Jakarta siap digunakan untuk mendukung penyelenggaraan PON NTT-NTB,” jelasnya.
Terkait Gedung Dispora DKI Jakarta yang baru diresmikan, Pramono menilai fasilitas tersebut mencerminkan wajah baru tata kelola olahraga yang lebih modern, terbuka, dan humanis. Gedung itu dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang laktasi, co-working space, sports system hall, dan ruang kolaboratif lainnya.
“Gedung ini menurut saya adalah cerminan gedung olahraga masa depan. Tidak terlalu menonjolkan birokrasi, tetapi lebih modern dan humanis,” pungkasnya.