11
Mei
2026
Senin - : WIB

Suhu Capai 42 Derajat, Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Prioritaskan Kesehatan

yadisuryadi
Mei 10, 2026 11:35 pm pada JAKARTA, News

Analisnews.co.id | Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) memperkuat langkah pelindungan terhadap jemaah haji Indonesia dengan memperketat pengawasan praktik haji nonprosedural sekaligus mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia bersama pemerintah Arab Saudi memiliki komitmen yang sama untuk memastikan seluruh proses ibadah haji berjalan melalui jalur resmi menggunakan visa haji.

“Haji nonprosedural bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan jemaah karena berada di luar sistem perlindungan resmi,” ujar Ichsan di Makkah, Minggu (10/5/2026).

Memasuki hari ke-20 operasional haji 1447 H/2026 M, sebanyak 323 kelompok terbang (kloter) dengan total 125.243 jemaah dan 1.289 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 204 kloter dengan 78.946 jemaah telah tiba di Makkah usai bergerak dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan fase puncak haji.

Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah juga terus berlangsung. Hingga Minggu, tercatat 47 kloter dengan 17.861 jemaah dan 189 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 3.266 jemaah haji khusus juga sudah berada di Tanah Suci.

Untuk memperkuat pengawasan terhadap praktik haji ilegal, Kemenhaj bersama kementerian dan lembaga terkait membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural yang melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bareskrim Polri.

Selain soal perlindungan, Kemenhaj juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan di tengah suhu ekstrem di Makkah dan Madinah yang mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius. Jemaah diminta membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, dan mengoptimalkan waktu istirahat.

Ichsan mengingatkan bahwa fase puncak haji membutuhkan stamina prima sehingga jemaah diminta memprioritaskan ibadah wajib dan tidak memaksakan diri untuk aktivitas fisik berlebihan.

Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta agar selalu mendapat pendampingan serta aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan. Hingga kini, tercatat 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Bagi jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah, pemerintah mengingatkan agar sudah mengenakan kain ihram sejak di embarkasi karena pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum tiba di Makkah.

Dalam kesempatan itu, Kemenhaj turut menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga jemaah Indonesia pada Sabtu (9/5), yakni Rodiyah Wayan asal Kabupaten Tegal, Kamariah Dul Tayib asal Kabupaten Pasuruan, dan Nursidah Sinrang Sijarra asal Kabupaten Gowa. Dengan tambahan tersebut, jumlah jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 23 orang.

“Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, menaati aturan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin menyambut puncak ibadah haji,” kata Ichsan.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU