Analisnews.co.id, Jakarta – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga yang mengangkat sisi paling rapuh dari kehidupan manusia. Melalui kisah seorang remaja yang harus merelakan mimpi besarnya akibat kanker tulang, film yang dibintangi Zara Adhisty ini menawarkan refleksi tentang harapan, persahabatan, dan keberanian menerima kenyataan.
Zara Adhisty memerankan Karla, seorang atlet lari muda berprestasi yang memiliki masa depan cerah. Ambisinya untuk terus berlari dan mengharumkan nama bangsa mendadak terhenti setelah dokter mendiagnosisnya mengidap kanker tulang. Vonis itu mengubah hidup Karla secara drastis, membuatnya kehilangan semangat dan tenggelam dalam penolakan terhadap kenyataan.
Perjalanan emosional Karla berlanjut ketika ia menjalani pengobatan di sebuah rumah singgah bagi pasien kanker yang dikelola Bu Andin, diperankan Dewi Irawan. Sosok keibuan Bu Andin menjadi tempat bersandar bagi para penghuni rumah singgah yang sama-sama berjuang melawan penyakit.
Di tempat itu, Karla bertemu dengan Toni (Cicio Manassero), pasien yang tak pernah kehilangan semangat untuk menyemangati orang lain. Ada pula Pika (Messi Gusti), anak kecil yang tetap ceria di tengah perjuangannya, serta Mang Didu (Aming), sosok jenaka yang menghadirkan tawa di sela-sela kesedihan.
Perubahan terbesar dalam hidup Karla hadir melalui Luki (Devano), yang perlahan membuka kembali harapan dalam dirinya. Luki menjadi teman sekaligus penyemangat yang menemani Karla melewati berbagai fase emosional, mulai dari penyangkalan, kemarahan, kesedihan, hingga akhirnya mampu menerima penyakitnya dengan lebih ikhlas.
Ikatan persahabatan yang tumbuh di rumah singgah menjadi kekuatan utama cerita. Mereka saling menguatkan, berbagi mimpi, dan berusaha menjalani setiap hari dengan penuh arti, meski menyadari waktu yang dimiliki mungkin tidak panjang.
Film ini tidak semata-mata berkisah tentang perjuangan melawan penyakit, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna hidup. Lewat rangkaian adegan yang emosional, kisah Karla menegaskan bahwa nilai kehidupan tidak diukur dari lamanya usia, melainkan dari cara seseorang menjalani setiap momen dengan penuh cinta dan harapan.
Didukung penampilan kuat Zara Adhisty bersama Dewi Irawan, Cicio Manassero, Messi Gusti, Aming, dan Devano, film ini berpotensi menjadi salah satu drama Indonesia paling menyentuh tahun ini. Selain menguras air mata, film tersebut menghadirkan pesan tentang keteguhan hati, arti keluarga, serta pentingnya tetap memelihara harapan, bahkan ketika hidup menghadapkan seseorang pada ujian terberat. (DB/Yd)
