Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ledakan Industri Mobile Game Indonesia 2026: Ekosistem Digital Kian Solutif dan Aksesibel bagi Gamer

Polres Sukamara Ungkap Dugaan Tindak Pidana Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar

Cegah Karhutla, Personel Polsek GBA Gencar Beri Imbauan Dengan Warga

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Celebrities»Lagu Anak Belum Kehilangan Nada, Suara Anak Indonesia 2026 Buka Jalan Menuju Panggung Dunia
Celebrities

Lagu Anak Belum Kehilangan Nada, Suara Anak Indonesia 2026 Buka Jalan Menuju Panggung Dunia

yadiBy yadi26 Juli 2026 6:31 PM073 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta — Di tengah dominasi lagu-lagu dewasa yang memenuhi ruang dengar anak-anak, ajang Suara Anak Indonesia 2026 menghadirkan secercah harapan. Digelar di J Town, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, kompetisi ini bukan sekadar adu kemampuan vokal, melainkan menjadi panggung yang menegaskan bahwa lagu anak Indonesia masih memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.

Peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Majalengka hingga Palembang, memperlihatkan keberagaman talenta yang tumbuh di berbagai penjuru negeri. Mereka tampil dengan karakter, penghayatan, dan kemampuan vokal yang menunjukkan bahwa regenerasi penyanyi anak masih terus berjalan.

Pamong Budaya Ahli Madya Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Ismi Hadriati, mengaku terkesan melihat kualitas para peserta. Menurutnya, kemampuan anak-anak di atas panggung mencerminkan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan.

“Bukan hanya suara yang bagus, tetapi mereka juga memiliki karakter dan penguasaan panggung yang kuat. Ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta, melainkan membutuhkan ruang agar bakat tersebut terus berkembang,” ujarnya.

Ismi menilai, Suara Anak Indonesia telah berkembang menjadi wadah berskala nasional. Karena itu, ia berharap ajang ini dapat menjadi bagian dari pembinaan talenta melalui program-program Kementerian Kebudayaan, sehingga anak-anak berprestasi tidak berhenti hanya sebagai juara kompetisi, tetapi mampu melangkah ke panggung nasional hingga internasional.

Menurutnya, kebangkitan lagu anak harus dimulai dengan menghadirkan karya yang dekat dengan dunia mereka.

“Anak-anak berhak memiliki lagu yang mencerminkan usia, kegembiraan, dan imajinasi mereka. Ketika mereka bernyanyi dengan lagu yang memang diciptakan untuk mereka, di situlah kejayaan lagu anak dapat kembali tumbuh,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Seksi Ekonomi Kreatif Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Timur, Eris Priyowibowo. Ia menilai lagu anak tidak pernah benar-benar hilang, tetapi kalah ruang dari derasnya arus musik dewasa.

Menurut Eris, tantangan utama bukan terletak pada minimnya karya, melainkan terbatasnya panggung, media, dan saluran distribusi yang mampu memperkenalkan lagu anak kepada masyarakat luas. Karena itu, ekosistem yang melibatkan pencipta lagu, media, penyelenggara pertunjukan, pemerintah, hingga masyarakat perlu dibangun secara bersama.

“Ajang seperti Suara Anak Indonesia adalah investasi budaya. Anak-anak mendapatkan ruang untuk mencintai lagu sesuai usia mereka sekaligus memperkenalkan karya-karya anak Indonesia kepada publik,” ujarnya.

Semangat itu semakin terasa ketika penyanyi cilik legendaris Puput Melati hadir menyapa para peserta. Ia membawakan lagu Satu Tambah Satu dan Bunda, dua karya yang telah menjadi bagian dari kenangan banyak keluarga Indonesia.

Puput juga berbagi kisah perjalanan kariernya yang dimulai sejak usia lima tahun. Ia mengaku tidak pernah mengikuti kursus menyanyi, tetapi tumbuh dalam lingkungan keluarga musisi dan terus berlatih hingga kesempatan datang menghampirinya.

Baginya, keberhasilan bukan lahir dari impian menjadi artis semata, melainkan dari ketekunan mengasah kemampuan sejak dini.

Suara Anak Indonesia 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ajang ini menghadirkan optimisme bahwa kebangkitan lagu anak bukanlah nostalgia masa lalu, melainkan ikhtiar membangun generasi baru yang tumbuh bersama karya-karya yang sesuai dengan dunia mereka. Ketika talenta dipertemukan dengan pembinaan dan ekosistem yang sehat, bukan tidak mungkin Indonesia kembali melahirkan penyanyi anak yang mampu bersinar, baik di tingkat nasional maupun dunia. (DB/Yd).

#BudayaIndonesia #IndustriMusik #KementerianKebudayaban #LaguAnak #MusikAnakIndonesia #PuputMelati #SuaraAnakIndonesia2026 #TalentaMuda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePesta Pesisir Warga Penjaringan: Lestarikan Kearifan Lokal dan Bangkitkan Ekonomi UMKM
Next Article Berapa Hari Lagi ! Jakarta Jadi Pusat Perhatian Taekwondo Dunia, Juara Dunia hingga Kampiun Asia Siap Berlaga di 8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026
yadi

Related Posts

“Cegah Karhutla” Polsek Kapuas Timur Rutin Sosialisasi dan Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan

25 Juli 2026 12:54 PM

Permudah Pembayaran Royalti Musik bagi Pelaku Usaha, LMKN Gandeng Perusahaan Teknologi Singapura

21 Juli 2026 11:38 PM

Mengenang 2D, Saat Lagu-Lagu Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra Kembali Bernyawa

21 Juli 2026 7:34 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.