Lepas Kontingen ke Kejurnas Bola Tangan Junior 2026, ABTI Bali Kobarkan Semangat Juang: “Bali Datang untuk Bertarung, Bukan Sekadar Hadir”
Analisnews.co.id — DENPASAR | Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (Pengprov ABTI) Bali secara resmi melepas kontingen junior yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan Junior 2026 di Surabaya. Pelepasan yang berlangsung di Warung Jepun, Renon, Denpasar, Jumat (31/7/2026), dipenuhi semangat optimisme dan tekad kuat untuk mengharumkan nama Pulau Dewata di tingkat nasional.
Kejurnas Bola Tangan Junior 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3–8 Agustus 2026 di GOR Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Ajang bergengsi tersebut akan mempertemukan atlet-atlet bola tangan muda terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia dalam persaingan memperebutkan gelar juara nasional.
Pada kejuaraan kali ini, Bali mengirimkan kekuatan terbaiknya dengan turun di dua nomor sekaligus, yakni bola tangan indoor dan bola tangan beach. Keikutsertaan pada dua nomor tersebut menjadi bukti keseriusan Pengprov ABTI Bali dalam melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Ketua Umum Pengprov ABTI Bali, I Made Suparta, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar bertanding dengan penuh keberanian, percaya diri, dan tanpa tekanan. Menurutnya, seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal sehingga para atlet hanya perlu fokus menikmati pertandingan dan mengeluarkan kemampuan terbaik.
> “Saya tidak mau kalian bermain dengan beban. Lepaskan semua rasa takut, semua tekanan, dan semua keraguan. Kalian sudah berlatih, sudah dipersiapkan dengan baik. Sekarang saatnya bertanding dengan kepala dingin dan hati yang berani. Main lepas, tetapi jangan pernah setengah-setengah. Maksimalkan setiap peluang, habiskan setiap tenaga, dan nikmati setiap pertandingan,” tegas I Made Suparta.
Ia menegaskan bahwa Kejurnas bukan hanya menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga momentum pembentukan karakter atlet yang tangguh, disiplin, dan memiliki mental juara.
Menurutnya, ketika memasuki lapangan pertandingan, para atlet harus mampu melupakan segala tekanan dan fokus memberikan permainan terbaik.
> “Kalau kalian sudah berada di lapangan, tidak ada lagi beban nama besar, tidak ada lagi rasa takut kalah. Yang ada hanya satu, bertarung sampai akhir. Menang atau kalah itu urusan belakangan, tetapi cara kalian bermain harus menunjukkan bahwa Bali adalah tim yang berani, solid, dan tidak mudah ditaklukkan,” ujarnya.
Selain seremoni pelepasan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai penguatan mental bagi seluruh atlet dan ofisial. Jajaran Pengprov ABTI Bali menekankan pentingnya menjaga kekompakan tim, disiplin menjalankan strategi, serta berani mengambil keputusan dalam setiap situasi pertandingan.
Pengprov ABTI Bali optimistis kontingen yang dikirim mampu memberikan penampilan terbaik setelah menjalani program latihan intensif selama masa persiapan. Hasil di Kejurnas diharapkan menjadi pijakan penting dalam mencetak atlet-atlet potensial yang kelak dapat memperkuat Bali maupun Indonesia di ajang internasional.
Semangat yang dibawa kontingen Bali pun sangat jelas. Mereka tidak datang sekadar menjadi pelengkap kompetisi, melainkan membawa tekad untuk memberikan perlawanan kepada setiap lawan dengan permainan yang berani, disiplin, dan penuh determinasi.
Dengan semangat “Bermain Lepas, Bertanding Maksimal”, kontingen ABTI Bali siap menorehkan prestasi sekaligus membuktikan bahwa pembinaan bola tangan di Pulau Dewata terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet muda berkualitas.
Salam Olahraga!
Bali Berani. Bali Bertarung. Bali Juara.
