Brigjen TNI (Purn) Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si Tanamkan 5 Syarat Kepemimpinan dan Filosofi Ki Hajar Dewantara Kepada Menwa UNMAS.
Analisnews.co.id — DENPASAR | Resimen Mahasiswa Universitas Maha Saraswati (UNMAS) Denpasar ditempa pembekalan materi “KEPEMIMPINAN” Oleh Ketua DPD PEPABRI Provinsi Bali, yang juga sebagai Staf Khusus Rektor UNMAS Denpasar, Brigjen TNI (Purn) Ketut Budiastawa, S.Sos.,M.Si, Juli 2026.
“Brigjen TNI (Purn) Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si.,menegaskan bahwa karakter dan nilai luhur adalah fondasi utama seorang pemimpin.
“Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, mengajak, memotivasi, dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama (organisasi) secara sadar dan ikhlas dengan penuh komitmen,” tegasnya.
Ia bahkan merinci ada 5 Syarat, seorang pemimpin yang harus dipenuhi agar layak dan efektif dalam memimpin:
1.Kompetensi Teknis dan Konseptual: Memahami bidang kerja dan mampu berpikir strategis dalam problem-solving.
2.Stabilitas Emosional dan Mental: Tidak mudah panik di bawah tekanan dan memiliki kontrol diri yang kuat.
3.Legitimasi / Keabsahan: Mendapat pengakuan resmi maupun dukungan dan kepercayaan dari anggota.
4.Kapasitas Manajerial: Mampu mengelola sumber daya waktu, manusia, dan anggaran secara efektif.
5.Kesehatan Fisik dan Jasmani: Memiliki stamina cukup untuk mendukung beban kerja kepemimpinan.
Selain ke lima syarat tersebut, ia juga menyampaikan 5 Prinsip Kepemimpinan yang harus menjadi pedoman. Lead by Example, Empowerment, Goal Oriented, Fairness dan Transparency, serta Continuous Improvement
Lebih jauh, Brigjen TNI (purn) Ketut Budiastawa menjabarkan 3 hakikat utama seorang menjadi pemimpin, yakni menentukan arah strategi organisasi, menciptakan budaya saling percaya dan menghargai, serta mendorong anggota tim mencapai performa terbaik.
Tak hanya itu, ia juga memaparkan 6 tahapan Proses Perencanaan Strategis yaitu, Analisis lingkungan bisnis, menetapkan arah strategi, menetapkan sasaran, menurunkan ke tujuan departemen, mengelola dan menganalisis kinerja, hingga meninjau dan mengembangkan rencana strategis.
“Untuk itu, Leaders fokus pada visi, inovasi, dan perubahan strategis. Sementara manager fokus pada perencanaan, proses, dan stabilitas organisasi,” jelasnya saat meluruskan perbedaan kepemimpinan dan manajemen.
Untuk itu, yang menjadi penekanan khusus ialah Filosofi Kepemimpinan Indonesia yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu dengan prinsip yang membawa perubahan.
Ing Ngarso Sung Tulodo, di depan memberi teladan.
Ing Madya Mangun Karso, di tengah membangun semangat dan prakarsa
Tut Wuri Handayani, di belakang memberi dorongan dan pengaruh positif.
“Seorang pemimpin sejati bukan hanya memerintah, tetapi bisa hadir bukan hanya memberi contoh tetapi senantiasa menjadi contoh, semangat, dan memberi dorongan. Itulah esensi kepemimpinan Indonesia,” ujarnya.
Pembekalan ini diharapkan mampu mencetak kader MENWA UNMAS dan dari Kampus Lain yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki karakter, adil, dan berjiwa pengabdian kepada bangsa dan NKRI (ranu).
#Filosofi Ki Hajar Dewantara
#Ing Ngarso Sung Tulodo
#Ing Madya Mangun Karso
#Tut Wuri Handayani
