Sekolah Lansia Werdha Ghana Shantika di Mayong Buktikan Usia 60 Bisa Tetap Sehat, Aktif, dan Bahagia
Analisnews.co.id – BULELENG | Di usia senja, belajar tak pernah ada kata terlambat. Buktinya ada di Desa Mayong, Kecamatan seririt, Buleleng. Sebanyak 34 lansia baru saja menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia Werdha Ghana Shantika dan diwisuda sebagai angkatan pertama.
Sekolah ini hadir sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan sejahtera. Lebih dari sekadar kelas, Werdha Ghana Shantika menjadi ruang bagi para lansia untuk belajar, bersosialisasi, dan menemukan semangat baru di usia 60 tahun ke atas.
Sekolah Lansia Desa Mayong resmi dibuka pada September 2025. Antusiasme warga lansia cukup tinggi. Dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga persetujuan keluarga, semuanya dilalui agar peserta bisa mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.
Selama setahun berjalan, pembelajaran dilaksanakan 2 kali dalam sebulan. Total ada 12 kali pertemuan dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia.
Materi yang diberikan beragam, mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi pola hidup sehat, pelatihan keterampilan menjahit, penyuluhan keagamaan, pembinaan pengendalian emosi, hingga kegiatan seni seperti menari dan berpantun.
Tak hanya itu, ada juga aktivitas luar ruangan untuk menjaga kebugaran fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Menariknya, seluruh pendanaan kegiatan ini didukung penuh oleh APBD. Komitmen itu dilanjutkan pada 2026 agar program bisa berjalan berkelanjutan.
Tim mewawancarai tiga peserta, xalahsatunya Made Astawa, S.Sn., Ni Luh Widarmi, dan Wayan Sri Baktiani, 61. Dalam suasana santai, para lansia bercerita banyak hal.
Menurutnya sekolah ini bukan hanya menambah pengetahuan tentang kesehatan. Ada hal yang paling terasa yaitu manfaat sosialnya. Para lansia jadi lebih sering bertemu, saling berbagi cerita, meningkatkan rasa percaya diri, dan termotivasi untuk tetap produktif.
Perubahan itu nyata. Selama program berlangsung, peserta terlihat lebih aktif berinteraksi, lebih peduli kesehatan, dan lebih semangat mengikuti kegiatan. Komunikasi antarpeserta juga semakin cair.
“Di sini kami tidak merasa sendirian. Ada teman, ada kegiatan, ada yang ditunggu setiap bulan,” ujar salah satu peserta.
Setelah menempuh 12 kali pertemuan, seluruhnya 34 peserta angkatan pertama dinyatakan lulus. Prosesi wisuda digelar sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar mereka.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi. Bahwa usia lanjut bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkarya.
Melalui Sekolah Lansia Werdha Ghana Shantika, Desa Mayong ingin mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, bermartabat, dan tetap berperan aktif dalam keluarga maupun masyarakat.(ranu)
#Sekolah Lansia
#Werdha Ghana Shanthika
#Mayon, Seririt, Buleleng
