Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

POLRES SERUYAN BERSAMA TIM GABUNGAN SIGAP TANGANI KEBAKARAN LAHAN

Dwi Andi Rohmatika Perkuat Kompetensi Profesional Lewat Training Berbasis AI

Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Purna Tugas sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Konsentrasi Dialog Antaragama
Terkini

Purna Tugas sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Konsentrasi Dialog Antaragama

hartonoBy hartono31 Agustus 2026 1:39 PM033 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

JOMBANG, Analianews.co.id,  — Purna tugas sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak membuat K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meninggalkan panggung global. Ia justru akan kembali berkonsentrasi pada agenda dialog antaragama dan penguatan gerakan Islam Kemanusiaan (Humanitarian Islam).

Fokus tersebut memiliki pijakan kuat melalui sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya. Salah satunya Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.

Yayasan tersebut didirikan Gus Yahya dan menjadi sekretariat permanen yang mengurusi sekaligus mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20). Forum ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mempertemukan para pemimpin agama dunia untuk membangun nilai-nilai peradaban bersama.

Selain CSCV, Gus Yahya juga merupakan pendiri Bayt ar-Rahmah (Bayt ar-Rahmah Li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-’Alamin), yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat.

“Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah,” kata Gus Yahya, saat bertemu dengan jajajran Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU), Senin (31/8/2026).

Kedua lembaga nirlaba internasional tersebut selama ini bekerja sama dengan PBNU sebagai hub internasional untuk menggaungkan gerakan Humanitarian Islam sekaligus menyelenggarakan forum dialog para pemimpin agama dunia.

Menurut Gus Yahya, kerja-kerja tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai tradisi keagamaan dalam percakapan yang lebih luas mengenai persoalan kemanusiaan dan masa depan peradaban.

“Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20), adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama,” ujarnya.

Agenda internasional Gus Yahya juga berlanjut setelah berakhirnya masa kepemimpinannya di PBNU. Pada Desember mendatang, ia menyampaikan akan bertolak ke Amerika Serikat untuk menjalani serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh lintas agama.

“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” kata Gus Yahya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa purna tugas dari struktur kepemimpinan PBNU bukan berarti berhentinya aktivitas Gus Yahya di tingkat internasional. Ia memiliki ruang lebih luas untuk kembali mengembangkan agenda dialog antaragama, Humanitarian Islam, serta gagasan mengenai nilai-nilai peradaban bersama.

Melalui CSCV dan Bayt ar-Rahmah, Gus Yahya akan tetap berada dalam jejaring global yang mempertemukan pemimpin agama, intelektual, dan berbagai kelompok masyarakat untuk membangun percakapan lintas keyakinan.

Dengan demikian, berakhirnya masa kepemimpinan di PBNU dapat menjadi babak baru bagi Gus Yahya: dari pusat dinamika organisasi ke ruang dialog global, membawa agenda Islam Kemanusiaan sebagai jembatan untuk memperkuat perdamaian dan kerja sama antaragama.

Sementara, Yayasan Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) terus akan bekerjasama dengan Gus ayahnya dalam setiap programnya khususnya kemaslahatan umat.

“Kita akan teruskan kerjasama program-program dengan Gus Yahya,” ujar Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H Baswara.

Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) adalah lembaga filantropi dan kemanusiaan yang aktif untuk mendukung program sosial, kesehatan, serta dakwah.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePrabowo Bersama Kapolri dan Kapolda NTT Cek Bantuan Pengungsi Nagekeo
Next Article Telkom AI Connect Dorong Talenta Kuasai Problem Solving dengan AI
hartono

Related Posts

POLRES SERUYAN BERSAMA TIM GABUNGAN SIGAP TANGANI KEBAKARAN LAHAN

2 September 2026 3:12 PM

Dwi Andi Rohmatika Perkuat Kompetensi Profesional Lewat Training Berbasis AI

2 September 2026 2:41 PM

Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan

2 September 2026 2:18 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.