04
Februari
2026
Rabu - : WIB

Mobee Ajak Mahasiswa Universitas MH Thamrin Pahami Masa Depan Investasi Digital dan Web3

vritimes
vritimes
Juni 17, 2025 3:44 pm pada BISNIS
Mobee Gelar Seminar “Learn, Earn, and Explore Web3” di Universitas MH Thamrin
Jakarta, 12 Juni 2025 — Mobee menggelar seminar edukatif bertajuk “Learn, Earn, and Explore Web3” pada Kamis, 12 Juni 2025, di Kampus Utama Universitas MH Thamrin, Pondok Gede, Jakarta Timur. Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta ini merupakan bagian dari kampanye edukasi “Zero to Crypto”, kolaborasi antara Mobee dan Tether yang bertujuan mendorong literasi kripto di kalangan generasi muda Indonesia.

Dalam sesi seminar dan talkshow, peserta diajak memahami fundamental kripto, perbedaan antara Web2 dan Web3, serta tips aman memulai perjalanan investasi aset digital. Para pembicara yang hadir antara lain Eko Mamahit (edukator Web3), Herry Hermawan (Crypto Analyst Mobee), Lukas Lauw (Direktur CFX), dan Asih Karnengsih (Ketua Umum Aspakrindo), dengan sesi dipandu oleh moderator dari Mobee dan Universitas MH Thamrin.

“Acara berlangsung dengan format yang menarik, diawali oleh presentasi dari perwakilan komunitas dan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama seluruh pembicara. Antusiasme audiens terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang disampaikan sepanjang acara. Kegiatan seperti ini layak untuk diadakan secara berkala, khususnya dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya,” ujar Lukas Lauw, Direktur CFX.

Asih Karnengsih, Ketua Umum Aspakrindo, menambahkan, “Kami mendukung kolaborasi seperti ini karena sejalan dengan upaya asosiasi dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap potensi teknologi blockchain dan aset digital.”

Sementara itu, perwakilan dari Mobee, Herry Hermawan, menyampaikan, “Melalui kampanye Zero to Crypto, kami ingin membantu mahasiswa memahami kripto dari nol, hingga mereka siap menjelajahi peluangnya secara aman dan bertanggung jawab.”

Acara ini juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik serta e-sertifikat bagi seluruh peserta. Lebih dari sekadar seminar, inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Mobee dalam mendorong edukasi dan literasi keuangan digital yang inklusif di Indonesia.

Sebagai kelanjutan dari inisiatif ini, Mobee dan Tether juga telah merancang program edukasi serupa yang akan dihadirkan di berbagai universitas lainnya di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang kedua pihak untuk memperluas akses literasi kripto yang relevan dan bertanggung jawab, serta membekali generasi muda dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk terlibat aktif di masa depan ekonomi digital.

About Mobee
Mobee adalah platform perdagangan aset digital berlisensi penuh di Indonesia, yang menawarkan sarana aman dan mudah digunakan untuk membeli, menjual, dan mendapatkan penghasilan dari kripto.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Disalin

Pos Terkait

Public (2) (34)
November 20, 2025 7:42 am
Tokoh Logistik Nasional Bongkar Penyebab Biaya Logistik Termahal di Asia TenggaraBiaya logistik Indonesia mencapai 14,9% dari PDB, yang mana tertinggi di Asia Tenggara, yang disebabkan oleh empat faktor utama yang menghambat daya saing, yaitu: proteksi industri truk dan oligopoli, mahalnya infrastruktur tol, fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta kompleksitas regulasi dan birokrasi; namun, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), Daniel Budi Setiawan, menawarkan solusi strategis melalui digitalisasi logistik dengan aplikasi muatmuat yang bertujuan mengoptimalkan utilitas armada, meningkatkan transparansi pasar, dan menekan biaya suku cadang guna menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan kompetitif. JAKARTA – Biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), tertinggi di Asia Tenggara dan jauh di atas rata-rata negara maju (8-9%) dinilai menjadi ancaman serius bagi daya saing ekonomi nasional. Menurut Ir. Daniel Budi Setiawan, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), tingginya biaya logistik mencerminkan masih rendahnya efisiensi rantai pasok nasional yang berimbas langsung pada harga produk dan daya beli masyarakat. “Angka 14,9% ini sangat membebani. Biaya tersebut akhirnya ditransfer ke harga jual produk, membuat barang-barang kita kurang kompetitif di pasar global,” ujar Daniel. Empat Faktor Penghambat Efisiensi Logistik Nasional Berdasarkan pengalaman Daniel selama puluhan tahun memimpin perusahaan logistik PT. Siba Surya yang punya aset ribuan truk dari yang awalnya hanya belasan, terdapat empat variabel utama yang berkontribusi terhadap tingginya biaya logistik Indonesia, di mana sebagian besar masih berada dalam kendali kebijakan pemerintah. 1. Proteksi Industri Truk (Kartel Pabrikan): Kebijakan proteksi yang sudah berjalan lebih dari lima dekade terhadap merek truk asal Jepang seperti Fuso, Hino, Isuzu, dan Nissan Diesel menyebabkan harga barang modal meningkat drastis. “Sampai saat ini, commercial vehicle masih dibebani bea masuk 35-45%. Empat merek besar itu berada dalam posisi oligopoli. Kalau mereka sepakat menaikkan harga, pasar tidak punya pilihan lain,” tegas Daniel. 2. Infrastruktur Tol yang Mahal: Tidak seperti di negara maju, di mana pajak kendaraan sudah mencakup hak menggunakan jalan bebas hambatan, Indonesia masih menerapkan sistem tol berbayar yang dianggap mahal bagi pelaku transportasi barang. Hal ini menambah biaya transportasi logistik di luar pajak kendaraan tahunan. 3. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah: Ketergantungan terhadap suku cadang dan bahan bakar impor membuat biaya operasional sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah. Setiap perubahan kurs berpotensi menaikkan ongkos logistik secara signifikan. 4. Regulasi dan Birokrasi: Kompleksitas perizinan, pajak ganda (PPN, PPh, Bea Masuk, PKB, KIR), serta birokrasi antarinstansi memperpanjang proses dan meningkatkan biaya distribusi nasional. Peran Swasta: Mendorong Efisiensi dan Transparansi Meski tiga dari empat faktor tersebut bersifat makro, sektor swasta dinilai tetap memiliki ruang untuk mendorong efisiensi melalui inovasi dan digitalisasi logistik. Berbekal pengalaman puluhan tahun menghadapi kompleksitas industri logistik, Daniel menghadirkan muatmuat sebagai solusi strategis bagi pelaku logistik untuk memangkas biaya dan membuka efisiensi baru dalam rantai pasok Indonesia. Daniel mencontohkan langkah-langkah yang dapat diambil industri untuk mengurangi beban biaya, seperti: 1. Mengoptimalkan Utilisasi Armada: Mengurangi jumlah truk yang kembali kosong (empty return) dengan sistem pencocokan muatan digital di fitur Transport Market. 2. Meningkatkan Transparansi Pasar: Menghubungkan pengirim dan transporter secara langsung agar rantai distribusi lebih efisien dan biaya mark-up berkurang. 3. Digitalisasi Suku Cadang: di muatmuat juga tersedia Platform e-commerce bernama muatparts khusus logistik dapat menghadirkan harga suku cadang yang lebih kompetitif untuk menekan biaya operasional transportasi. “Kami percaya efisiensi pasar dapat dicapai lewat kolaborasi dan keterbukaan data. Semakin terhubung pelaku logistik nasional, semakin sehat pula industrinya,” tambah Daniel di podcast bersama Helmy Yahya. Aplikasi muatmuat, yang dikembangkan oleh Daniel Budi Setiawan dan kini telah dipercaya oleh puluhan ribu pelaku logistik nasional sejak mulai dipasarkan pada 2024, menjadi contoh nyata kontribusi sektor swasta dalam membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan berdaya saing. Karakter yang Dibutuhkan untuk Bertahan di Industri Logistik Bagi Daniel, industri logistik adalah arena yang menuntut ketahanan mental, disiplin, dan keberanian untuk terus bergerak. “Yang bisa survive di industri ini adalah mereka yang punya dedikasi penuh dan mental petarung,” ujarnya. Berhenti sejenak saja bisa tersingkir oleh mekanisme pasar, sehingga ekspansi dan adaptasi menjadi kunci untuk bertahan. Pengalaman panjang Daniel menghadapi kerasnya industri transportasi membentuk pemahaman bahwa banyak pelaku logistik sebenarnya mampu tumbuh, asal prosesnya dibuat lebih sederhana, efisien, dan terukur. Dari sinilah muatmuat lahir: sebagai perpanjangan dari semangat bertarung itu. Bukan sekadar platform, tetapi alat yang membantu pelaku industri meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya operasional, dan tetap kompetitif di tengah tantangan. Bagi Daniel, logistik memang keras, tapi selalu memberi ruang bagi mereka yang cukup kuat dan cukup berani untuk terus maju. Tentang muatmuat muatmuat hadir dengan visi menjadi produk yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat logistik di Indonesia. khususnya yang berdampak kepada : 1. Rendahnya daya beli masyarakat 2. Rendahnya kualitas atau nilai kompetitif sebuah produk/jasa, dan 3. Roda perekonomian di Indonesia Berbekal pengalaman nyata selama 4 generasi di bidang logistik serta teknologiyang handal, kami siap bersama pemangku kepentingan berkolaborasi mengemban misi dalam mendigitalisasi dan membangun industri logistik yang berkelanjutan. Kami turut mengajak masyarakat logistik untuk tergabung, saling terhubung dan jalan mudah bersama kami. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU