Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Warga Lapor Titik Api lewat 110, Pamapta Polres Gunung Mas Bersama Tim Gabungan Langsung Bergerak

Pastikan Kendaraan Siap Operasional, Kapolres Belitung Laksanakan Pemeriksaan Ranmor R2 dan R4

Pekarangan Produktif Jadi Langkah Nyata Polsek Kapuas Barat Dukung Ketahanan Pangan di Sei Kayu

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Resmikan Task Force, BRIN Siapkan 12 Fokus Riset untuk Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
Terkini

Resmikan Task Force, BRIN Siapkan 12 Fokus Riset untuk Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

hartonoBy hartono16 September 2026 12:35 PM053 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi menugaskan Task Force Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk periode kerja 2026 hingga 2028, Task Force BRIN membawa pendekatan terintegrasi dan holistik yang ditopang oleh 12 Bidang Fokus Riset dan Inovasi Utama. Penugasan ini ditandai melalui Kick Off Meeting bertema “Sinergi Riset dan Inovasi untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera”, di Grand Ballroom Gedung Widya Graha BRIN, Gatot Subroto, Jakarta.

 

Jakarta, Analisnews.co.id, 15 September 2026. BRIN berkomitmen menghadirkan solusi berbasis sains (science-based policy & action) untuk mengatasi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh-Sumatera. Pembentukan Task Force merupakan tindak lanjut langsung atas Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Tiga Provinsi, yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Kepala BRIN Nomor 18/I/HK/2026. Task Force BRIN ini dikoordinatori oleh Joko Widodo, Ph.D.

 

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan riset dan inovasi harus hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak bencana. “Riset dan inovasi tidak boleh berhenti di meja laboratorium atau menara gading. Riset harus hadir di tengah lumpur bencana, menjawab jeritan warga, dan memberikan solusi berbasis sains untuk pemulihan tanah Aceh-Sumatera,” katanya.

 

Sejak fase tanggap darurat bencana, BRIN telah menerjunkan inovasi teknologi terapan berupa Mobil Arsinum (Air Sulingan Minum) ke wilayah terdampak. Teknologi ini mampu mengolah air bah dan air sungai berlumpur pekat menjadi air yang siap dan aman untuk dikonsumsi langsung oleh warga. Langkah ini terbukti menjadi solusi vital di tengah terisolasinya akses air bersih masyarakat pascabencana.

 

Selain penanganan darurat, BRIN berfokus pada akar masalah lingkungan. Hasil pemetaan dan identifikasi tim BRIN mencatat sedikitnya 118 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh dan Sumatera Utara mengalami kerusakan dan dampak serius akibat banjir bandang dan tanah longsor. “Jika kita hanya membangun kembali rumah tanpa memulihkan daya dukung lingkungan dan mengelola DAS secara terpadu dari hulu ke hilir, maka kita hanya sedang menunggu bencana berikutnya terulang kembali,” tegas Arif.

 

Untuk periode kerja 2026 hingga 2028, Task Force BRIN membawa pendekatan terintegrasi dan holistik yang ditopang oleh 12 Bidang Fokus Riset dan Inovasi Utama, yaitu Pemodelan Spasial Risiko Multibencana, Pemetaan dan Pemodelan Deforestasi Berbasis Machine Learning, Re-evaluasi Kesesuaian Lahan Pertanian, Analisis Data Penginderaan Jauh, Teknologi Arsinum dan Logistik Air Bersih, Kesehatan dan Kerentanan Sosial Masyarakat, Rumah Modular Tahan Gempa, Restorasi Kekritisan DAS, Perlindungan Sosial Adaptif dan Penguatan Resiliensi Komunitas, Desain Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi, Inovasi Perahu Fiberglass dan Kapal Listrik, serta Pengembangan Early Warning System (EWS) yang lebih presisi.

 

Program pemulihan jangka panjang ini disokong oleh dukungan pendanaan Riset Inovasi Strategis (PRIS) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta kolaborasi erat lintas sektor yang melibatkan Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Daerah (Aceh, Sumut, Sumbar), TNI/Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), perguruan tinggi, lembaga filantropi, sektor swasta, dan pers.

 

Kick Off Meeting ini turut dihadiri jajaran pimpinan nasional dan daerah, antara lain Ketua Satgas Nasional/Mendagri Jenderal Polisi (Purn.) Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Deputi Bappenas Ir. Medrilzam, Ketua Umum PMI Dr. (H.C.) Drs. H. M. Jusuf Kalla, serta para Gubernur dan Kepala BPBD dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBittime Sambut Aturan OJK Terbaru: Dorong Penguatan Tata Kelola Industri Aset Digital
Next Article Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut
hartono

Related Posts

Warga Lapor Titik Api lewat 110, Pamapta Polres Gunung Mas Bersama Tim Gabungan Langsung Bergerak

16 September 2026 1:49 PM

Pastikan Kendaraan Siap Operasional, Kapolres Belitung Laksanakan Pemeriksaan Ranmor R2 dan R4

16 September 2026 1:47 PM

Pekarangan Produktif Jadi Langkah Nyata Polsek Kapuas Barat Dukung Ketahanan Pangan di Sei Kayu

16 September 2026 1:12 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.