Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Divisi Humas Polri Gelar Supervisi Ke Polda Babel, Pastikan Potensi Kehumasan Tingkat Satwil

ANGGOTA POLSEK MANTANGAI LAKSANAKAN PATROLI OBJEK VITAL BANK KALTENG KCP MANTANGAI

CEGAH KARHUTLA MELUAS, PERKUAT KOORDINASI POSLAP KARHUTLA KECAMATAN MANTANGAI BERSAMA LINTAS SEKTOR

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Anak Istimewa: Menemukan Rumah dan Keluarga
TV & Drama

Anak Istimewa: Menemukan Rumah dan Keluarga

yadiBy yadi17 September 2026 5:37 PM083 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, 15 September 2026 — Bagi anak-anak di Rumah Istimewa, sosok Ayah bukan sekadar seseorang yang hadir dalam keseharian mereka. Pak Mahendra adalah tempat mereka pulang, sosok yang memberikan rasa aman, kasih sayang, sekaligus membuat mereka merasa diterima sebagai diri mereka sendiri.

Namun, ketika sosok yang selama ini menjadi tempat mereka bergantung mulai jatuh sakit, dunia mereka seakan ikut berubah. Ketakutan kehilangan pun perlahan hadir dan menjadi salah satu titik emosional dalam perjalanan film Istimewa.

Potongan adegan terbaru yang dirilis Kairos Film memperlihatkan momen ketika anak-anak harus berhadapan dengan kondisi sang Ayah. Tangis yang pecah menjadi gambaran sederhana tentang sebuah ketakutan yang sangat manusiawi: kehilangan seseorang yang begitu berarti.

Lebih dari sekadar kisah tentang anak-anak mencari ayahnya, Istimewa ingin mengajak penonton melihat kembali arti keluarga dan kehadiran. Bahwa keluarga tidak selalu ditentukan oleh hubungan darah, tetapi juga oleh siapa yang memilih untuk hadir, menjaga, menerima, dan tetap bersama ketika keadaan tidak lagi mudah.

Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa perjalanan Istimewa tidak hanya berhenti pada layar lebar. Bagi Abdullah Mansuri, produser Istimewa yang telah mengikuti perjalanan teman-teman Istimewa dalam waktu panjang, film ini menjadi kesempatan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi mereka untuk menunjukkan diri dan membawa cerita mereka sendiri.

“Buat saya, Istimewa bukan hanya tentang membuat sebuah film, tapi bagaimana kita bisa terus memberikan ruang bagi teman-teman Istimewa untuk tumbuh, berkarya, dan punya tempat yang aman untuk pulang. Karena itu, saya punya janji. Kalau Istimewa bisa mencapai satu juta penonton, saya ingin membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi di Indonesia. Saya ingin film ini tidak berhenti sebagai cerita yang kita tonton, tetapi bisa menjadi langkah untuk menghadirkan ruang nyata bagi mereka,” ujar Abdullah Mansuri, Produser Istimewa.

Janji tersebut menjadi bagian dari harapan yang lebih besar di balik film Istimewa.

Pencapaian satu juta penonton bukan hanya ditujukan sebagai angka bagi sebuah film, tetapi diharapkan dapat menjadi momentum untuk menghadirkan lebih banyak ruang yang aman, inklusif, dan memberikan kesempatan bagi teman-teman Istimewa di
berbagai daerah untuk tumbuh dan berkarya.

Sementara itu, Mathias Muchus, yang memerankan Pak Mahendra, melihat hubungan antara sang ayah dan anak-anak di film ini sebagai gambaran tentang arti keluarga yang lebih luas.

“Yang membuat saya jatuh hati pada Istimewa adalah ketulusannya. Film ini mengingatkan kita bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang siapa yang memilih untuk menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan.”Ujar aktor kawakan Mathiaus Mucus.

Bagi Ruben Adrian, perjalanan bersama para pemeran anak-anak dalam film ini juga menjadi pengalaman yang membuatnya melihat kembali bagaimana sebuah karakter seharusnya dibangun.

“Sejak awal kami ingin menghadirkan film yang bisa mengubah cara pandang seseorang dan dinikmati semua kalangan. Ada tawa, ada petualangan, ada momen-momen yang hangat, tetapi di saat yang sama penonton juga diajak mengenal anak-anak ini sebagai manusia yang utuh.” kata Ruben.

Melalui perjalanan Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul dalam mencari sang Ayah, Istimewa membawa cerita tentang persahabatan, keluarga, kehilangan, keberanian, hingga penerimaan. Mereka tidak hanya hadir sebagai karakter yang dikasihani, tetapi sebagai
anak-anak dengan kepribadian, mimpi, pilihan, dan cerita mereka sendiri.

Pada akhirnya, perjalanan Istimewa bukan hanya tentang menemukan kembali seseorang yang mereka cintai. Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah rumah bisa hadir melalui orang-orang yang memilih untuk tetap ada.

Film Istimewa akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis ini, 17 September 2026. Saksikan perjalanan mereka dan ikut menjadi bagian dari langkah menuju satu juta penonton, sebuah langkah yang, jika tercapai, akan membuka jalan bagi hadirnya Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi di Indonesia. (Phyd)

Aku Istimewa. Kamu Juga Istimewa.

Redaksi

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous Article7 Tips Memilih Tukang Jahit Garment Terdekat yang Rapi dan Tepat Waktu
Next Article Restu Azwari Calon Anggota BPD Tanjung Dalam Raih Suara Terbanyak di Dapil 4 Dusun IV.
yadi

Related Posts

“Aplikasi Iblis”: Debut Horor Dimas Anggara yang Mempertemukan Cinta dan Arwah

17 September 2026 1:57 PM

Andovi da Lopez Tampil sebagai Calon Gubernur di “Bapak Paling Jujur”

17 September 2026 10:04 AM

Aghniny Haque Melawan Khadam, Sang Penjaga yang Berubah Menjadi Petaka

15 September 2026 1:43 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.