Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni

Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

Lebih Leluasa Wujudkan Rencana Finansial, BRI Finance Siapkan Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»PTPP Mulai Pembangunan Museum Majapahit, Usung Konsep Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Terkini

PTPP Mulai Pembangunan Museum Majapahit, Usung Konsep Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

vritimesBy vritimes21 September 2026 8:18 AM034 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) perusahaan konstruksi dan investasi nasional dibawah naungan Danantara, memulai Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pembangunan museum ini ditujukan sebagai wadah konservasi dan pelestarian sejarah Majapahit, sekaligus menjadi pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat serta mendukung pengembangan wisata budaya di kawasan Trowulan.

Groundbreaking Museum Majapahit yang dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026, dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Bupati Jombang Warsubi, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, serta Direktur Utama PTPP Novel Arsyad beserta jajaran. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PTPP dalam mendukung pembangunan serta pelestarian warisan budaya nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pembangunan Museum Majapahit merupakan bagian dari program revitalisasi sejumlah istana, keraton, museum, dan cagar budaya yang menjadi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Menurutnya, desain museum yang terpilih melalui proses sayembara diharapkan tidak hanya merepresentasikan nilai sejarah dan budaya, tetapi juga memperhatikan aspek environmentally friendly serta menyatu dengan alam.

“Kita harapkan juga environmentally friendly. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya. Mungkin harus ada juga dipikirkan pakai tenaga surya, solar nantinya, supaya ke depan maintenance tidak terlalu besar. Ini mungkin kepada Pak Novel PTPP yang akan melaksanakan ini,” ujar Fadli Zon.

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp145,30 miliar di luar PPN ini memiliki masa pelaksanaan selama 114 Hari Kerja. Dalam pelaksanaannya, PTPP memperhatikan karakter kawasan Trowulan sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan pondasi dangkal (raft foundation) yang lebih ramah terhadap kondisi arkeologi di sekitar area pembangunan.

Sejalan dengan arahan Menteri Kebudayaan, PTPP juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan Museum Majapahit. Sistem drainase dirancang untuk mengelola air hujan agar dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali (reuse), antara lain untuk penyiraman tanaman. Museum juga akan dilengkapi sistem solar panel yang dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk penerangan, sehingga dapat mendukung efisiensi penggunaan listrik.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa PTPP berkomitmen menerjemahkan arahan pemerintah tersebut melalui pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan nilai sejarah sekaligus prinsip keberlanjutan.

“Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia. PTPP berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan, sehingga museum ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan Trowulan sebagai destinasi budaya,” ujar Joko Raharjo.

Melalui pembangunan Museum Majapahit, PTPP turut mendukung upaya pemerintah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus menghadirkan fasilitas publik yang edukatif dan ramah lingkungan. PTPP berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.

—SELESAI—

Tentang PT PP (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 23% saham ke publik. Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePelindo Gresik Integrasikan Sistem Tiket, Perkuat Akurasi Manifest Penumpang
Next Article Patroli Kamtibmas Siang Polsek Gunung Purei Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
vritimes

Related Posts

Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni

21 September 2026 12:50 PM

Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

21 September 2026 12:43 PM

Lebih Leluasa Wujudkan Rencana Finansial, BRI Finance Siapkan Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

21 September 2026 12:43 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.