Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

CEGAH GANGGUAN KAMTIBMAS, POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT SISPAM MAKO

Polsek Murung Sosialisasi Larangan Karhutla Kepada Warga Desa Muara Jaan

Polda Metro Jaya Jadi Percontohan Rantai Pasok MBG Berbasis Pangan Lokal

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Dari Pesantren untuk Presiden, Santri Titipkan Gagasan bagi Indonesia
Terkini

Dari Pesantren untuk Presiden, Santri Titipkan Gagasan bagi Indonesia

yadiBy yadi28 September 2026 8:04 AM0123 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Ada banyak cara menyampaikan harapan untuk masa depan Indonesia. Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) memilih cara yang sederhana sekaligus sarat makna: mengajak para santri menulis surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Melalui Sayembara “Surat Santri untuk Presiden”, para santri mendapat ruang untuk menuangkan gagasan, keresahan, harapan, hingga pandangan mereka mengenai masa depan bangsa. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, sayembara tersebut bukan sekadar kompetisi menulis. Menurut dia, kegiatan itu menjadi ruang bagi santri untuk menyampaikan suara mereka mengenai berbagai persoalan bangsa.

“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” ujar Basnang Said di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Basnang menilai tradisi menulis memiliki tempat penting dalam kehidupan pesantren. Karena itu, budaya tersebut perlu terus dikembangkan agar santri terbiasa mengolah pemikiran sekaligus menyampaikannya secara tertulis.

“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” katanya.

Tiga Tema untuk Suara Santri

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan peserta dapat memilih salah satu dari tiga tema yang telah disiapkan.

Ketiga tema tersebut adalah Aspirasi tentang Pendidikan, Kepedulian terhadap Lingkungan, serta Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Peserta wajib menulis surat secara manual dengan tangan menggunakan pulpen berwarna hitam atau biru. Panjang tulisan maksimal 700 kata atau dua halaman kertas A4.

Setelah selesai, surat dipindai dan dikirim dalam format PDF. Karya yang dikirim harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi, serta belum pernah menjadi juara dalam kompetisi lain.

“Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email, harisantri2026@kemenag.go.id pada 25 September sampai 2 Oktober 2026,” jelas Yusi.

Peserta juga diminta melengkapi data diri, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, serta pernyataan keaslian karya.

Surat yang Bisa Sampai ke Istana

Yang menarik, sayembara ini tidak berhenti pada aktivitas menulis di lingkungan pesantren. Para pemenang akan mendapatkan kesempatan hadir dalam “Malam Bhakti Santri untuk Negeri”, yang menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026.

Acara tersebut dijadwalkan mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dengan demikian, surat yang awalnya ditulis dengan tinta hitam atau biru di atas selembar kertas berpotensi menjadi jembatan komunikasi antara santri dan pemimpin negara.

Di balik kompetisi itu, Kemenag ingin menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang memahami tradisi keilmuan keagamaan. Dari lingkungan pesantren juga tumbuh anak-anak muda yang membaca perubahan zaman, memikirkan persoalan masyarakat, dan memiliki gagasan tentang Indonesia yang mereka harapkan.

Surat pun menjadi medium sederhana untuk menyampaikan suara tersebut.

Dari meja belajar santri, gagasan tentang pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan rakyat itu ditulis tangan, dikirim, dan dipertemukan dengan momentum Hari Santri 2026.

Redaksi

Basnang Said Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Hari Santri 2026 Malam Bhakti Santri untuk Negeri Sayembara Bikin Surat Surat Santri untuk Presiden
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleDari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case
Next Article Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park
yadi

Related Posts

CEGAH GANGGUAN KAMTIBMAS, POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT SISPAM MAKO

29 September 2026 11:01 AM

Polsek Murung Sosialisasi Larangan Karhutla Kepada Warga Desa Muara Jaan

29 September 2026 11:01 AM

Polda Metro Jaya Jadi Percontohan Rantai Pasok MBG Berbasis Pangan Lokal

29 September 2026 10:45 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.