29
Maret
2026
Minggu - : WIB

The Company Philippines – Makati Launches With EOR Services for Australian Firms

vritimes
Juli 27, 2025 3:06 pm pada BISNIS

Makati City, Philippines – As Australia’s tech and customer experience (CX) sectors struggle with persistent talent shortages, one company is offering a practical cross-border solution. Opening August 1 in Legazpi Village, Makati, The Company Makati connects Australian businesses to the Philippines’ deep pool of highly skilled, English-speaking professionals without the red tape of relocation or visas.

Backed by Zeroten Philippines Inc., a subsidiary of Japan-based Zero-Ten Park Co., Ltd., The Company isn’t just a workspace. It’s a launchpad for building remote, high-performance teams—complete with Employer-of-Record (EOR) services, recruitment support, and operational infrastructure.

“We know what’s keeping Australian tech founders and CX leaders up at night,” said Joy Garingo – Dela Serna, General Manager of The Company Philippines. “It’s hiring fast without burning out your team or your capital. With our solution, you can tap into the Philippine talent market legally and seamlessly with office space, compliance, and HR support bundled in.”

Flexible Hiring Meets Flexible Work

The 860-square-meter facility, located in Frabelle Business Center, features:

• Private offices and coworking areas for offshore or hybrid teams

• Interview rooms, event venues, and day offices for visiting execs

• A full-service Japanese Desk and concierge for bilingual or global support

• Business-grade internet, 24/7 security, and plug-and-play infrastructure

Whether you’re hiring developers, marketers, support reps, or creatives, The Company’s EOR service lets you onboard talent fast while remaining compliant with local laws. No Philippine entity required. No visa bottlenecks. Just a direct channel to one of the world’s most outsourced talent markets.

“We’re not here to just lease desks,” said Masaki Suguro, CEO of Zeroten Philippines Inc. and COO of Zero-Ten Park. “We’re here to solve a bigger problem: scaling businesses in a high-cost world. Australian firms can expand into Southeast Asia without leaving home.”

A Regional Network Built for Cross-Border Growth

Now with 16 locations across Japan, Singapore, Hawaii, Vietnam, and the Philippines, The Company supports over 400 companies and 1,800 members globally. The new Makati location is its flagship in Metro Manila and a critical node in its Southeast Asia network.

Why It Matters for Australia

Talent Gap: Australia’s digital workforce shortage is projected to hit 1.2 million by 2030 (Tech Council of Australia)

High Costs: Salaries, overhead, and visa hurdles limit scale

Opportunity: The Philippines remains a top destination for CX, software development, and back-office talent—educated, English-proficient, and cost-effective

Now Booking: Tours, Consults, and EOR Briefings

The Company Makati opens August 1, 2025. Workspace tours and EOR consultations are now available. Custom onboarding support is offered for Australian firms with immediate hiring needs.

Facility at a Glance:

Address: 11F, Frabelle Business Center, Rada St., Legazpi Village, Makati City

Size: 9,284.84 sq. ft. (approx. 860 sq. m.)

Offerings: Private offices, coworking, fixed desks, meeting rooms, event venues, interview rooms, focus pods, and virtual offices

Support: Employer-of-Record (EOR), recruitment assistance, Japanese Desk, concierge, and secure 24/7 access

About The Company

Founded in Fukuoka, Japan, The Company is a workspace and community that champions work-sharing and multi-location collaboration, supporting startups, cross-border teams, multinational creators, and local communities across 15 locations in 5 countries, with 400 companies and 1,830 members as of January 2025.

Website: https://thecompany.jp

Operating Company:

Zero-Ten Park Co., Ltd. (Fukuoka, Japan), specialists in workspace operation, real estate, business matching, M&A, startup investment and support, and consulting. The new Manila location strengthens the ASEAN network and supports the overseas expansion of Japanese companies.

Website: https://zerotenpark.jp

Local Subsidiary:

Zeroten Philippines Inc. is the local subsidiary managing The Company brand in the Philippines, including Cebu and Makati, supporting Australian, Japanese, and Southeast Asian companies through employer-of-record services, outsourced human resources & workspaces.

Website: https://thecompany.ph

About Zeroten Philippines Inc
Zeroten Philippines Inc. Zeroten Philippines Inc. is the local operating arm of Japan’s Zero-Ten Park Co., Ltd., offering a dual service model: flexible workspaces under The Company brand and fully compliant Employer-of-Record (EOR) services for global businesses. Through its hubs in Cebu and Makati, Zeroten enables foreign companies to legally hire Filipino professionals, manage payroll, and run operations in the Philippines—without the need to set up a local entity. The company combines workspace infrastructure with end-to-end HR and administrative support, making offshore team-building simple, fast, and secure.
This press release has also been published in VRITIMES
Disalin

Pos Terkait

November 20, 2025 7:42 am
Tokoh Logistik Nasional Bongkar Penyebab Biaya Logistik Termahal di Asia TenggaraBiaya logistik Indonesia mencapai 14,9% dari PDB, yang mana tertinggi di Asia Tenggara, yang disebabkan oleh empat faktor utama yang menghambat daya saing, yaitu: proteksi industri truk dan oligopoli, mahalnya infrastruktur tol, fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta kompleksitas regulasi dan birokrasi; namun, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), Daniel Budi Setiawan, menawarkan solusi strategis melalui digitalisasi logistik dengan aplikasi muatmuat yang bertujuan mengoptimalkan utilitas armada, meningkatkan transparansi pasar, dan menekan biaya suku cadang guna menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan kompetitif. JAKARTA – Biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), tertinggi di Asia Tenggara dan jauh di atas rata-rata negara maju (8-9%) dinilai menjadi ancaman serius bagi daya saing ekonomi nasional. Menurut Ir. Daniel Budi Setiawan, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), tingginya biaya logistik mencerminkan masih rendahnya efisiensi rantai pasok nasional yang berimbas langsung pada harga produk dan daya beli masyarakat. “Angka 14,9% ini sangat membebani. Biaya tersebut akhirnya ditransfer ke harga jual produk, membuat barang-barang kita kurang kompetitif di pasar global,” ujar Daniel. Empat Faktor Penghambat Efisiensi Logistik Nasional Berdasarkan pengalaman Daniel selama puluhan tahun memimpin perusahaan logistik PT. Siba Surya yang punya aset ribuan truk dari yang awalnya hanya belasan, terdapat empat variabel utama yang berkontribusi terhadap tingginya biaya logistik Indonesia, di mana sebagian besar masih berada dalam kendali kebijakan pemerintah. 1. Proteksi Industri Truk (Kartel Pabrikan): Kebijakan proteksi yang sudah berjalan lebih dari lima dekade terhadap merek truk asal Jepang seperti Fuso, Hino, Isuzu, dan Nissan Diesel menyebabkan harga barang modal meningkat drastis. “Sampai saat ini, commercial vehicle masih dibebani bea masuk 35-45%. Empat merek besar itu berada dalam posisi oligopoli. Kalau mereka sepakat menaikkan harga, pasar tidak punya pilihan lain,” tegas Daniel. 2. Infrastruktur Tol yang Mahal: Tidak seperti di negara maju, di mana pajak kendaraan sudah mencakup hak menggunakan jalan bebas hambatan, Indonesia masih menerapkan sistem tol berbayar yang dianggap mahal bagi pelaku transportasi barang. Hal ini menambah biaya transportasi logistik di luar pajak kendaraan tahunan. 3. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah: Ketergantungan terhadap suku cadang dan bahan bakar impor membuat biaya operasional sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah. Setiap perubahan kurs berpotensi menaikkan ongkos logistik secara signifikan. 4. Regulasi dan Birokrasi: Kompleksitas perizinan, pajak ganda (PPN, PPh, Bea Masuk, PKB, KIR), serta birokrasi antarinstansi memperpanjang proses dan meningkatkan biaya distribusi nasional. Peran Swasta: Mendorong Efisiensi dan Transparansi Meski tiga dari empat faktor tersebut bersifat makro, sektor swasta dinilai tetap memiliki ruang untuk mendorong efisiensi melalui inovasi dan digitalisasi logistik. Berbekal pengalaman puluhan tahun menghadapi kompleksitas industri logistik, Daniel menghadirkan muatmuat sebagai solusi strategis bagi pelaku logistik untuk memangkas biaya dan membuka efisiensi baru dalam rantai pasok Indonesia. Daniel mencontohkan langkah-langkah yang dapat diambil industri untuk mengurangi beban biaya, seperti: 1. Mengoptimalkan Utilisasi Armada: Mengurangi jumlah truk yang kembali kosong (empty return) dengan sistem pencocokan muatan digital di fitur Transport Market. 2. Meningkatkan Transparansi Pasar: Menghubungkan pengirim dan transporter secara langsung agar rantai distribusi lebih efisien dan biaya mark-up berkurang. 3. Digitalisasi Suku Cadang: di muatmuat juga tersedia Platform e-commerce bernama muatparts khusus logistik dapat menghadirkan harga suku cadang yang lebih kompetitif untuk menekan biaya operasional transportasi. “Kami percaya efisiensi pasar dapat dicapai lewat kolaborasi dan keterbukaan data. Semakin terhubung pelaku logistik nasional, semakin sehat pula industrinya,” tambah Daniel di podcast bersama Helmy Yahya. Aplikasi muatmuat, yang dikembangkan oleh Daniel Budi Setiawan dan kini telah dipercaya oleh puluhan ribu pelaku logistik nasional sejak mulai dipasarkan pada 2024, menjadi contoh nyata kontribusi sektor swasta dalam membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan berdaya saing. Karakter yang Dibutuhkan untuk Bertahan di Industri Logistik Bagi Daniel, industri logistik adalah arena yang menuntut ketahanan mental, disiplin, dan keberanian untuk terus bergerak. “Yang bisa survive di industri ini adalah mereka yang punya dedikasi penuh dan mental petarung,” ujarnya. Berhenti sejenak saja bisa tersingkir oleh mekanisme pasar, sehingga ekspansi dan adaptasi menjadi kunci untuk bertahan. Pengalaman panjang Daniel menghadapi kerasnya industri transportasi membentuk pemahaman bahwa banyak pelaku logistik sebenarnya mampu tumbuh, asal prosesnya dibuat lebih sederhana, efisien, dan terukur. Dari sinilah muatmuat lahir: sebagai perpanjangan dari semangat bertarung itu. Bukan sekadar platform, tetapi alat yang membantu pelaku industri meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya operasional, dan tetap kompetitif di tengah tantangan. Bagi Daniel, logistik memang keras, tapi selalu memberi ruang bagi mereka yang cukup kuat dan cukup berani untuk terus maju. Tentang muatmuat muatmuat hadir dengan visi menjadi produk yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat logistik di Indonesia. khususnya yang berdampak kepada : 1. Rendahnya daya beli masyarakat 2. Rendahnya kualitas atau nilai kompetitif sebuah produk/jasa, dan 3. Roda perekonomian di Indonesia Berbekal pengalaman nyata selama 4 generasi di bidang logistik serta teknologiyang handal, kami siap bersama pemangku kepentingan berkolaborasi mengemban misi dalam mendigitalisasi dan membangun industri logistik yang berkelanjutan. Kami turut mengajak masyarakat logistik untuk tergabung, saling terhubung dan jalan mudah bersama kami. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU