
Muara Teweh, 29 Juli 2025 – Tim gabungan dari Resmob Polda Kalimantan Tengah, Polres Barito Selatan, dan Polres Barito Utara berhasil menangkap empat pelaku gendam lintas provinsi yang menipu seorang wanita lansia di Muara Teweh. Penangkapan dilakukan di SPBU Simpang Kurun, Kabupaten Pulang Pisau, saat para pelaku berada di dalam mobil.
Keempat pelaku, terdiri dari tiga pria dan satu perempuan, berasal dari Sulawesi Selatan dan diketahui telah melakukan aksi serupa di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, hingga Papua. Penangkapan berlangsung cepat dan terencana.
Kasus bermula pada kamis (06/03/2025) pukul 06.00 WIB saat korban sedang menyiram tanaman di dekat rumahnya di Jalan Tumenggung Surapati, Muara Teweh. Seorang pelaku berpura-pura menjadi warga asal Brunei Darussalam yang sedang mencari telur asin untuk oleh-oleh. Korban lalu diajak ke pasar oleh pelaku perempuan untuk menunjukkan lokasi penjual telur asin.
Saat berada di dalam mobil, pelaku lain mengaku sebagai “orang pintar” dan menunjukkan benda seperti intan yang diklaim sebagai tanda berkah. Pelaku lain kemudian berpura-pura meminta doa untuk uang dalam tasnya, lalu membujuk korban agar ikut menaruh perhiasannya dalam tas yang sama.
Korban akhirnya menyerahkan seluruh perhiasan emasnya, yang kemudian dimasukkan ke dalam tas milik pelaku. Setelah mengantar korban pulang, pelaku meminta agar tas dibungkus dengan sajadah dan dibuka keesokan harinya. Namun, isi tas tersebut hanyalah tisu basah.
Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., melalui Kasubsi Penmas Iptu Novendra W.P., mengungkapkan bahwa sasaran utama komplotan ini adalah perempuan lanjut usia (lansia) yang sedang beraktivitas sendirian di sekitar permukiman.
Selain itu, Menurut Kasatreskrim Polres Barito Utara, AKP Ricky Hermawan, total kerugian korban ditaksir mencapai Rp188 juta, dengan berat emas sekitar 120 hingga 130 gram. Setelah beraksi, para pelaku sempat melarikan diri ke arah Kalimantan Timur sebelum akhirnya ditangkap.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama lansia, agar selalu waspada terhadap orang tidak dikenal yang menawarkan bantuan, hadiah, atau mengaku memiliki kemampuan spiritual. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan korban lain di daerah berbeda.(ed)