Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

APEL SIANG, KAPOLRES SERUYAN TEKANKAN SEMANGAT DAN DISIPLIN PERSONEL

TEGURAN SIMPATIK, SATLANTAS POLRES SERUYAN EDUKASI PENGENDARA AGAR TERTIB BERLALU LINTAS

Polres Barito Utara Kawal Pembangunan Daerah, Kapolres Hadiri Groundbreaking Bersama Bupati dan Forkopimda

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Bapak Paling Jujur: Saat Kejujuran Tak Bisa Lagi Disembunyikan
TV & Drama

Bapak Paling Jujur: Saat Kejujuran Tak Bisa Lagi Disembunyikan

yadiBy yadi8 Oktober 2026 11:40 AM073 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id |JAKARTA, Kejujuran semestinya menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan. Namun, bagaimana jika seseorang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berbohong, bahkan tak lagi memiliki “filter” untuk menyaring apa yang ada di kepalanya?

Pertanyaan itu menjadi premis utama film drama komedi Bapak Paling Jujur, produksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope. Film arahan sutradara Fajar Nugros dengan skenario Rino Sarjono tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Film berdurasi 103 menit ini mengikuti kisah Jonas Prakoso, diperankan Andovi da Lopez, seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan berhati-hati dalam memilih setiap perkataan.

Kehidupan Jonas berubah setelah sebuah kutukan dari neneknya membuat ia kehilangan kemampuan untuk berbohong.

Masalahnya, Jonas bukan hanya tak bisa berbohong. Ia juga kehilangan filter.

Apa pun yang terlintas di kepalanya dapat keluar begitu saja. Hal-hal yang semestinya dipikirkan ulang, disimpan, atau disampaikan dengan cara yang lebih tepat justru terlontar tanpa kendali.

Kejujuran yang semula terlihat sebagai kekuatan kemudian menjadi sumber kekacauan. Kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga hingga kehidupan pribadi Jonas ikut terdampak.

“Kalau kita membangun kehidupan dan kesuksesan kita di atas fondasi kebohongan, apa yang terjadi ketika suatu hari kita tidak bisa berbohong lagi?” ujar Produser Bapak Paling Jujur dari Cahaya Pictures, Aoura Lovenson Chandra.

Menurut Aoura, film tersebut ingin membicarakan pentingnya kejujuran, terutama bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, dengan pendekatan ringan dan menghibur.

“Kejujuran memang mahal dan tidak selalu mudah. Tetapi bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, kejujuran seharusnya bukan sebuah pilihan, melainkan komitmen dan tanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Fajar Nugros melihat persoalan kejujuran dalam film tersebut tidak hanya berkaitan dengan berkata benar, tetapi juga bagaimana seseorang membangun kepercayaan.

“Sebuah prestasi yang dibangun di atas kebohongan, seperti membangun istana pasir,” ujar Fajar.

Perjalanan Jonas pun menjadi gambaran tentang rapuhnya sesuatu yang dibangun tanpa fondasi kuat. Ketika “filter” yang selama ini digunakan hilang, ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari setiap perkataan dan keputusan.

Bukan Sekadar Film Politik

Meski mengambil dunia kampanye dan politik sebagai latar, Bapak Paling Jujur tidak semata-mata menjadi film tentang politik.

Cerita justru membawa penonton pada persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana manusia memilih kata, menyimpan sesuatu, mempertimbangkan perasaan orang lain, sekaligus menentukan kapan harus berkata jujur.

Premis film ini sebelumnya pernah hadir dalam film Brasil O Candidato Honesto (2014) dan film Korea Selatan Honest Candidate (2020). Versi Indonesia membawa premis tersebut ke dalam karakter, situasi, serta humor yang disesuaikan dengan konteks penonton Indonesia.

Melalui berbagai situasi absurd yang dialami Jonas, film ini mengajak penonton tertawa sekaligus mempertanyakan kembali makna kejujuran.

Sebab, berkata jujur ternyata tidak selalu sederhana. Bahkan, kejujuran yang disampaikan tanpa tanggung jawab pun dapat melahirkan konsekuensi yang tak terduga.

Selain Andovi da Lopez, film ini turut dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), Mieke Shahir, dan sejumlah pemain lainnya.

Bapak Paling Jujur berdurasi 103 menit dan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Tiket penayangan juga telah tersedia melalui berbagai aplikasi dan platform pemesanan tiket bioskop.

Red/Phyd

#FilmIndonesia AouraLovensonChandra BapakPalingJujur CahayaPictures FajarNugros FilmDramaKomedi RinoSarjono StudioAntelope
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJakarta–Seoul Perkuat Kolaborasi, dari Ekonomi Kreatif hingga Program Beasiswa
Next Article CEGAH KERUSAKAN HUTAN, POLSEK KAPUAS HULU TINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT
yadi

Related Posts

Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Kota Film, Belajar dari Kesuksesan Busan

7 Oktober 2026 9:34 PM

Polsek Kapuas Timur Cek Titik Hotspot di Desa Anjir Serapat Barat, Lakukan Pembasahan untuk Cegah Karhutla Meluas

7 Oktober 2026 2:14 PM

Final Poster Beautiful Pain Ungkap Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka

7 Oktober 2026 12:04 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.