Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

PERKUAT KEBERSAMAAN DAN KONDUSIVITAS, POLSEK KAPUAS HULU HADIR DALAM MINGGU KASIH

OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital yang Lebih Terarah dan Hadirkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

BANGUN HUBUNGAN YANG HUMANIS, POLSEK KAPUAS TIMUR SAMBANGI WARGA LEWAT MINGGU KASIH

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Raja Klungkung Rangkul Nusantara Satukan Langkah Lestarikan Budaya Adiluhung Peringati Dirgayusa Abhiseka ke-XVl Ida Dalem Smara Putra
Terkini

Raja Klungkung Rangkul Nusantara Satukan Langkah Lestarikan Budaya Adiluhung Peringati Dirgayusa Abhiseka ke-XVl Ida Dalem Smara Putra

ranuBy ranu11 Oktober 2026 8:02 AM0134 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Raja Klungkung Rangkul Nusantara Satukan Langkah Lestarikan Budaya Adiluhung Peringati Dirgayusa Abhiseka ke-XVI Ida Dalem Smara Putra

 

 

Analisnews.co.id — KLUNGKUNG | Puri Agung Klungkung memperingati Dirgayusa Abhiseka ke-XVI Ida Dalem Smara Putra, Raja Klungkung XII di Kerta Gosa, Kompleks Istana Kerajaan Klungkung, Sabtu (10/10/2026).

Peringatan 16 tahun pengabdian tersebut menjadi momentum memperkuat pelestarian adat, budaya, dan warisan sejarah kerajaan di Bali.

Mengusung tema “Melestarikan Adat Budaya Dresta Bali, Klungkung Heritage”, perayaan ini menandai perjalanan Ida Dalem Smara Putra sejak dinobatkan pada 10 Oktober 2010 hingga 10 Oktober 2026.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya para raja dan sultan se-Nusantara, para penglingsir puri, anggota DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), pejabat Kodam IX/Udayana, Kapolres Klungkung, Bupati Klungkung I Made Satria, SH, serta Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, SE. Hadir pula tokoh adat dan krama dengan mengenakan busana adat Bali lengkap dengan udeng sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian budaya.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam pesan yang disampaikan pada kesempatan tersebut, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas penyelenggaraan Angayu Bagya 16 Tahun Abhiseka Ida Dalem Raja Klungkung.

“Ini menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan tradisi budaya Puri Agung Klungkung. 16 tahun sejak 10 Oktober 2010 bukan waktu yang singkat. Ini menunjukkan keteguhan, tanggung jawab, dan komitmen menjaga budaya dan tradisi agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” terangnya.

Fadli Zon menegaskan, tradisi Puri Agung Klungkung menyimpan jejak sejarah kerajaan yang panjang, termasuk adat, pengetahuan, nilai-nilai, dan seni yang membentuk identitas masyarakat serta menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa.

“Indonesia adalah negara yang kaya budaya, cultural mega diversity dan Undang-Undang Dasar kita mengamanatkan untuk bersama-sama memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia,” ujarnya.

Menurutnya, kebudayaan harus terus dilestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan agar generasi penerus mengenal akar budayanya, memahami makna yang terkandung di dalamnya, serta memiliki kebanggaan untuk meneruskan warisan tersebut.

“Disamping itu, kita juga membutuhkan ekosistem kebudayaan yang hidup dan berkembang berkelanjutan, di mana tradisi tidak membeku di masa lalu, melainkan bertransformasi menjadi kekuatan utama di masa depan, The Power of Culture. Dalam hal ini, untuk memajukan budaya harus dilaksanakan dengan kolaborasi multisektoral yang kuat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, upaya memajukan kebudayaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelaku budaya, hingga komunitas.

Atas dasar itu, Kementerian Kebudayaan mendukung penyelenggaraan Angayu Bagya 16 Tahun Abhiseka Ida Dalem Raja Klungkung sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan di Indonesia.

Sementara itu, Ida Dalem Smara Putra, Raja Klungkung XII, mengapresiasi kehadiran para raja dan sultan se-Nusantara, penggiat serta pecinta pelestarian budaya, para penglingsir puri se-Bali, Bendesa Agung, dan pemangku Pura Kahyangan Jagat.

“Memasuki tahun ke-16, kebahagiaan ini semakin bertambah. Pengabdian untuk pelestarian adat dan budaya, khususnya Klungkung memiliki ciri khas, yaitu Abhiseka ratunya bergelar Dalem, tentu berbeda dengan Puri yang lain,” tuturnya.

Ida Dalem Smara Putra juga menyoroti tantangan pelestarian adat dan budaya di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempermudah akses informasi turut membawa tantangan terhadap keberlangsungan nilai budaya dan kearifan lokal.

“Tantangan kehidupan di masyarakat terkait adat dan budaya di era modern semakin kompleks. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempermudah akses secara tidak langsung mulai menggeser nilai budaya dan kearifan lokal,” terangnya.

Meski demikian, ia menegaskan komitmen untuk terus menjaga kelestarian adat dan budaya di Klungkung, khususnya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

“Namun demikian kita tetap akan berupaya menjaga adat dan budaya agar tetap lestari di Klungkung, khususnya Indonesia,” paparnya.

Ia juga mengajak para raja dan sultan di seluruh Nusantara untuk terus memperkuat persatuan dalam menjaga warisan budaya, meskipun memiliki latar belakang suku, adat, dan tradisi yang berbeda.

“Untuk itu, kepada Raja dan Sultan dari Nusantara, walaupun kita berbeda suku, adat dan budaya, tetapi kita memiliki satu tujuan yaitu melestarikan adat dan budaya adiluhung. Berbeda dalam metode dan cara, namun tujuan sama dalam wadah besar Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Ida Dalem Smara Putra.

Peringatan Dirgayusa Abhiseka ke-XVI ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Klungkung sebagai pusat warisan budaya dan sejarah kerajaan di Bali. Selain merawat tradisi yang diwariskan leluhur, kegiatan tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi antargenerasi dan antardaerah agar kebudayaan tetap hidup di tengah perubahan zaman.(ranu)

 

Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Smara Putra, Dirgayusa Abhiseka XVI, Fadli Zon, Klungkung Heritage

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBlue Light Patroli, Satlantas Polres Kapuas.
Next Article Personel Polsek Kapuas Hilir Gelar Giat Minggu Kasih (11/10/2026)
ranu

Related Posts

PERKUAT KEBERSAMAAN DAN KONDUSIVITAS, POLSEK KAPUAS HULU HADIR DALAM MINGGU KASIH

11 Oktober 2026 9:47 AM

BANGUN HUBUNGAN YANG HUMANIS, POLSEK KAPUAS TIMUR SAMBANGI WARGA LEWAT MINGGU KASIH

11 Oktober 2026 9:29 AM

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Polsek Kapuas Murung Gelar Minggu Kasih

11 Oktober 2026 9:16 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.