Krisis BBM Tampar Wajah Bali: Antrean Mengular hingga Masuk Gang Perumahan, Jro Bima Desak Copot Dirut Pertamina Patra Niaga
DENPASAR | Analisnews.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali kian parah. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang mengular hingga masuk ke gang perumahan warga.

Ketua Yayasan Keris Bali yang juga Ketua DPW Partai Perindo Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa Jro Bima, dengan lantang menyuarakan pertanggungjawaban Pertamina dan pencopotan Dirut Pertamina Patra Niaga Simon Aloysius Mantiri.
“Copot Dirut Utama Pertamina Patra Niaga Simon Aloysius Mantiri. Pertamina jangan lari dari tanggung jawab,” tegas Jro Bima, Rabu (14/10/2026).
Menurut Jro Bima, desakan tersebut bukan tanpa dasar. Kelangkaan BBM di SPBU yang terjadi beberapa hari terakhir di hampir seluruh kabupaten/kota se-Bali secara tidak langsung telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat.
“Bali adalah wajah Indonesia di mata dunia. Kelangkaan BBM ini secara tidak langsung telah menampar wajah Bali dan merusak aktivitas ekonomi, pariwisata, dan citra Bali dimata dunia yang sudah susah payah kita bangun,” ujarnya.
Ibadah dan Sekolah Terganggu, Warga Sengsara
Jro Bima menyebut dampak kelangkaan BBM di SPBU sangat dirasakan semua lapisan masyarakat. Antrean yang mengular sejak pagi hingga malam hari memaksa warga berjemur kepanasan, itupun tanpa kepastian akan mendapatkan BBM.
Lebih memprihatinkan lagi, kelangkaan BBM terjadi bertepatan dengan Rahinan Purnama Cemeng Klawu yang dilaksanakan umat Hindu di Bali. Aktivitas ibadah dan persembahyangan ke pura terganggu akibat sulitnya mendapatkan BBM.

Hari ini juga merupakan dewasa ayu, hari baik untuk pernikahan bagi umat Hindu Bali. Banyak undangan tidak bisa hadir akibat kelangkaan BBM.
“Anak sekolah tidak bisa berangkat sekolah, karyawan tidak bisa masuk kerja. Dengan tegas ia menyebut saat ini Bali dipermalukan oleh Pertamina. Dalam sejarah, belum pernah terjadi kelangkaan BBM sejarah, bahkan selama tiga hari berturut-turut seperti ini,” ungkapnya.
Di lapangan untuk mendapat BBM, masyarakat bahkan terpaksa merogoh kocek hingga Rp 40.000 untuk mendapatkan satu liter Pertalite dari pengecer eceran.
“Berapa juta masyarakat yang sudah disengsarakan? Antre dari pagi, siang kepanasan sampai malam, itu pun belum tentu mendapatkan BBM,” katanya.
Tagih Janji Pertamina
Jro Bima mengingatkan, sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster telah bertemu dengan Direksi Pertamina yang menjanjikan pasokan BBM akan kembali lancar dalam beberapa hari.
Namun faktanya di lapangan, BBM masih sulit didapat dan antrean masih mengular panjang.
“Bali ini bumi gemah ripah loh jinawi, penyumbang devisa besar bagi negara, bahkan Bali disebut sebagai wajah Indonesia. Jangan biarkan Bali sengsara karena kelalaian manajemen Pertamina,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah pusat, Gubernur Koster, dan manajemen Pertamina segera mengambil langkah konkret dan darurat agar krisis BBM ini tidak berlarut-larut dan semakin merugikan masyarakat Bali(Ranu)
I Ketut Putra Ismaya Jaya, Jro Bima, Yayasan Keris Bali, Krisis BBM Bali, Pecat Dirut Pertamina, Pertamina Patra Niaga
