Tapanuli Utara – analisnews.co.id
Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dalam sepekan terakhir menggugah Yayasan Pelita Kita Bersama dan mengajak Dinas Kesehatan (Dinkes) P2KB Taput bergerak cepat membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya 15 kecamatan terdampak kabut asap, meliputi Adian Koting, Garoga, Muara, Pagaran, Pahae Jae, Pahae Julu, Pangaribuan, Parmonangan, Purbatua, Siatas Barita, Siborongborong, Simangumban, Sipahutar, Sipoholon dan Tarutung. Kondisi terparah terlihat di Kecamatan Siborongborong, Desa Sitabotabo, dimana jarak pandang hanya sekitar 1 Km.
Fenomena ini diduga merupakan asap kiriman lintas batas dari kebakaran hutan di wilayah lain. BMKG Wilayah I Medan mengonfirmasi tidak ada titik api (hotspot) aktif di wilayah Sumatera Utara saat kabut menyelimuti Tarutung dan Silangit.
Mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, Ketua yayasan Pelita Kita Bersama Jhonson Edi Simanjorang Berinisiatif mengajak P2KB Taput untuk menggelar aksi membagikan masker kepada pejalan kaki maupun pengendara yang melintas.
Aksi pembagian masker tersebut di gelar di dua tempat yakni simpang empat tugu lonceng di jl.SM.Raja,dan simpang empat Hutabarat jl.Raja Johanes, pada kamis 16 Oktober 2026.
Aksi pembagian masker tersebut di hadiri Sekdis Kesehatan drg.Bunga Uhur dan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit(P2P) Sevenris ButarButar.

Ketua Yayasan Pelita Kita Bersama Jhonson Edy Simanjorang mengatakan bahwa “kegiatan ini untuk meminimalisir dampak buruk asap terhadap kesehatan warga, khususnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)” pungkasnya.
Sekdis Kesehatan Taput drg.Binga Uhur juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar
Menggunakan masker secara disiplin saat beraktivitas di luar ruangan,mengurangi aktivitas di luar rumah atau membatasi mobilitas jika kabut semakin pekat,segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas terdekat apabila mengalami batuk atau sesak napas.
Sevenris ButarButar mengimbau warga tidak panik namun tetap waspada, terutama kelompok rentan seperti balita, lansia dan penderita gangguan pernapasan. Warga yang mengalami gejala batuk terus-menerus, sesak napas dan mata perih diminta segera ke Puskesmas terdekat. Pesannya.(ABB)
