Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Berikan Rasa Aman Bagi Pengguna Jasa Penyeberangan, Personel Polsek Kapuas Barat Sambangi Pelabuhan Feri Saka Mangkahai

Cegah Karhutla Meluas, Polsek Kapuas Barat Bersama Tim Gabungan Berhasil Atasi Karhutla di Empat Desa

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Kapuas Barat Sebar Maklumat Kapolda di Desa Anjir Kalampan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Gala Premiere Beautiful Pain Angkat Isu Kekerasan dan Hubungan Toxic, Pesan Kuat untuk Perempuan Berani Keluar dari Lingkaran Trauma
Terkini

Gala Premiere Beautiful Pain Angkat Isu Kekerasan dan Hubungan Toxic, Pesan Kuat untuk Perempuan Berani Keluar dari Lingkaran Trauma

hartonoBy hartono15 Oktober 2026 10:17 PM064 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

Jakarta, Analisnews.co.id,15 Oktober 2026 – Film Beautiful Pain hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan membawa pesan sosial tentang keberanian perempuan keluar dari hubungan toxic, menghadapi pelecehan seksual, dan melawan stigma masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Gala Premiere Beautiful Pain di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Usai Borong Penghargaan Internasional, Film Drama-Action ‘Bandit’ Resmi Berkompetisi di Jakarta Film Week 2026

Melalui kisah perempuan yang berjuang merebut kembali harga dirinya, film ini menyoroti persoalan victim blaming, tekanan sosial terhadap korban, serta perjuangan ibu tunggal membangun kehidupan baru. Film ini sekaligus menegaskan bahwa meninggalkan hubungan yang merusak bukanlah tanda kekalahan, melainkan langkah untuk menyelamatkan diri dan masa depan anak.

Beautiful Pain mengisahkan perjalanan Niken (Raihaanun), seorang perempuan yang memilih mengakhiri pernikahan toxic bersama suaminya, Dirga (Baim Wong). Keputusan tersebut membuat Niken harus meninggalkan kenyamanan materi dan memulai hidup dari nol bersama ibunya demi kesehatan mental serta masa depan kedua anaknya. Namun, perjuangannya tidak berhenti setelah perceraian.

Ketika berusaha mandiri secara ekonomi dan memperjuangkan hak asuh anak, Niken justru menghadapi pelecehan seksual, fitnah, serta lingkungan yang meragukan dirinya. Kisah ini menggambarkan bagaimana perempuan korban kekerasan kerap menghadapi penderitaan berlapis akibat stigma dan kecenderungan masyarakat menyalahkan korban.

Aktris Raihaanun mengaku perjalanan emosional Niken menjadi gambaran perjuangan banyak perempuan yang berusaha bangkit dari pengalaman traumatis. Menurutnya, keberanian meninggalkan masa lalu yang menyakitkan bukanlah perkara mudah, terlebih ketika perempuan harus menghadapi pelecehan, fitnah, dan penilaian negatif masyarakat.

“Aku harap kalian yang sedang mengalami apa yang dialami Niken bisa melihat film ini dan menyadari bahwa kalian tidak sendiri, kalian tidak salah, dan kalian sangat pantas untuk mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan,” ujar Raihaanun.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya dukungan terhadap korban agar mereka memiliki ruang aman untuk berbicara tanpa takut dihakimi.

Sutradara Dmaz Brodjonegoro, yang menjalani debut penyutradaraan film layar lebar melalui karya ini, menegaskan bahwa Beautiful Pain dirancang untuk membuka ruang diskusi mengenai persoalan yang masih kerap dibungkam.

Bersama penulis skenario Titien Wattimena, ia mengangkat realitas perempuan yang kesulitan mendapatkan ruang aman ketika mengalami kekerasan serta beratnya tanggung jawab seorang ibu yang berjuang membesarkan anak seorang diri.

Sementara itu, produser Hanung Bramantyo mengapresiasi visi kemanusiaan Dmaz dalam menerjemahkan isu sensitif tersebut ke layar lebar. Keduanya berharap film ini tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi mampu mendorong masyarakat membangun empati terhadap korban.

Executive Producer Nikita Mirzani turut menyampaikan bahwa film ini bukan hanya tentang individu tertentu, melainkan tentang perjuangan perempuan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. “Ini bukan film tentang Nikita Mirzani, tapi ini adalah film tentang semua wanita Indonesia, yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan,” ungkap Nikita.

Pesan tersebut memperkuat gagasan bahwa perempuan berhak menentukan jalan hidupnya, termasuk meninggalkan hubungan yang menyakiti dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik tanpa harus terus-menerus dibebani rasa malu maupun penghakiman sosial.

Pesan perjuangan dalam Beautiful Pain juga diterjemahkan melalui instalasi puluhan kertas berbentuk kupu-kupu di lobi Epicentrum XXI. Instalasi tersebut memuat curahan hati anonim tentang trauma perselingkuhan, pengalaman kekerasan, rasa bersalah sebagai ibu tunggal, hingga harapan untuk pulih. Kupu-kupu menjadi simbol transformasi, menggambarkan bahwa pengalaman menyakitkan tidak harus menjadi akhir perjalanan seseorang.

Melalui kampanye bertema “Fight the Trauma”, film ini mengajak masyarakat berhenti menyalahkan korban, lebih peka terhadap pengalaman penyintas, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan. Sebab, keberanian untuk berbicara seharusnya disambut dengan perlindungan dan empati, bukan stigma.

Film produksi Dapur Film ini melibatkan Raihaanun sebagai Niken, Baim Wong sebagai Dirga, Tarra Budiman sebagai Randy, Anantya Kirana sebagai Naia, Evano Zyan sebagai Dio, Jajang C. Noer sebagai Rahmania, Dimas Aditya sebagai Gerry, Siti Fauziah sebagai Sekarsari, Berlliana Lovel sebagai Diana, dan Anastasia Herzigova sebagai Jane. Disutradarai Dmaz Brodjonegoro dan diproduseri Hanung Bramantyo, Beautiful Pain dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Melalui kisah Niken, film ini membawa pesan bahwa keluar dari hubungan toxic bukan kegagalan, menjadi korban bukanlah kesalahan, dan setiap perempuan berhak mendapatkan kehidupan yang aman, bermartabat, serta bebas dari kekerasan. Informasi terbaru dapat diikuti melalui akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleDALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, PERSONEL POLSEK PULAU PETAK SOSIALISASIKAN SANKSI PIDANA PELAKU KARHUTLA KE MASYARAKAT KECAMATAN PULAU PETAK
Next Article Tingkatkan Kedisiplinan dan Kesiapsiagaan, Polsek Kapuas Barat Gelar Apel Pagi
hartono

Related Posts

DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, PERSONEL POLSEK PULAU PETAK SOSIALISASIKAN SANKSI PIDANA PELAKU KARHUTLA KE MASYARAKAT KECAMATAN PULAU PETAK

15 Oktober 2026 9:43 PM

SOSIALISASI PENEBANGAN HUTAN SECARA LIAR (ILEGAL LOGING) OLEH PERSONIL POLSEK PULAU PETAK

15 Oktober 2026 9:42 PM

POLSEK PULAU PETAK LAKSANAKAN SIAGA MAKO PAGI

15 Oktober 2026 9:41 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.