Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

WUJUDKAN LINGKUNGAN BEBAS NARKOBA, POLSEK KAPUAS HULU GENCARKAN SOSIALISASI

SELAMATKAN GENERASI MUDA, POLSEK KAPUAS HULU TINGKATKAN EDUKASI BAHAYA NARKOBA

Beli Besi Eceran atau Mulai Menyetok? Hitungan untuk Usaha Fabrikasi Kecil

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Lydia, Sosok di Balik Rendang Gadih: Inovasi Mulai dari Kemasan Kecil Berkualitas di Tengah Mahalnya Bahan Baku, Tembus Pasar Ekspor
Terkini

Lydia, Sosok di Balik Rendang Gadih: Inovasi Mulai dari Kemasan Kecil Berkualitas di Tengah Mahalnya Bahan Baku, Tembus Pasar Ekspor

hartonoBy hartono19 Oktober 2026 11:52 AM054 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

Jakarta, Analisnews.co.id, eNama Rendang Gadih tak bisa dilepaskan dari sosok Brigita Lydia Syahniva S.T. Di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku, perempuan yang akrab disapa Lydia ini memimpin Rendang Gadih, usaha kuliner asal Payakumbuh, Sumatera Barat, tetap bertahan dan menembus pasar ekspor. Rendang Gadih bukan sekadar produk rendang biasa. Merek ini lahir pada 2015 dari kebiasaan sederhana: oleh-oleh khas kampung halaman yang selalu diminta teman-teman sang suami, Dedy Syandera Putera.

“Founder-nya suami saya, Bapak Dedy Syandera Putera. Dulu beliau kerja. Waktu pulang kampung, teman-teman beliau selalu minta oleh-oleh rendang. Dari situ kami punya ide, kenapa tidak coba produksi rendang. Awalnya tidak dijual, hanya untuk teman-teman. Ternyata mereka suka. Jadi, dari situ awal mulanya,” ujar Lydia di sela pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Tangerang, belum lama ini.

Meski banyak orang mengenal Sumatera Barat sebagai “Padang”, Lydia menegaskan Rendang Gadih berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. “Orang bilang itu Padang, padahal Sumatera Barat itu luas. Kami dari Payakumbuh,” ujarnya.

Perjalanan Rendang Gadih sejak 2015 tidak selalu mulus. Seperti usaha lain, ada masa naik dan turun. Tantangan terbesar datang dari kenaikan harga bahan baku yang berdampak langsung pada biaya produksi. “Bahan baku harganya sangat naik. Ini berdampak besar. Tapi kami harus tetap jalan,” kata Lydia.

Inovasi Kemasan agar Tetap Terjangkau

Untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku, Rendang Gadih tidak serta-merta menaikkan harga atau menurunkan kualitas. Strategi yang dipilih adalah berinovasi pada kemasan. Perusahaan mengeluarkan produk dengan kemasan lebih kecil agar tetap terjangkau oleh pelanggan.

“Kami keluarkan produk yang kemasannya lebih kecil. Kenapa? Biar masih terjangkau sama customer dan tidak terlalu memberatkan. Biasanya kami jual 250 gram dengan variasi harga Rp50.000 sampai Rp120.000. Karena kenaikan bahan baku, terpaksa kami sesuaikan. Tapi rasa tetap, kualitas tetap. Yang kami ubah hanya kemasannya,” jelas Lydia.

Rendang Gadih bahkan menghadirkan kemasan 50 gram sebagai solusi bagi konsumen yang ingin menikmati rendang dengan harga lebih ringan. “Ada kemasan 50 gram. Itu langsung diserbu pasar,” ujarnya. Strategi ini dinilai tepat di tengah tekanan ekonomi, ketika daya beli masyarakat perlu dijaga tanpa mengorbankan identitas rasa.

Bagi Lydia, kualitas rasa adalah harga mati. “Rasa kita tetap gurih. Kualitas tidak kami kurangi. Yang kami ubah hanya kemasan,” tegasnya.

Sertifikasi dan Ekspor

Rendang Gadih tidak hanya mengandalkan pasar domestik. Sejak beberapa waktu lalu, produk ini telah menembus pasar ekspor ke beberapa negara secara rutin. “Kemarin kita sudah deal. Rekan-rekan buyer sudah ekspor ke beberapa negara yang rutin,” kata Lydia.

Untuk memperkuat penetrasi pasar global, Rendang Gadih telah memiliki sejumlah sertifikasi, antara lain halal dan P-IRT. Pada September lalu, Rendang Gadih juga mengikuti pameran di China. “Bulan September kemarin kita pameran ke China. Habis dari sini kita akan urus sertifikasi tambahan,” ujarnya.

Kehadiran Rendang Gadih di TEI 2026 menjadi momentum untuk bertemu calon buyer baru. “Harapannya tentu bertemu dengan calon-calon buyer,” kata Lydia. Meski begitu, ia tidak memungkiri bahwa pasar rendang memiliki karakter tersendiri. Namun, pengalaman ekspor dan sertifikasi yang dimiliki menjadi modal penting.

Rendang sebagai Identitas dan Peluang Bisnis

Rendang telah lama diakui sebagai salah satu kuliner ikonik Indonesia. Bagi Lydia, rendang bukan hanya komoditas, tetapi juga cerita tentang kampung halaman, keluarga, dan kearifan lokal. “Rendang itu makanan yang sudah mendunia. Kami ingin membawa Rendang Gadih ke pasar yang lebih luas, tanpa meninggalkan rasa dan kualitas,” ujarnya.

Ke depan, Rendang Gadih berencana memperluas pasar dan memperkuat jaringan distribusi. Dengan inovasi kemasan, sertifikasi, dan partisipasi dalam pameran internasional, Lydia optimistis usaha yang dirintis suaminya pada 2015 itu dapat terus tumbuh. “Yang penting terus berinovasi dan menjaga kualitas. Tantangan pasti ada, tetapi peluangnya juga besar,” kata Lydia.

Di tengah gejolak harga bahan baku, Rendang Gadih membuktikan bahwa usaha kuliner lokal dapat bertahan dan bersaing. Kunci utamanya bukan sekadar menaikkan harga, melainkan kreativitas dalam mengemas produk agar tetap relevan dan terjangkau. Bagi Brigita Lydia Syahniva, rendang adalah warisan yang harus dijaga, sekaligus peluang bisnis yang terus diolah.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN, POLSEK KAPUAS HULU INTENSIFKAN IMBAUAN ANTI TAMBANG ILEGAL
Next Article Kapolda Banten Beserta Staf dan Jajaran Ucapkan Selamat Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
hartono

Related Posts

WUJUDKAN LINGKUNGAN BEBAS NARKOBA, POLSEK KAPUAS HULU GENCARKAN SOSIALISASI

19 Oktober 2026 12:53 PM

SELAMATKAN GENERASI MUDA, POLSEK KAPUAS HULU TINGKATKAN EDUKASI BAHAYA NARKOBA

19 Oktober 2026 12:52 PM

Wakapolres Bangka Barat Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Depan SMPN 1 Mentok, Keselamatan Pelajar Jadi Prioritas

19 Oktober 2026 12:41 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.