Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cegah Karhutla, Personel Polsek Jenamas Gencar Berikan Imbauan Dengan Warga

Cegah Karhutla, Personel Polsek GB Awai Gencar Sosialisasikan Terkait Larangan Karhutla Dengan Warga

Cegah Karhutla, Personel Polsek Dushil Gencarkan Sosialisasi Larangan Karhutla Dengan Warga

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»ASAP MASIH TEBAL, KMPTU KRITIK KEBIJAKAN DINAS PENDIDIKAN TAPUT: JANGAN TUNGGU ADA KORBAN BARU BERTINDAK
Terkini

ASAP MASIH TEBAL, KMPTU KRITIK KEBIJAKAN DINAS PENDIDIKAN TAPUT: JANGAN TUNGGU ADA KORBAN BARU BERTINDAK

alexBy alex22 Oktober 2026 10:49 AM0124 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

analisnews.co.id

**Tapanuli Utara —** Komunitas Mahasiswa Peduli Tapanuli Utara (KMPTU) menyampaikan kritik sekaligus keprihatinan terhadap kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara yang kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh 100 persen mulai Kamis, 22 Oktober 2026, sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan tertanggal 21 Oktober 2026.

Ketua KMPTU, Belaster Bolas Tua Purba, menilai bahwa keputusan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka perlu mempertimbangkan secara serius kondisi kualitas udara dan ketebalan asap yang masih menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Tapanuli Utara.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pendidikan, terutama bagi anak-anak tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP yang masih rentan terhadap dampak paparan asap.

“**Kami mempertanyakan apakah Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara sudah melihat dan memantau secara langsung kondisi asap di lapangan sebelum memutuskan untuk memberlakukan kembali pembelajaran tatap muka 100 persen. Jangan sampai keputusan administratif lebih diutamakan daripada keselamatan dan kesehatan anak-anak kita.**”

KMPTU memahami bahwa keberlangsungan pendidikan merupakan hal yang penting. Namun, pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang kehadiran siswa di ruang kelas, melainkan juga tentang bagaimana pemerintah memastikan anak-anak dapat belajar dalam kondisi yang aman dan sehat.

### KMPTU Minta Dinas Pendidikan Tidak Hanya Berpedoman pada Arahan Provinsi ###

KMPTU mengingatkan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara tidak hanya berpedoman pada arahan atau kebijakan dari tingkat provinsi, tetapi juga berani mengambil langkah berdasarkan kondisi nyata yang terjadi di daerah.

Menurut KMPTU, pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab untuk melihat langsung situasi di wilayahnya, mendengar keluhan masyarakat, serta mempertimbangkan kondisi kesehatan peserta didik sebelum menetapkan kebijakan pembelajaran.

“Kami berharap Dinas Pendidikan Taput tidak hanya melihat laporan di atas kertas atau sekadar mengikuti arahan dari tingkat provinsi. Silakan turun langsung ke lapangan, lihat bagaimana tebalnya asap yang masih dirasakan masyarakat. Kebijakan harus lahir dari kondisi nyata yang dihadapi daerah, bukan hanya berdasarkan instruksi administratif,”

KMPTU menegaskan bahwa masukan ini bukan bentuk penolakan terhadap dunia pendidikan, melainkan bentuk kepedulian agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan hak mereka untuk mendapatkan perlindungan kesehatan.

###KMPTU Minta PJJ Kembali Diberlakukan###

Atas kondisi tersebut, KMPTU meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara untuk mengevaluasi kembali kebijakan pemberlakuan PTM 100 persen dan mempertimbangkan penerapan kembali **Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)** bagi peserta didik tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP selama kondisi asap masih berisiko terhadap kesehatan.

KMPTU juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala, menyampaikan informasi yang transparan kepada masyarakat, serta menjadikan hasil pemantauan tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan.

Menurut Belaster, jangan sampai kebijakan baru dievaluasi setelah muncul keluhan kesehatan atau jatuhnya korban. Pemerintah seharusnya mengambil langkah pencegahan sebelum risiko yang lebih besar terjadi.

“**Jangan tunggu ada korban dulu baru ada perhatian! Apakah kita harus menunggu anak-anak kita jatuh sakit baru kemudian pemerintah mengambil tindakan? Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas, bukan sesuatu yang baru dipikirkan setelah masalah terjadi.**”

*Keselamatan Anak Harus Menjadi Prioritas*

KMPTU berharap Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara turut memberikan perhatian serius terhadap kondisi asap yang masih terjadi, serta mendorong koordinasi lintas instansi untuk memastikan lingkungan belajar yang aman bagi seluruh peserta didik.

Dinas Pendidikan juga diharapkan membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan yang telah diterbitkan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara dari hari ke hari. Apabila kondisi belum aman, langkah penyesuaian pembelajaran perlu segera dilakukan demi melindungi kesehatan anak-anak.

KMPTU menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat Tapanuli Utara. Pemerintah tidak cukup hanya memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung, tetapi juga harus memastikan bahwa anak-anak yang datang ke sekolah tidak dihadapkan pada risiko kesehatan yang dapat dicegah.

“Pendidikan memang penting, tetapi kesehatan dan keselamatan anak-anak kita jauh lebih mendasar. Kami meminta Dinas Pendidikan Taput turun langsung melihat keadaan, mengevaluasi keputusan, dan tidak ragu memberlakukan kembali PJJ apabila kondisi udara belum aman. **Lebih baik melakukan pencegahan sejak dini daripada menyesal setelah ada korban.**”

**Belaster Bolas Tua Purba**
Ketua Komunitas Mahasiswa Peduli Tapanuli Utara (KMPTU)

*KMPTU — Peduli, Bersuara, dan Bersinergi untuk Tapanuli Utara.*

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleRura Silindung Dikepung Asap: BPC GMKI Tarutung Desak Tindakan Nyata Pemkab Taput, Jangan Hanya Keluar Surat Edaran!
Next Article Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
alex

Related Posts

Cegah Karhutla, Personel Polsek Jenamas Gencar Berikan Imbauan Dengan Warga

22 Oktober 2026 12:00 PM

Cegah Karhutla, Personel Polsek GB Awai Gencar Sosialisasikan Terkait Larangan Karhutla Dengan Warga

22 Oktober 2026 11:58 AM

Cegah Karhutla, Personel Polsek Dushil Gencarkan Sosialisasi Larangan Karhutla Dengan Warga

22 Oktober 2026 11:57 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.