Analisnews.co.id | JAKARTA – Jakarta Running Festival (JRF) 2026 siap menghidupkan Ibu Kota pada 24–25 Oktober. Lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara akan ambil bagian dalam ajang ini, yang sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi wisata olahraga internasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan perhelatan tersebut. Mulai dari transportasi publik gratis, pengaturan lalu lintas, hingga operasi modifikasi cuaca disiapkan demi kenyamanan peserta.
Dukungan itu disampaikan Pramono saat meninjau pengambilan perlengkapan lomba atau race pack collection di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).
Ia mengapresiasi profesionalisme penyelenggara dalam mengatur alur peserta, menata area pengambilan perlengkapan, hingga menyediakan ruang penjualan merchandise.
“Ini menunjukkan bahwa Jakarta semakin dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dulunya mungkin belum pernah dilakukan. Saya melihat pelaksanaan Jakarta Running Festival ini berlangsung sangat profesional,” ujar Pramono.
Menurutnya, kualitas penyelenggaraan JRF menjadi modal penting bagi Jakarta untuk semakin diperhitungkan dalam peta olahraga internasional. Terlebih, Jakarta Half Marathon tahun ini telah meraih predikat World Athletics Gold Label.
Pramono pun berharap Jakarta Running Festival dapat berkembang hingga mampu menghadirkan ajang maraton berkelas dunia dalam beberapa tahun mendatang.
“Mudah-mudahan tiga tahun lagi major marathon bisa betul-betul dilaksanakan di Jakarta oleh Jakarta Running Festival,” katanya.
MRT Mulai Beroperasi Pukul 03.00 WIB
Untuk memudahkan mobilitas peserta, Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan transportasi publik gratis sesuai ketentuan penyelenggara. Peserta dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan menunjukkan bib, jersey, atau tanda peserta resmi.
Pramono juga menginstruksikan MRT Jakarta mulai beroperasi pukul 03.00 WIB selama dua hari pelaksanaan JRF. Kebijakan ini diharapkan membantu pelari tiba di lokasi lomba tepat waktu tanpa terkendala perjalanan dari berbagai wilayah.
“Saya sudah meminta untuk MRT mulai operasi dari jam 3 pagi. Sehingga dengan demikian, bagi runner dari mana pun mereka berada, mudah-mudahan tidak ada yang datang terlambat karena memang fasilitas itu sudah kita persiapkan,” ujarnya.
Selain transportasi, pengaturan lalu lintas akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan lomba. Masyarakat diimbau memahami penyesuaian lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi menjaga kelancaran kegiatan serta mobilitas warga.
Pemprov DKI Jakarta juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sekitar perbatasan Bogor dan Tangerang Selatan. Operasi tersebut direncanakan berlanjut hingga Sabtu (24/10), dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca.
Pramono turut meminta koordinasi antarpihak diperkuat, mengingat sejumlah agenda lain, termasuk konser musik, juga berlangsung pada akhir pekan yang sama.
Dongkrak Sport Tourism Jakarta
Dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu, Jakarta Running Festival 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi Ibu Kota.
Kehadiran pelari domestik dan mancanegara berpotensi menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, pariwisata, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
Pemprov DKI Jakarta berharap penyelenggaraan JRF berlangsung aman, tertib, dan nyaman, sekaligus memperkuat reputasi Jakarta sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
Dukungan infrastruktur, transportasi, dan tata kelola acara menjadi bagian dari upaya menjadikan olahraga sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi perkotaan.(Red/Py).
