Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bentang Sepanduk Larangan Membakar Hutan Dan Lahan Personil Polsek Kapuas Murung Melalui Giat Sosialisasi Karhutla

Personel Polsek Kapuas Murung Rutin Laksanakan Siaga Mako Pada Malam Hari

Laksanakan Giat Patroli Rutin Pada Malam Hari Personil Polsek Kapuas Murung Di Objek Vital Dan Tempat Berkumpulnya Masyarakat

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Mejaya-Jaya dan Simakrama PHDI: Satukan Langkah Menuju Guyub Hindu Nusantara dalam Satu Rumah Besar PHDI
Terkini

Mejaya-Jaya dan Simakrama PHDI: Satukan Langkah Menuju Guyub Hindu Nusantara dalam Satu Rumah Besar PHDI

ranuBy ranu25 Oktober 2026 7:09 PM0127 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Mejaya-Jaya dan Simakrama PHDI: Satukan Langkah Menuju Guyub Hindu Nusantara dalam Satu Rumah Besar PHDI

Analisnews.co.id — KARANGASEM | Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Masa Bakti 2026-2031 melaksanakan upacara Mejaya-Jaya dan Masimakrama di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Sabtu (24/10/2026).

Upacara Majaya-Jaya dan Masimakrama diikuti unsur Saba Pandita, Saba Walaka serta Pengurus Harian PHDI. Hadir pula, para Sesepuh, pengurus PHDI tingkat Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se-Bali.

Turut hadir, Kepala Biro Pemkesra Kantor Gubernur Bali, I Made Supartha, Kapoksahli Kodam IX/ Udayana, Brigjen TNI I Ketut Gunarda, Karo SDM Polda Bali, Kombes I Dewa Made Adnyana, Perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) bernafaskan Hindu, Pimpinan/Rektor Perguruan Tinggi, Tokoh-tokoh Puri, Perwakilan Pasemetonan se-Bali serta Organisasi Generasi Muda Hindu, seperti KMHDI, Puskor, Peradah dan para undangan lainnya.

Pada saat itu, Pengurus PHDI Pusat terpilih masa bakti 2026-2031 melalui Mahasabha XIII PHDI di Jakarta bersama Pengurus PSN Pusat Masa Bakti 2026-2031 yang baru terpilih dalam Mahasabha IV PSN Pusat di Denpasar mengikuti upacara Mejaya-Jaya dan Masimakrama.

Menariknya, 5 Sulinggih Sabha Pandita PHDI Pusat memimpin jalannya upacara Majaya-Jaya, yakni Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita selaku Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Wangsa Pemayun, Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, Ida Rsi Agung Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, dan Ida Peranda Rshi Agung Pinatih Kesuma Yoga.

Upacara ini menjadi momentum spiritual untuk mengawali pengabdian, sekaligus memperkuat komitmen pengurus dalam menjalankan tugas pembinaan umat Hindu di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa menegaskan upacara Mejaya-Jaya merupakan salah satu program utama pengurus dalam mengawali masa bhakti 2026-2031. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi Dharma Agama dan Dharma Negara dalam mewujudkan visi dan misi PHDI sebagai majelis tertinggi keagamaan Hindu di Indonesia.

Menurutnya, upacara Mejaya-Jaya tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga sarana mempersiapkan kesiapan lahir dan batin bagi para pengurus untuk menjalankan tanggung jawab organisasi.

“Jadi, kami melaksanakan upacara ini untuk penguatan lahir batin kami dalam mewujudkan keteguhan mental dan spiritual agar mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang menjadi swadarma kami guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera, damai, dan harmonis yang dilandasi oleh kesadaran spiritual,” kata Nyoman Cantiasa.

Secara keagamaan, upacara Mejaya-Jaya bertujuan menyucikan diri secara sekala atau lahir dan niskala atau batin. Ritual ini juga menjadi proses pengukuhan spiritual sebelum seseorang menjalankan tugas maupun memasuki tahapan kehidupan yang baru.

Melalui upacara tersebut, para pengurus memohon agar pikiran, perkataan, tindakan, dan perilaku senantiasa berlandaskan dharma.

Selain itu, mereka memohon restu, anugerah, tuntunan, serta petunjuk Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar dapat menjalankan tugas di jalan yang baik dan benar.

“Semoga kita semua yang menjadi pengurus PHDI yang baru bisa melaksanakan tugas dengan baik, dituntun dan dijauhkan dari cobaan, halangan dan sebagainya. Untuk itu, kami harapkan tugas pengurus PHDI bisa mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mewujudkan PHDI menjadi rumah besar umat Hindu Nusantara,” paparnya.

PHDI Gelar Doa untuk Tanggulangi Karhutla

Setelah rangkaian ritual Mejaya-Jaya selesai, Pengurus PHDI Pusat juga melaksanakan doa khusus untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

“Doa tersebut dilaksanakan dengan mencermati dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, PHDI Pusat mengajak umat Hindu di seluruh Indonesia melalui PHDI di masing-masing wilayah untuk melaksanakan doa bersama secara serentak saat persembahyangan Hari Suci Purnama Sasih Kelima.

Bahkan, pihaknya berharap doa bersama tersebut dapat terlaksana dengan baik di berbagai tempat suci, mulai dari Pura Kahyangan Jagat, Pura Dang Kahyangan, Pura Kahyangan Tiga, hingga pemerajan atau sanggah masing-masing.

Simakrama Petakan Persoalan dan Potensi Umat Hindu

Rangkaian kegiatan diawali dengan simakrama antara Pengurus PHDI Pusat, Gubernur Bali, jajaran Pemerintah Provinsi Bali, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kemasyarakatan Hindu se-Bali, Majelis Desa Adat (MDA), akademisi, Forum Rektor, tokoh puri, pasemetonan, tokoh adat, dan tokoh agama.

Pertemuan yang berlangsung di Wantilan Wiyata Graha, Pura Manik Mas, Besakih, Karangasem, tersebut mengusung tema “Guyub Hindu Nusantara dalam Satu Rumah Besar PHDI”.

Simakrama menjadi ruang dialog bagi berbagai komponen organisasi Hindu dan umat untuk menyampaikan saran, masukan, serta persoalan yang dihadapi hingga tingkat akar rumput.

Melalui dialog tersebut, Pengurus PHDI Pusat berupaya menghimpun data dan fakta sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan umat Hindu, khususnya di Bali, agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan umat.

Selain memetakan persoalan dan potensi, pihaknya berharap kegiatan ini memperkuat kolaborasi PHDI dengan berbagai pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pembinaan serta pengembangan sumber daya manusia Hindu.

Perkuat Organisasi hingga Tingkat Desa

Dalam rangkaian kunjungan menuju Pura Agung Besakih, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat juga dijadwalkan mengunjungi sekretariat PHDI Kecamatan Rendang dan PHDI Desa Rendang.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan struktur dan infrastruktur organisasi, mulai dari tingkat desa hingga pusat, dalam memberikan pelayanan serta pembinaan kepada umat Hindu.

Pada akhir rangkaian kegiatan, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat bersama jajaran juga dijadwalkan mengunjungi salah satu satuan pendidikan swasta yang secara mandiri mengembangkan sumber daya manusia Hindu sejak usia dini, dengan menanamkan karakter tangguh dan daya saing.

Melalui rangkaian kegiatan sekala dan niskala ini, Pengurus PHDI Pusat masa bhakti 2026-2031 diharapkan mampu menjalankan swadharma dengan baik dan benar, sekaligus memperkuat PHDI sebagai rumah besar umat Hindu Indonesia demi kejayaan Hindu Nusantara.

Terkait Program Kerja Pengurus PHDI Pusat Masa Bakti 2026-2031, Nyoman Cantiasa menegaskan, pertama, rekonsiliasi umat berfokus utama menyatukan kembali kelompok-kelompok yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan.

Bahkan, kedua belah pihak telah bersatu kembali, dalam acara Mahasabha ke-13 tahun 2026, dan kini bersama-sama bergabung dalam kepengurusan PHDI yang baru agar umat Hindu semakin solid.

“Semoga kedepan ini pelan-pelan step by step mencair, kemudian umat Hindu bersatu, konsolidasi, sehingga bisa melakukan Dharma Agama dan Dharma Negara dengan baik,” kata Nyoman Cantiasa.

Kemudian, kedua, ​Transformasi Kelembagaan PHDI. Bahkan, pihaknya melakukan penataan ulang tata kelola organisasi berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Hasil Mahasabha untuk memperkuat kearifan lokal di seluruh Nusantara.

​Meski sempat terdapat perbedaan pandangan atau dinamika di media sosial, tapi seluruh pengurus PHDI di lapangan dari berbagai latar belakang telah melebur menjadi satu kepengurusan dan tetap menjalin silaturahmi dengan harmonis.

“​Jadi, terkait dengan pandangan yang berbeda ini, sekali lagi saya jelaskan, bahwa sekarang seluruh pengurus yang ada PHDI yang dua pandangan berbeda menjadi satu di pengurus PHDI. Kita terima mereka yang orang bilang ini berbeda, itu sekarang jadi satu pengurus, baik di Saba Pandite ada, di Walaka ada, di Pengurus ada. Jadi, pelan-pelan mudah-mudahan orang yang bilang banyak konflik di media sosial sebenarnya di lapangan enggak ada, kita saling bersilaturahmi, mesimakrama dan sebagainya,” kata Nyoman Cantiasa.

Sementara itu, Sekretaris Hubungan Internasional (HI) PHDI Pusat, I Wayan Sugita menegaskan dirinya terpilih sebagai pengurus PHDI Pusat atas kesepakata untuk ngayah diri di bagian Hubungan Internasional.

Terlebih lagi, tugasnya cukup berat sebagai jembatan antara semua umat Hindu yang berada di tingkat nasional maupun di luar negeri.

Wayan Sugita mengarisbawahi, bahwa Hindu bersifat global dimanapun berada Hindu, tapi satu hal tidak bisa hilang adalah budaya, terutama budaya Bali.

“Seperti perjuangan teman-teman di Bali, budaya Bali harus tetap ajeg walaupun ditengah gempuran budaya asing. Apapun ritual yang ada di Bali dan yang diwariskan harus tetap kita hormati dan jalankan,” kata Wayan Sugita.

​Lebih lanjut, Wayan Sugita menegaskan Hindu memiliki prinsip yang disebut dengan Mokshartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma.

“Itu berarti bahwa apapun yang didapatkan itu harus melalui jalan dharma tanpa menyakiti, ahimsa sesama manusia,” kata Wayan Sugita.

Terkait program kerja Hubungan Internasional, Wayan Sugita menyatakan
pihaknya sudah menyusun program kerja dan membicarakan lebih lanjut dengan Ketua Umum PHDI Pusat tentang program khusus, dalam Hubungan Internasional.

Apalagi, banyak sekali organisasi umat Hindu di dunia ini. Itulah, tugas-tugas Wayan Sugita nanti, saat membidangi Hubungan Internasional, berkumpul dengan orang-orang dari negara-negara lain untuk membicarakan hal tersebut.

“Kita pastikan bahwa, terutama saya sebagai orang Bali, tetap mengedepankan dan menjaga Hindu Bali. Pancasila adalah pegangan kita untuk dapat tetap berkarya ditengah perubahan,” pungkasnya.

Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Ranu Sugito

 

PHDI Pusat, Mejaya-Jaya, Simakrama, Pura Agung Besakih, Hindu Nusantara

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePOLSEK KAPUAS TIMUR SOSIALISASIKAN BAHAYA HOAKS, PORNOGRAFI, UJARAN KEBENCIAN, DAN ISU SARA KEPADA MASYARAKAT
Next Article Petugas Piket Jaga Polsek Kapuas Murung, Laksanakan Giat Siaga Mako Cek Barang Inventaris Dinas Dan Ruang Tahanan
ranu

Related Posts

Bentang Sepanduk Larangan Membakar Hutan Dan Lahan Personil Polsek Kapuas Murung Melalui Giat Sosialisasi Karhutla

25 Oktober 2026 8:54 PM

Personel Polsek Kapuas Murung Rutin Laksanakan Siaga Mako Pada Malam Hari

25 Oktober 2026 8:48 PM

Laksanakan Giat Patroli Rutin Pada Malam Hari Personil Polsek Kapuas Murung Di Objek Vital Dan Tempat Berkumpulnya Masyarakat

25 Oktober 2026 8:45 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.