analisnews.co.id
TARUTUNG, 24 OKTOBER 2026 – Di tengah kepungan kabut asap pekat yang kian mengkhawatirkan, Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Cabang Tarutung Masa Bakti 2026–2028 mengambil langkah konkret dengan menggelar Aksi Kemanusiaan: Pembagian Masker Gratis dan Edukasi Cegah ISPA kepada masyarakat di kawasan Pusat Kota dan Area Menara Lonceng kota Tarutung, Sabtu (24/10/2026).
Langkah responsif ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus kritik terbuka terhadap lambatnya mitigasi dampak kesehatan dari pemerintah daerah maupun pusat. GMKI Tarutung menilai perlindungan terhadap hak hidup sehat masyarakat terkesan diabaikan akibat penanganan bencana yang birokratis dan tidak taktis.
Darurat Karhutla Nasional: Sindiran Keras atas “Gaya Lambat” Pemerintah
Ketua GMKI Cabang Tarutung, Amos, menegaskan bahwa kondisi udara di Indonesia saat ini berada dalam status darurat bencana kabut asap. Sejumlah daerah di pulau Kalimantan, Papua, hingga berbagai wilayah di Sumatera terus membara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang tidak kunjung reda.
“Kita semua mendoakan agar bencana nasional ini segera pulih. Namun, bagaimana situasi ini mau pulih jika pemerintah masih menggunakan ‘gaya lambat’ dalam merespons dampak di lapangan? Kabut asap sudah mengepung pemukiman sepekan terakhir, tetapi penanganan konkret di sektor kesehatan masih sangat minim. Negara tidak boleh kalah oleh asap dan lambatnya birokrasi,” tegas Amos.
Melalui semangat perjuangan “Bergerak Bersama, Peduli Sesama”, jajaran BPC GMKI Tarutung mengoordinasikan kadernya secara langsung sejak pukul 09.00 WIB untuk mendistribusikan pasokan masker secara merata.
Aksi lapangan ini difokuskan kepada kelompok masyarakat yang rentan terpapar polusi udara di ruang publik, antara lain:
• Pejalan kaki dan pedagang jalanan.
• Pengendara roda dua dan angkutan umum.
• Anak-anak, balita, serta warga lanjut usia (lansia) di kawasan Rura Silindung.
Selain membagikan alat pelindung pernapasan, para kader GMKI juga memberikan edukasi preventif secara langsung mengenai bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, aman, lancar, dan mendapat apresiasi luar biasa dari warga yang merasa hak kesehatannya lebih diperhatikan oleh gerakan mahasiswa ketimbang instansi terkait.
Melalui momentum aksi ini, GMKI Cabang Tarutung mengajak seluruh elemen masyarakat dan jurnalis nasional untuk bersama-sama mengawal isu lingkungan ini. Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dipenuhi oleh negara tanpa dalih apa pun.
GMKI Tarutung berkomitmen akan terus berdiri di garis depan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Silindung dan melakukan kontrol sosial yang ketat terhadap kinerja pemerintah dalam penanggulangan bencana ekologis ini.
Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, Tinggi Pengabdian.
Ut Omnes Unum Sint!
Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Tarutung 2026–2028.(ABB)
