Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

itel Rilis Smartwatch terbaru Fit O18, Mulai Gaya Hidup Sehat Tanpa Mahal

SAT SAMAPTA POLRES SUKAMARA LAKSANAKAN PATROLI PERINTIS PRESISI DI DEPAN KANTOR BUPATI, CEGAH GANGGUAN KAMTIBMAS

Petugas Piket Jaga Polsek Kapuas Murung, Laksanakan Giat Siaga Mako Cek Barang Inventaris Dinas Dan Ruang Tahanan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Pemprov DKI Jakarta Bebaskan 2.810 Ijazah Senilai Rp4,67 Miliar, Buka Peluang Kerja bagi Warga
Terkini

Pemprov DKI Jakarta Bebaskan 2.810 Ijazah Senilai Rp4,67 Miliar, Buka Peluang Kerja bagi Warga

yadiBy yadi28 Oktober 2026 6:57 PM083 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA — Sebanyak 2.810 warga Jakarta mendapatkan bantuan pemutihan ijazah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Tahap II Tahun 2026 dengan total anggaran Rp4,67 miliar. Program ini menjadi upaya pemerintah membuka kembali akses pendidikan dan kesempatan kerja bagi warga yang ijazahnya tertahan akibat keterbatasan biaya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Pramono menegaskan, kondisi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan, dan membangun masa depan.

“Jangan sampai anak muda kehilangan kesempatan hanya karena ijazahnya tertahan. Setelah ijazah dapat diakses kembali, mereka harus punya kesempatan melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, dan membangun masa depan,” ujar Pramono.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, bantuan senilai Rp4.671.693.000 tersebut menjangkau lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Penerimanya terdiri atas 199 lulusan sekolah dasar (SD), 911 lulusan sekolah menengah pertama (SMP), 304 lulusan sekolah menengah atas (SMA), 1.104 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), 289 lulusan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta tiga lulusan sekolah luar biasa (SLB).

Penetapan penerima dilakukan melalui proses pendataan, verifikasi, dan validasi secara berjenjang. Dinas Pendidikan DKI Jakarta berkoordinasi dengan satuan pendidikan untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi persyaratan.

Melalui program pemutihan ijazah, Pemprov DKI berupaya mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini membatasi akses warga terhadap dokumen kelulusan. Ijazah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi, melamar pekerjaan, maupun meningkatkan keterampilan.

Semangat Sumpah Pemuda dan Kesempatan yang Setara

Dalam upacara bertema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu, Pramono juga membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Ia menekankan bahwa pembangunan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga harus disertai kepedulian terhadap sesama.

“Nasionalisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” kata Pramono saat membacakan amanat Menpora.

Ia menegaskan, Pemprov DKI akan terus berupaya membuka akses pendidikan dan kesempatan bagi generasi muda agar dapat tumbuh dengan semangat pengabdian, kegigihan dalam perjuangan, serta kepedulian terhadap kemanusiaan.

“Kami berpesan, masa depan bangsa sedang kita bangun sekarang. Pemprov DKI akan terus membuka akses pendidikan dan kesempatan bagi generasi muda agar mereka tumbuh patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” ujarnya.

Ijazah Tertahan Sejak 2023, Kini Bisa Digunakan untuk Melamar Kerja

Manfaat program tersebut dirasakan Muhammad Rafli Husain, 20 tahun, warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Ijazah SMA Muhammadiyah 16 miliknya tertahan sejak 2023 karena ia belum mampu memenuhi biaya penebusan.

Bagi Rafli, bantuan tersebut bukan sekadar penyelesaian persoalan administrasi sekolah, melainkan kesempatan untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam hidupnya, terutama untuk mencari pekerjaan.

“Karena keuangan saya belum memenuhi buat tebus ijazah di sekolah. Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuan ini. Ini berharga banget buat saya, karena ini penting untuk berlanjut kerja,” ungkap Rafli.

Program pemutihan ijazah ini diharapkan dapat membantu warga yang menghadapi kendala serupa agar kembali memiliki akses terhadap dokumen kelulusan. Dengan demikian, keterbatasan ekonomi tidak terus menjadi penghalang bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan, meningkatkan keterampilan, dan memperbaiki taraf hidup.(red/py).

#PramonoAnung PemprovDKIJakarta PemutihanIjazah SumpahPemuda2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBangun Generasi Tangguh, Erick Thohir Tekankan Pentingnya Jiwa Patriotik, Gigih, dan Berempati
Next Article Adapundi Ajak UMKM Solo Bijak Memanfaatkan Pinjaman Daring Melalui Literasi Keuangan
yadi

Related Posts

itel Rilis Smartwatch terbaru Fit O18, Mulai Gaya Hidup Sehat Tanpa Mahal

28 Oktober 2026 8:46 PM

SAT SAMAPTA POLRES SUKAMARA LAKSANAKAN PATROLI PERINTIS PRESISI DI DEPAN KANTOR BUPATI, CEGAH GANGGUAN KAMTIBMAS

28 Oktober 2026 8:37 PM

Petugas Piket Jaga Polsek Kapuas Murung, Laksanakan Giat Siaga Mako Cek Barang Inventaris Dinas Dan Ruang Tahanan

28 Oktober 2026 8:35 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.