Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DUKUNG PENCEGAHAN KARHUTLA, POLSEK KAPUAS HULU AJAK MASYARAKAT AGAR JAGA LINGKUNGAN

CEGAH PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, POLSEK KAPUAS HULU INGATKAN WARGA TENTANG RISIKONYA

WUJUDKAN MAKO YANG AMAN DAN JUGA KONDUSIF, POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT PENGAMANAN

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Prof. Iqbal Djawad Tekankan Transformasi Radikal Pendidikan Tinggi di Al-Zaytun Menuju Visi 2050
Terkini

Prof. Iqbal Djawad Tekankan Transformasi Radikal Pendidikan Tinggi di Al-Zaytun Menuju Visi 2050

penulisBy penulis29 Oktober 2026 9:34 AM032 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

INDRAMAYU — Akademisi sekaligus Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad, M.Sc., Ph.D., menegaskan pentingnya pembentukan kurikulum yang berani dan visioner tanpa jalan untuk kembali (point of no return) di Mahad Al-Zaytun. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi tamu pembicara pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di Mahad Al-Zaytun, Indramayu.

Prof. Iqbal menyoroti bahwa dunia pendidikan tinggi tidak boleh lagi sekadar melatih mahasiswa agar siap kerja, melainkan harus membentuk peserta didik yang berpikir kritis, mandiri, dan berani menghadapi tantangan peradaban. Menurutnya, tiga pilar utama Tridharma Perguruan Tinggi harus menjadi area strategis untuk mendorong budaya belajar yang transformatif dan memenuhi standar internasional.

“Seluruh aset pendidikan harus dikelola secara mandiri untuk peradaban manusia. Visi Al-Zaytun tidak boleh hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi harus menciptakan perubahan,” tegas Prof. Iqbal.

Ia menilai visi Al-Zaytun sangat strategis karena tanggap terhadap konstelasi geopolitik global. Lingkungan belajar berkualitas, pelestarian ilmu pengetahuan, seni, budaya, hingga pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menjadikan Al-Zaytun sebagai institusi penyiapan modal manusia (human capital) yang siap menyongsong Visi 2050 sebagai agen perubahan.

Lebih lanjut, Prof. Iqbal mendorong agar Politeknik Al-Zaytun bertransformasi menjadi pusat inovasi sosial dan pelayan pengetahuan (knowledge server) yang membuka peluang hilirisasi riset. Ia menekankan pentingnya kemitraan strategis dan jejaring ekosistem dengan industri serta pemerintah.

“Diperlukan transformasi budaya melalui lompatan radikal, keteladanan, dan konsistensi cita-cita. Politeknik Al-Zaytun harus menetapkan nilai-nilai baru yang menginspirasi, ambisius, serta bertindak sebagai inkubator inovasi tempat ide-ide tumbuh cepat untuk menjawab tantangan global,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBangun Komunikasi Humanis, Polres Barito Utara Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Salat Subuh Bersama
Next Article Menggunakan Spanduk Anggota Polsek Basarang Melaksanakan Sosialisasi Stop Ilegal Logging
penulis

Related Posts

DUKUNG PENCEGAHAN KARHUTLA, POLSEK KAPUAS HULU AJAK MASYARAKAT AGAR JAGA LINGKUNGAN

29 Oktober 2026 11:23 AM

CEGAH PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, POLSEK KAPUAS HULU INGATKAN WARGA TENTANG RISIKONYA

29 Oktober 2026 11:21 AM

WUJUDKAN MAKO YANG AMAN DAN JUGA KONDUSIF, POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT PENGAMANAN

29 Oktober 2026 11:18 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.