Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SEMBARI PATROLI KE OBJEK VITAL BANK BRI UNIT PUJON, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN WARGA BAHAYA BERITA HOAX LEWAT DIALOGIS KAMTIBMAS

Pererat Silaturahmi, Polres Gunung Mas Hadir Menyapa Jamaah melalui Subuh Keliling

KAPOLRES SUKAMARA GELAR SUBUH KELILING, SERAP ASPIRASI DAN AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Dari Warisan Budaya ke Peluang Ekonomi, Yayasan Kawan Lama Bawa Tenun Dayak Iban ke Jakarta Fashion Week 2027
Terkini

Dari Warisan Budaya ke Peluang Ekonomi, Yayasan Kawan Lama Bawa Tenun Dayak Iban ke Jakarta Fashion Week 2027

hartonoBy hartono30 Oktober 2026 5:30 AM054 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

Jakarta, Analisnews.co.id, 29 Oktober 2026 – Pelestarian budaya dapat menjadi jalan untuk membuka peluang ekonomi dan memperkuat kemandirian komunitas. Melalui program Aram Bekelala Tenun Iban di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Yayasan Kawan Lama mendampingi perempuan penenun Dayak Iban dalam mengembangkan keterampilan, meningkatkan nilai produk, serta memperluas akses pasar. Hasil pendampingan ini kembali diperkenalkan melalui kolaborasi bersama Cita Tenun Indonesia, Wilsen Willim, dan Pendopo dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2027, yang akan menampilkan koleksi busana berbahan tenun Dayak Iban pada 31 Oktober 2026.

Selama hampir dua tahun pelaksanaan program, para penenun menunjukkan perkembangan dalam kapasitas produksi dan pengelolaan usaha. Berdasarkan laporan program Aram Bekelala Tenun Iban, hingga saat ini rata-rata pendapatan penenun meningkat hingga 360% serta menghasilkan penjualan tenun mencapai lebih dari Rp500.000.000, hal ini menunjukkan potensi ekonomi dari keterampilan dan warisan budaya yang mereka miliki.

“Bagi Yayasan Kawan Lama, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas dan peluang ekonomi masyarakat yang menjaganya. Melalui Aram Bekelala Tenun Iban, kami ingin memastikan bahwa para perempuan penenun memiliki ruang untuk terus mengembangkan keterampilan, memperluas peluang pemasaran, dan membangun kemandirian. Kehadiran tenun Iban di Jakarta Fashion Week menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan karya mereka kepada pasar yang lebih luas, sekaligus mengapresiasi pengetahuan dan keterampilan yang telah diwariskan selama beberapa generasi,” ujar Tasya Widyakrisnadi, Ketua Pengurus Yayasan Kawan Lama.

Penguatan kapasitas menjadi salah satu fondasi program ini. Melalui pendekatan Training of Trainers, sebanyak 20 penenun perempuan mendapatkan pelatihan sebagai fasilitator lokal dan menjangkau lebih dari 80 penenun lainnya. Program ini juga mendukung dokumentasi 58 motif tenun lokal, pengembangan 5 inovasi motif baru, serta eksplorasi pewarna alami yang memperluas pilihan dari 6 menjadi 69 variasi warna dengan memanfaatkan 23 jenis tanaman lokal. Upaya tersebut membuka ruang bagi pengembangan produk yang lebih beragam tanpa meninggalkan karakter dan pengetahuan budaya yang diwariskan antargenerasi.

“Hampir dua tahun berjalan bersama Yayasan Kawan Lama melalui program Aram Bekelala Tenun Iban, kami merasakan perubahan yang berarti. Keterampilan semakin berkembang, pendapatan keluarga semakin baik, dan terbuka harapan untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kami. Kami juga bangga karena tenun Pileh, warisan leluhur yang kini semakin sedikit ditenun oleh generasi penerus, menjadi bagian dari koleksi Jakarta Fashion Week 2027. Kami berharap semakin banyak generasi muda mau mempelajari dan melestarikannya. Melalui pendampingan ini, karya kami semakin dikenal dan membuka kesempatan untuk terhubung dengan berbagai pihak, sekaligus membawa kebanggaan dan harapan bagi masa depan keluarga serta komunitas kami,” ujar Anastasia Sunta, Ketua Kelompok Tenun Kenyalang Mandang Ketangkung dari Dusun Lauk Rugun.

Yayasan Kawan Lama juga menjembatani hasil pendampingan dengan peluang pasar. Melalui Pendopo, karya para penenun dapat menjangkau konsumen yang lebih luas melalui kanal ritel. Hingga 2026, 29 motif kain tenun Iban telah tersedia melalui Pendopo. Sementara itu, kolaborasi bersama Cita Tenun Indonesia dan Wilsen Willim dalam JFW 2027 menghadirkan 15 rancangan busana kontemporer yang mengangkat tenun Dayak Iban, termasuk teknik Sidan dan Pileh.

Keterlibatan tenun Iban dalam Jakarta Fashion Week 2027 menjadi salah satu upaya memperluas pengenalan karya penenun ke industri kreatif sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Untuk memperkuat dampak jangka panjang dan upaya langkah berkelanjutan, Yayasan Kawan Lama akan membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan setempat, agar para penenun semakin berdaya dalam mengembangkan usaha dan mewariskan tradisi tenun Dayak Iban kepada generasi berikutnya.

“Bagi kami, keberhasilan program Aram Bekelala Tenun Iban bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga memastikan bahwa para perempuan penenun dapat merasakan manfaat nyata dari keterampilan yang mereka miliki. Kami berharap, melalui penguatan kapasitas, pengembangan produk, dan perluasan akses pasar, para Indai dapat terus mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta membangun kemandirian komunitasnya. Dengan begitu, tenun Iban tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga sumber kebanggaan dan penghidupan yang dapat terus berkembang hingga generasi mendatang.” tutup, Tasya.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleDari Kompleksitas Menuju Perfect CX, Qiscus Luncurkan Operator dan Qiscus MCP di Conversa 6.0
Next Article Wujud Kepedulian Sosial, Polres Barito Utara Salurkan Bantuan Al-Qur’an dan Alat Shalat Melalui Program Jumat Berkah di Desa IPU
hartono

Related Posts

SEMBARI PATROLI KE OBJEK VITAL BANK BRI UNIT PUJON, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN WARGA BAHAYA BERITA HOAX LEWAT DIALOGIS KAMTIBMAS

31 Oktober 2026 8:43 AM

Pererat Silaturahmi, Polres Gunung Mas Hadir Menyapa Jamaah melalui Subuh Keliling

31 Oktober 2026 7:53 AM

KAPOLRES SUKAMARA GELAR SUBUH KELILING, SERAP ASPIRASI DAN AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS

31 Oktober 2026 7:13 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.