Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

POLISI PEDULI PENDIDIKAN, KAPOLSEK KAPUAS TENGAH SOSIALISASI KAMSELTIBCARLANTAS DAN BAHAYA PENGGUNAAN NARKOBA BAGI PELAJAR DI SMP NEGERI 1 KAPUAS TENGAH

MENCEGAH TERJADI GANGGUAN KEAMANAN, POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT SISPAM MAKO MALAM

Wali Kolaborasi dengan Siti Badriah Lewat “Kangen Awakmu”, Angkat Kisah Rindu Terhalang Jarak

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Festival Pesona Tahura Ngurah Rai 2026: Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Konservasi
Terkini

Festival Pesona Tahura Ngurah Rai 2026: Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Konservasi

ranuBy ranu2 November 2026 6:53 PM094 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Festival Pesona Tahura Ngurah Rai 2026: Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Konservasi

 

Analisnews.co.id — DENPASAR | Peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan menjadi perhatian utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Bersuara untuk Hutan, Bergerak untuk Masa Depan” yang menjadi bagian dari Festival PESONA Tahura Ngurah Rai 2026.

Seminar digelar di Wantilan G20, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, Sabtu (31/10/2026). Forum ini mendorong generasi muda tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi mengambil peran aktif melalui edukasi, kepatuhan regulasi, dan aksi konservasi berkelanjutan.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari unsur pemerintah dan organisasi konservasi: Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Bali, Samsul Hernoto, S.S., M.M.; Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi; dan Founder Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, S.S.

Kegiatan diikuti unsur pemerintah, mahasiswa, pelajar, 45 Kader Konservasi Alam Bali, organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan, dan berbagai elemen masyarakat. Pertemuan lintas sektor ini menjadi ruang mempertemukan perspektif kebijakan, keamanan, ketertiban, pendidikan, dan gerakan masyarakat.

Lingkungan adalah Ketahanan Nasional

Dalam pemaparannya, Kabinda Bali Samsul Hernoto mengangkat keterkaitan persoalan lingkungan dan ketahanan nasional. Kerusakan hutan, degradasi ekosistem pesisir, perubahan iklim, dan ancaman keanekaragaman hayati tidak hanya berdampak ekologis, tetapi berpotensi memengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, dan keberlanjutan wilayah.

“Pelestarian lingkungan adalah bagian dari menjaga ketahanan bangsa. Kesadaran ancaman lingkungan harus dibangun sejak dini agar generasi muda mampu memahami risiko dan mengambil bagian menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” tegasnya.

Konservasi tidak hanya kegiatan perlindungan alam, tetapi tanggung jawab bersama menjaga masa depan masyarakat dan bangsa.

Kepatuhan Aturan Dimulai dari Perilaku Sehari-hari

Sementara itu, Kasatpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap ketertiban dan kepatuhan pada peraturan daerah.

Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan berkaitan dengan perilaku sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah, perlindungan ruang publik, ketertiban kawasan, hingga kepatuhan ketentuan yang berlaku.

Menjaga lingkungan tidak cukup mengandalkan pengawasan dan penegakan aturan. Diperlukan kesadaran membangun perilaku disiplin dan bertanggung jawab sehingga kepatuhan regulasi berjalan seiring tumbuhnya budaya peduli lingkungan. Di sinilah generasi muda memiliki ruang strategis menjadi pelopor perubahan perilaku, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Jangan Hanya Lantang Bicara, Tapi Turun Tangan

Dari perspektif gerakan konservasi berbasis masyarakat, Founder Kawan Alam Indonesia Henny Paula Sitohang menekankan generasi muda perlu diberi ruang lebih luas terlibat langsung dalam agenda pelestarian.

“Konservasi tidak cukup hanya dengan kepedulian dan kampanye. Kita perlu bergerak bersama, mengambil bagian, dan menghadirkan tindakan nyata. Jangan sampai kita hanya menjadi generasi yang lantang berbicara tentang persoalan lingkungan, tetapi tidak ikut mengambil peran dalam menyelesaikannya,” ujarnya.

Henny menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat adat, komunitas lingkungan, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Semangat kita adalah ‘Bukan Cuma Peduli, Tapi Turun Tangan’. Kita ingin setiap orang memiliki ruang untuk berkontribusi, sekecil apa pun langkahnya, karena masa depan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Knowing, Learning, Loving

Seminar nasional ini merupakan agenda edukasi dalam Festival PESONA Tahura Ngurah Rai 2026 yang berlangsung 31 Oktober hingga 1 November 2026. Festival hasil kolaborasi UPTD Tahura Ngurah Rai bersama Kawan Alam Indonesia (KAI) ini mengusung tema “Knowing, Learning, Loving” dengan semangat “Youth Collaborative Eco-Movement”.

Pemilihan Tahura Ngurah Rai sebagai lokasi memberi konteks pembelajaran langsung. Sebagai kawasan konservasi ekosistem mangrove, Tahura memiliki fungsi ekologis penting menjaga keseimbangan pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Semangat pembelajaran diperkuat berbagai kegiatan lain: aksi bersih waduk, penanaman mangrove, jungle tracking, pelatihan pembibitan mangrove, kelas kebencanaan, serta edukasi keanekaragaman hayati dan satwa. Rangkaian ini menghubungkan pengetahuan dari forum diskusi dengan pengalaman dan tindakan nyata di lapangan.

Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, menempatkan edukasi dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting menjaga keberlanjutan kawasan konservasi. Kolaborasi pengelola kawasan, Kawan Alam Indonesia, komunitas, dan organisasi kepemudaan diharapkan memperluas jangkauan edukasi serta membangun hubungan lebih kuat antara kawasan konservasi dan masyarakat.

Melalui seminar ini, penyelenggara berharap berbagai perspektif narasumber menjadi pemantik lahirnya inisiatif konservasi berkelanjutan, terutama di kalangan generasi muda.

Pada akhirnya, menjaga hutan dan lingkungan bukan hanya mempertahankan kawasan hijau, tetapi memastikan keberlanjutan sumber daya alam, kehidupan masyarakat, dan hak generasi mendatang untuk menikmati lingkungan yang sehat.(Ranu)

BERSUARA UNTUK HUTAN, BERGERAK UNTUK MASA DEPAN.

KAWAN ALAM INDONESIA
Organisasi Konservasi Platform Kolaborasi Multipihak
Bukan Cuma Peduli, Tapi Turun Tangan.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAustin Tumengkol Ambil Formulir Bakal Calon Ketua PWI Sumatera Utara
Next Article POLSEK KAPUAS KUALA SOSIALISASIKAN SANKSI PIDANA PELAKU KARHUTLA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN
ranu

Related Posts

POLISI PEDULI PENDIDIKAN, KAPOLSEK KAPUAS TENGAH SOSIALISASI KAMSELTIBCARLANTAS DAN BAHAYA PENGGUNAAN NARKOBA BAGI PELAJAR DI SMP NEGERI 1 KAPUAS TENGAH

2 November 2026 8:55 PM

MENCEGAH TERJADI GANGGUAN KEAMANAN, POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT SISPAM MAKO MALAM

2 November 2026 8:54 PM

Cegah Karhutla, Personel Polsek Kapuas Murung Sosialisasi Maklumat Kapolda Kalteng

2 November 2026 8:43 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.