Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mahasiswi Visual Communication Design BINUS @Bandung Tekuni Passion Kreatif Lewat Study Abroad di Korea Selatan

Menggunakan Spanduk Anggota Polsek Basarang Melaksanakan Sosialisasi Stop Ilegal Logging

Cegah Terjadinya Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Basarang Lakukan Sosialisasi Secara Rutin

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN
Terkini

DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

vritimesBy vritimes4 November 2026 8:30 AM022 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasya, remaja tuli asal Bali, membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi dan berkarya. Memulai modeling sejak kelas 3 sekolah dasar, ia meraih sejumlah penghargaan, antara lain TOP Model Indonesia 2022 dengan Piala Bergilir RI, TOP Model Peragawati Provinsi Bali, Miss Preteen Jakarta, dan Best Modeling Cilik. Tasya juga pernah mengikuti fashion runway di Thailand dan tampil dalam ASEAN Fashion Festival di Lippo Mall Jakarta pada 20 September 2026. Kini, ia memperluas kiprahnya ke dunia perfilman melalui film drama inklusif Terangku Dalam Gelapku. Film garapan Mimi Jegon ini mengangkat kisah persahabatan lima anak penyandang disabilitas. Melalui perjalanan dan interaksi para tokohnya, film ini menyampaikan pesan tentang persahabatan, keberagaman, penerimaan, perjuangan, serta pentingnya kesetaraan kesempatan. Cerita tersebut mengajak masyarakat melihat anak-anak disabilitas bukan dari keterbatasannya, melainkan dari potensi, harapan, dan kemampuan yang mereka miliki. Mimi Jegon, yang sebelumnya telah menghasilkan delapan film horor, kini menghadirkan pendekatan berbeda melalui drama sosial dan kemanusiaan. Ia berharap Terangku Dalam Gelapku dapat dipersiapkan untuk penayangan pada 3 Desember 2026, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional. Film ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi para talenta disabilitas sekaligus membuka perspektif baru tentang representasi mereka dalam perfilman. Keterlibatan Tasya juga menjadi momentum untuk mendorong pengembangan ekosistem perfilman Bali. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata dan pusat seni budaya, Bali memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat produksi film nasional. Bali memiliki cerita. Talenta memiliki kemampuan. Industri harus membuka kesempatan. ( red)

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMicrosoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab
Next Article CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026
vritimes

Related Posts

Menggunakan Spanduk Anggota Polsek Basarang Melaksanakan Sosialisasi Stop Ilegal Logging

4 November 2026 9:38 AM

Cegah Terjadinya Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Basarang Lakukan Sosialisasi Secara Rutin

4 November 2026 9:34 AM

Polsek Basarang Dukung Ketahanan Pangan Untuk Program Makan Bergizi

4 November 2026 9:31 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.