JAKARTA, Analisnews.co.id,
– Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Periode 2026–2028 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas keputusan menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Drs. Fransiskus Xaverius Seda atau yang dikenal dengan Frans Seda.
Berdasarkan surat Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Nomor 1932/5.5/PB.06.00/11/2026, tertanggal 6 November 2026, disampaikan pemberitahuan mengenai penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Fransiskus Xaverius Seda. Prosesi penganugerahan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 November 2026, bertempat di Istana Negara, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Ketua PP PMKRI Periode 2026–2028, Christian A.D. Rettob, menyampaikan bahwa penganugerahan tersebut merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa, pengabdian, dan kontribusi Frans Seda dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
“Kami keluarga besar PMKRI menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas penghargaan yang diberikan kepada Bapak Frans Seda. Beliau merupakan tokoh bangsa yang sangat menginspirasi dan patut mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur sekaligus seluruh bangsa Indonesia,” ungkap Christian A.D. Rettob.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Delvis tersebut menegaskan bahwa Frans Seda bukan sekadar tokoh yang dikenang melalui catatan sejarah, melainkan figur yang mewariskan nilai-nilai perjuangan, integritas, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pendahulu, khususnya di tengah tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
“Nilai-nilai perjuangan Bapak Frans Seda patut terus dikenang dan diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita tidak cukup hanya mengabadikan nama beliau dalam sejarah, tetapi juga harus meneruskan semangat pengabdian, integritas, keberanian, dan kecintaannya terhadap Indonesia melalui tindakan nyata,” tegas Delvis.
Ia juga berharap penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya kader PMKRI, agar terus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui pemikiran kritis, kerja nyata, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Bagi PMKRI, penghormatan terhadap Frans Seda juga merupakan pengingat bahwa perjuangan seorang anak bangsa tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diduduki, tetapi terutama dari kontribusi, keteladanan, dan warisan nilai yang ditinggalkan bagi generasi berikutnya.
Menutup pernyataannya, Christian A.D. Rettob kembali menyampaikan apresiasi dan penghormatan terhadap jasa Frans Seda.
” Semoga penganugerahan ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mencintai, menjaga, dan membangun Indonesia,” tutupnya.
PP PMKRI Periode 2026–2028 berharap momentum Hari Pahlawan 10 November 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.