Example 728x250
BeritaSumutTerkini

Pengelola Objek Wisata Bukit Cinta Samosir Boikot Wenda Tarigan

546
×

Pengelola Objek Wisata Bukit Cinta Samosir Boikot Wenda Tarigan

Sebarkan artikel ini
IMG 20250331 WA0000

Samosir- Seorang content creator di media sosial instagram, Wenda Yunita Tarigan diboikot oleh pengelola objek wisata Bukit Cinta yang berada di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Keputusan ini ditempuh pengelola, usai video yang dianggap tidak layak buatan Wenda Viral di media sosial.

 

Hal ini disampaikan oleh pengelola objek wisata Bukit Cinta, Jani Situmorang bersama rekannya Benny Situmorang dan Gembira Pasaribu, saat ditemui Waspada Online di objek wisata Minggu (30/3/2025 .

 

“Benar, kami pengelola telah memutuskan untuk memboikot Wenda Tarigan dan kawan-kawan. Selanjutnya mereka tidak lagi boleh berkunjung ke tempat ini,” Ujar Jani Situmorang.

 

Jani Situmorang menceritakan hal ini berawal dari bulan pebruari yang lalu, saat Wendi Tarigan membawa tamu wisata ke Bukit Cinta. Salah seorang pengelola menegur Wenda yang saat itu berjalan melewati pos tempat membayar karcis.

 

“Nah dia langsung nyeletuk bilang ah mahal kali pun tiket kalian, udah pungli kalian ini, kulaporkan kalian nanti ke dinas,” ujar Jani menirukan ucapan Wenda.

 

Meskipun demikian Jani menyebut pihaknya tetap menjawab dengan nada bicara yang rendah dan tanpa emosi sama sekali. “Gini aja mbak, kalau gak suka masuk kemari, gak apa-apa, kan gak dipaksa, kubilang gitu,” kata Jani.

 

Kejadian kedua kalinya lanjut Jani, Wenda datang menggunakan sepeda motor dan parkir dipinggir jalan, yang bukan area parkir Bukit Cinta, sedangkan tamu wisata yang ia bawa naik mobil dan masuk ke area parkir Bukit Cinta.

 

“Karna dia parkir dipinggir jalan sana, maka yang kami berikan karcis hanya tamu yang dia bawa. Tapi yang kurang enak itu, dari pinggir jalan sana dia teriak bilang nanti pas lebaran gak usah dikutip kami ya, kan aku jadi bingung apa maksud si wenda, minimal datang kesini baru ngomong,” tutur Jani.

 

Untuk yang ketiga kalinya inilah Wenda Tarigan ribut dengan pengelola sambil merekam menggunakan ponselnya dan Viral disosial media. Dalam video terdengar dengan angkuhnya Wenda mengklaim bahwa tanpa dirinya maka Objek Wisata Bukit Cinta tidak akan dikenal orang.

 

Pada kesempatan tersebut, Jani Situmorang juga menjelaskan bahwa objek wisata Bukit Cinta ini sudah dikunjungi wisatawan jauh sebelum Wenda Tarigan berkunjung.

,” IMG 20250330 WA0127 scaledLagian si Wenda datang kesini juga karena dia cari makan. Dia kesini bawa tamu wisata, dan membuat video disini untuk dijual kepada kliennya,” ujar Jani.

 

Jani Situmorang juga menyayangkan kalimat Wenda yang menuduh pihaknya melakukan pungutan liar (Pungli), sebab kata Jani, seluruh lahan yang menjadi Objek Wisata Bukit Cinta ini merupakan lahan pribadi para pengelola. “Biaya 30 ribu itu untuk tiket masuk satu mobil pribadi lengkap dengan seluruh penumpang yang ada dimobil tersebut, bahkan juga parkir. Lagian yang bayar kan tamunya, dan tidak keberatan karena paham itu sudah murah, bayangkan saja kalau didalam mobil ada delapan orang,” terangnya.

 

Hingga berita ini ditayangkan, Wenda Tarigan belum merespon konfirmasi wartawan, yang ditanyakan lewat akun resmi Instagramnya Wenda Yunita Tarigan.

 

PERATURAN WAJIB : AnalisNews adalah Media Jurnalis Warga pertama di Indonesia yang menyediakan ruang bagi jurnalis warga untuk mempublikasi berita, "ANALISNEWS HANYA MENYAJIKAN BERITA BAIK MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH, TNI, POLRI" DILARANG BERITA KASUS, semua jurnalis warga wajib mengikuti kaidah Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber tanpa terkecuali, Dilarang melakukan pemerasan dan Dilarang berbuat kriminal sekecil apapun, username/ nama pengguna sesuai nama di KTP, jurnalis warga bertanggung jawab atas berita yang dibuatnya, Nama Jurnalis wajib tercantum dalam BOX REDAKSI, TIDAK SAH JIKA TIDAK ADA DALAM BOX REDAKSI, Dilarang meminta imbalan atas berita. "ANALISNEWS BERITA BAIK DAN MEMBANGUN, TIDAK MEMUNGUT APAPUN, ANALISNEWS BERKIPRAH TANPA PAMRIH UNTUK MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA"