Polres Sukamara – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Sukamara, melalui Kaur Bin Ops Sat Intelkam, mengadakan diskusi dengan tokoh agama Kecamatan Sukamara. Diskusi ini membahas berbagai dampak negatif dari aksi premanisme serta peran tokoh agama dalam mencegah dan menanggulanginya.
Dalam pertemuan tersebut, Kaur Bin Ops Sat Intelkam menyampaikan bahwa premanisme tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga dapat menghambat pembangunan daerah dan menciptakan ketidakstabilan sosial. Tindakan seperti pemerasan, kekerasan, serta intimidasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu berpotensi merusak keharmonisan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk tokoh agama, dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlibat atau mendukung aksi premanisme.
Salah satu tokoh agama menyambut baik diskusi ini dan menyatakan dukungannya terhadap upaya Kepolisian dalam memberantas premanisme. Menurutnya, agama mengajarkan nilai-nilai kedamaian, keadilan, dan kasih sayang, yang bertentangan dengan segala bentuk tindakan premanisme. Ia juga menekankan pentingnya peran ulama dan tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar menolak segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan norma hukum dan nilai-nilai agama.
Sat Intelkam Polres Sukamara berharap bahwa melalui diskusi dan sinergi dengan tokoh agama, kesadaran masyarakat terhadap bahaya premanisme semakin meningkat. Dengan kerja sama yang baik antara kepolisian dan tokoh masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Sukamara.