18
Maret
2026
Rabu - : WIB

Asia Koshien 2025 Kembali Digelar di Jakarta, Hadirkan 14 Tim Muda dari Tiga Negara

vritimes
Desember 18, 2025 10:25 am pada BISNIS

Jakarta, 13 Desember 2025 — Jakarta kembali menjadi tuan rumah Asia Koshien 2025, turnamen baseball usia muda paling prestisius di Asia Tenggara yang digelar pada 13–20 Desember 2025 di Stadion Baseball Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, dan Jakarta International Baseball Arena, Rawamangun. Tahun ini, kompetisi menghadirkan 14 tim dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, mempertegas posisi Jakarta sebagai pusat pertumbuhan baseball usia dini di kawasan.

Sebagai turnamen yang mengadaptasi semangat legendaris Koshien Jepang, Asia Koshien 2025 merupakan ajang baseball U-18 yang mempertemukan tim-tim sekolah terbaik Asia dalam kompetisi tingkat elite selama satu minggu. Selain menjadi panggung pertarungan bakat muda, turnamen ini berfungsi sebagai wadah pertukaran budaya, pembentukan karakter, dan pemberdayaan generasi muda.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, pada sambutan tertulisnya, menyampaikan apresiasi besar atas terselenggaranya Asia Koshien di Indonesia. Ia menegaskan bahwa turnamen ini memiliki arti strategis bagi masa depan baseball nasional. “Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas semangat, pengorbanan, komitmen, dan ketulusan Bapak/Ibu sekalian pada pembinaan di cabang olahraga baseball di Indonesia. Asia Koshien merupakan kompetisi prestisius yang mempertemukan generasi muda terbaik Asia Tenggara dalam satu arena pertandingan dan KONI Pusat menyambut baik kehadirannya,” ujarnya.

Marciano menambahkan bahwa kepercayaan untuk kembali menjadi tuan rumah adalah sebuah kehormatan. “Tahun 2025 memiliki makna penting karena Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya. Ini merupakan pengakuan regional terhadap perkembangan baseball Indonesia. Momentum ini menunjukkan bahwa Indonesia menapaki langkah semakin kuat menuju kejayaan baseball Asia Tenggara, bersama PB Perbasasi sebagai lokomotif utamanya,” jelasnya. Ia menutup dengan pesan bahwa para juara nasional adalah masa depan Indonesia“Atlet-atlet terbaik dari kompetisi nasional inilah yang akan mewakili Indonesia dalam single maupun multievent internasional.”

Dari sisi penyelenggara, Ketua Komite Asia Koshien, Shogo Shibata, menegaskan bahwa turnamen ini terus berkembang menjadi fenomena regional. “Kami sangat senang dapat kembali ke Indonesia. Apa yang awalnya merupakan sebuah gagasan berani telah tumbuh menjadi fenomena Asia Tenggara. Reputasi Asia Koshien yang meningkat telah menarik minat dari tim-tim terbaik kawasan dan tahun 2025 menjadi lompatan terbesar dalam sejarah turnamen ini.”

Sementara itu, Ketua Umum Garuda Baseball Softball Club, Irsyad Prawiradilaga, melihat Asia Koshien sebagai energi baru bagi perkembangan baseball Indonesia. “Kehadiran Asia Koshien merupakan angin segar bagi olahraga baseball nasional. Pada SEA Games 2025, Indonesia berhasil meraih medali perunggu. Kami berharap turnamen ini dapat memperkuat pembinaan atlet muda sehingga Indonesia dapat meraih prestasi lebih tinggi pada ajang internasional selanjutnya.”

Rangkaian Asia Koshien 2025 akan ditutup dengan pertandingan eksibisi Japan Selection vs Asia Koshien All Star pada 20 Desember 2025 pukul 12.00 WIB di GBK. Pertandingan ini menjadi salah satu momen paling dinanti, mempertemukan talenta terbaik Asia Tenggara dengan tim pilihan dari Jepang. Selain menyajikan aksi lapangan bertaraf tinggi, area GBK juga menghadirkan aksi dari Cheerleaders, Brass band dan bazaar kuliner Jepang yang membawa suasana festival khas Negeri Sakura bagi para penonton.

Sebagai turnamen yang terus berkembang sejak pertama kali digelar di Jakarta, Asia Koshien kini menjadi simbol kolaborasi, persahabatan, dan masa depan cerah baseball Asia Tenggara. Dengan kepercayaan kedua kalinya diberikan kepada Indonesia, turnamen ini tidak hanya memotivasi para atlet muda, tetapi juga menguatkan posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan olahraga baseball di kawasan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Disalin

Pos Terkait

November 20, 2025 7:42 am
Tokoh Logistik Nasional Bongkar Penyebab Biaya Logistik Termahal di Asia TenggaraBiaya logistik Indonesia mencapai 14,9% dari PDB, yang mana tertinggi di Asia Tenggara, yang disebabkan oleh empat faktor utama yang menghambat daya saing, yaitu: proteksi industri truk dan oligopoli, mahalnya infrastruktur tol, fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta kompleksitas regulasi dan birokrasi; namun, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), Daniel Budi Setiawan, menawarkan solusi strategis melalui digitalisasi logistik dengan aplikasi muatmuat yang bertujuan mengoptimalkan utilitas armada, meningkatkan transparansi pasar, dan menekan biaya suku cadang guna menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan kompetitif. JAKARTA – Biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), tertinggi di Asia Tenggara dan jauh di atas rata-rata negara maju (8-9%) dinilai menjadi ancaman serius bagi daya saing ekonomi nasional. Menurut Ir. Daniel Budi Setiawan, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), tingginya biaya logistik mencerminkan masih rendahnya efisiensi rantai pasok nasional yang berimbas langsung pada harga produk dan daya beli masyarakat. “Angka 14,9% ini sangat membebani. Biaya tersebut akhirnya ditransfer ke harga jual produk, membuat barang-barang kita kurang kompetitif di pasar global,” ujar Daniel. Empat Faktor Penghambat Efisiensi Logistik Nasional Berdasarkan pengalaman Daniel selama puluhan tahun memimpin perusahaan logistik PT. Siba Surya yang punya aset ribuan truk dari yang awalnya hanya belasan, terdapat empat variabel utama yang berkontribusi terhadap tingginya biaya logistik Indonesia, di mana sebagian besar masih berada dalam kendali kebijakan pemerintah. 1. Proteksi Industri Truk (Kartel Pabrikan): Kebijakan proteksi yang sudah berjalan lebih dari lima dekade terhadap merek truk asal Jepang seperti Fuso, Hino, Isuzu, dan Nissan Diesel menyebabkan harga barang modal meningkat drastis. “Sampai saat ini, commercial vehicle masih dibebani bea masuk 35-45%. Empat merek besar itu berada dalam posisi oligopoli. Kalau mereka sepakat menaikkan harga, pasar tidak punya pilihan lain,” tegas Daniel. 2. Infrastruktur Tol yang Mahal: Tidak seperti di negara maju, di mana pajak kendaraan sudah mencakup hak menggunakan jalan bebas hambatan, Indonesia masih menerapkan sistem tol berbayar yang dianggap mahal bagi pelaku transportasi barang. Hal ini menambah biaya transportasi logistik di luar pajak kendaraan tahunan. 3. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah: Ketergantungan terhadap suku cadang dan bahan bakar impor membuat biaya operasional sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah. Setiap perubahan kurs berpotensi menaikkan ongkos logistik secara signifikan. 4. Regulasi dan Birokrasi: Kompleksitas perizinan, pajak ganda (PPN, PPh, Bea Masuk, PKB, KIR), serta birokrasi antarinstansi memperpanjang proses dan meningkatkan biaya distribusi nasional. Peran Swasta: Mendorong Efisiensi dan Transparansi Meski tiga dari empat faktor tersebut bersifat makro, sektor swasta dinilai tetap memiliki ruang untuk mendorong efisiensi melalui inovasi dan digitalisasi logistik. Berbekal pengalaman puluhan tahun menghadapi kompleksitas industri logistik, Daniel menghadirkan muatmuat sebagai solusi strategis bagi pelaku logistik untuk memangkas biaya dan membuka efisiensi baru dalam rantai pasok Indonesia. Daniel mencontohkan langkah-langkah yang dapat diambil industri untuk mengurangi beban biaya, seperti: 1. Mengoptimalkan Utilisasi Armada: Mengurangi jumlah truk yang kembali kosong (empty return) dengan sistem pencocokan muatan digital di fitur Transport Market. 2. Meningkatkan Transparansi Pasar: Menghubungkan pengirim dan transporter secara langsung agar rantai distribusi lebih efisien dan biaya mark-up berkurang. 3. Digitalisasi Suku Cadang: di muatmuat juga tersedia Platform e-commerce bernama muatparts khusus logistik dapat menghadirkan harga suku cadang yang lebih kompetitif untuk menekan biaya operasional transportasi. “Kami percaya efisiensi pasar dapat dicapai lewat kolaborasi dan keterbukaan data. Semakin terhubung pelaku logistik nasional, semakin sehat pula industrinya,” tambah Daniel di podcast bersama Helmy Yahya. Aplikasi muatmuat, yang dikembangkan oleh Daniel Budi Setiawan dan kini telah dipercaya oleh puluhan ribu pelaku logistik nasional sejak mulai dipasarkan pada 2024, menjadi contoh nyata kontribusi sektor swasta dalam membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan berdaya saing. Karakter yang Dibutuhkan untuk Bertahan di Industri Logistik Bagi Daniel, industri logistik adalah arena yang menuntut ketahanan mental, disiplin, dan keberanian untuk terus bergerak. “Yang bisa survive di industri ini adalah mereka yang punya dedikasi penuh dan mental petarung,” ujarnya. Berhenti sejenak saja bisa tersingkir oleh mekanisme pasar, sehingga ekspansi dan adaptasi menjadi kunci untuk bertahan. Pengalaman panjang Daniel menghadapi kerasnya industri transportasi membentuk pemahaman bahwa banyak pelaku logistik sebenarnya mampu tumbuh, asal prosesnya dibuat lebih sederhana, efisien, dan terukur. Dari sinilah muatmuat lahir: sebagai perpanjangan dari semangat bertarung itu. Bukan sekadar platform, tetapi alat yang membantu pelaku industri meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya operasional, dan tetap kompetitif di tengah tantangan. Bagi Daniel, logistik memang keras, tapi selalu memberi ruang bagi mereka yang cukup kuat dan cukup berani untuk terus maju. Tentang muatmuat muatmuat hadir dengan visi menjadi produk yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat logistik di Indonesia. khususnya yang berdampak kepada : 1. Rendahnya daya beli masyarakat 2. Rendahnya kualitas atau nilai kompetitif sebuah produk/jasa, dan 3. Roda perekonomian di Indonesia Berbekal pengalaman nyata selama 4 generasi di bidang logistik serta teknologiyang handal, kami siap bersama pemangku kepentingan berkolaborasi mengemban misi dalam mendigitalisasi dan membangun industri logistik yang berkelanjutan. Kami turut mengajak masyarakat logistik untuk tergabung, saling terhubung dan jalan mudah bersama kami. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU