
Analisnews.co.id
Banjarnegara, 25 Oktober 2024 – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berhasil mencatatkan peningkatan signifikan kualitas lingkungan hidup dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mencapai 65,76 pada 2024, melampaui target sebesar 62,49. Capaian ini meningkat dari nilai 61,52 pada tahun sebelumnya, menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan lingkungan terpadu yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk 600 siswa dalam program edukasi lingkungan.
Kinerja Lingkungan Terukur dan Transparan
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menjelaskan peningkatan IKLH didukung pencapaian tiga komponen utama. Indeks Kualitas Udara (IKU) mencapai 92,00, disusul Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 51,24, dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKL) sebesar 42,18.
“Pencapaian ini membuktikan pendekatan berbasis data dan kolaborasi multipihak berhasil. Kami tidak hanya fokus pada penanganan sampah, tetapi melakukan pendekatan komprehensif termasuk rehabilitasi hutan dan peningkatan kualitas air,” tegas Herrina.
Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Kabupaten Banjarnegara mengelola kawasan hutan seluas 19.707,24 hektar yang menjadi penopang ekosistem. Selain itu, teridentifikasi kawasan potensial hutan rakyat seluas 57.937,08 hektar yang terdiri dari hutan, kebun, pekarangan, tegalan, dan belukar.
“Kami serius menangani 277,4 hektar area kritis melalui program rehabilitasi, termasuk Rehabilitasi Sub-DAS Merawu dan program bantuan bibit produktif untuk masyarakat,” jelas Herrina.
Transformasi Pengelolaan Sampah Terpadu
Sektor persampahan menjadi perhatian khusus dengan 750 ton sampah per hari yang mengalir ke TPA Winong. Dengan kapasitas TPA yang hanya tersisa untuk 3 tahun ke depan, Pemkab mengambil langkah strategis melalui:
1. Optimisasi TPA Winong:
· Pembangunan 5 unit bak kontrol lindi dan 2 kilometer saluran pengelolaan air sampah
· Konversi sistem dari open dumping menuju controlled landfill
· Revegetasi 2 hektar lahan TPA lama
2. Penguatan Ekonomi Sirkular:
· Penguatan 45 bank sampah di seluruh kecamatan
· Fasilitasi 150 kelompok masyarakat dalam pengolahan sampah organik
· Pelatihan 1.000 kader lingkungan sebagai agen perubahan
3. Edukasi dan Partisipasi Publik:
· Program “Sekolah Peduli Sampah” menyasar 15.000 siswa dari 250 sekolah
· 600 siswa terlibat aktif dalam edukasi pengelolaan sampah
· Pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan maggot
· Pendampingan UMKM berbasis daur ulang sampah
Target dan Visi Ke Depan
Pemkab Banjarnegara menargetkan peningkatan IKLH menjadi 75,90 pada 2025, dengan fokus pada:
· Pengurangan 30% timbulan sampah dalam 180 hari ke depan
· Peningkatan 50% partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah
· Terbentuknya 1.000 kader lingkungan di tingkat RT/RW
· Percepatan rehabilitasi daerah kritis
· Penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat
“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil di setiap rumah. Dengan semangat gotong royong, kami yakin mewujudkan Banjarnegara yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” tutup Herrina.
Tentang DPKPLH Banjarnegara:
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan hidup, perumahan, dan kawasan permukiman untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. #PemkabBanjarnegara. #DPKPLHBanjarNegara #HerrinaIndrihastuti. #Banjarnegara.