03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Bukan Untuk Ditakuti, Melainkan Untuk Ditolong: Pamapta Tangani ODGJ dengan Pendekatan

anangfauzi
anangfauzi
Desember 11, 2025 3:00 pm pada TERKINI
WhatsApp Image 2025 12 11 at 10.21.56

Desa Kartika Bhakti, Seruyan Hilir Timur – Pukul setengah empat dini hari, ketika desa ini masih diselimuti sunyi, sebuah panggilan darurat diterima petugas jaga di Polres Seruyan. Di ujung telepon, suara warga terdengar panik, melaporkan seorang yang sedang mengamuk sambil membawa senjata tajam di Jalan Simpang Telaga Pulang.

Bukan situasi biasa bagi petugas piket Call Center 110. Mereka tahu, ini bukan laporan kriminal biasa. Sebuah instruksi cepat diberikan: segera bergerak dengan pendekatan yang hati-hati. Tak lama, personel PAMAPTA III SPKT, anggota Sat Reskrim yang sedang piket, dan beberapa petugas fungsi lain telah bersiap. Mereka tidak hanya membawa prosedur standar, namun juga bekal kesabaran dan pemahaman. Sasaran mereka jelas: seorang warga yang, berdasarkan informasi awal, adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sedang mengalami krisis.

“Kami berangkat dengan prinsip utama: mengamankan situasi dan menyelamatkan semua pihak, termasuk dia,” ujar AIPDA Heru Supriyanto dari PAMAPTA III Polres Seruyan. “Prioritas kami adalah mencegah cedera dan menenangkan keadaan.”

Di lokasi, tim menemukan seorang pria dalam kondisi sangat tertekan. Tindakan mereka tidak dimulai dengan kekuatan, tetapi dengan komunikasi. Mereka mencatat, mengamati, dan mencoba memahami. Keterangan dari keluarga yang kemudian didapatkan menguatkan dugaan: pria ini adalah ODGJ dan sedang memerlukan pertolongan medis, bukan hukuman.

Dengan penuh kesabaran, petugas berhasil melucuti benda tajam dan membawa pria tersebut ke tempat yang lebih aman. Suasana mencekam perlahan mencair. Yang tersisa adalah rasa prihatin mendalam.

“Sekarang, tugas kami adalah memastikan dia mendapatkan penanganan lanjutan yang tepat,” jelas AIPDA Heru. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Satpol PP setempat. Polres Seruyan juga membuka pintu bagi keluarga untuk datang dan bersama-sama merencanakan langkah terbaik demi pemulihan anggota keluarga mereka.

“Ini tentang menyelamatkan manusia. Kami di sini bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk melindungi yang rentan, termasuk mereka yang sedang berjuang melawan sakitnya sendiri,” pungkasnya.

Kejadian di ujung malam itu adalah cermin sebuah harapan: bahwa dalam setiap situasi sulit, selalu ada ruang untuk empati. Bahwa di balik seragam, ada niat untuk membangun jembatan, bukan tembok khususnya bagi saudara-saudara kita yang paling membutuhkan uluran tangan, bukan penolakan.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU