13
Januari
2026
Selasa - : WIB

CDCC Rilis Resonansi 2026: Urgensi Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

nurmala
Januari 13, 2026 4:51 pm pada TERKINI

ANALIS NEWS.ID – JAKARTA, 13 Januari 2026 – Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) secara resmi menggelar Konferensi Pers, Resonasi Awal Tahun 2026 yang bertajuk “Urgensi Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa.”, pada 13/01/2026, yang diselenggarakan di Hotel Sahid, Jakarta,

Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting sebagai Narasumber diantaranya; Prof. Dr. M. Din Syamsuddin (Ketua CDCC), Prof. Dr. Didik J. Rachbini (Ketua Yayasan CDCC), Amb Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA. (Pembina CDCC), Prof. Dr. Sudarnoto A. Hakim (Sekretaris Yayasan CDCC).

Diskusi ini menyoroti berbagai tantangan krusial yang dihadapi Indonesia, mulai dari ancaman instabilitas nasional hingga perlunya reformasi kebijakan ekonomi yang berkeadilan.

Waspada “Retaknya Perahu Besar Bangsa”

​CDCC mengungkapkan keprihatinan mendalam atas munculnya gejala perpecahan yang disebabkan oleh sentimen primordial (SARA) dan perbedaan kepentingan ekonomi-politik. CDCC juga memperingatkan bahwa jika tidak dikelola dengan baik, disharmoni ini dapat menjadi ancaman nyata bagi integrasi bangsa.

​”Politik nasional Indonesia bersifat rentan dan mudah retak (fragile),” dalam pembahasannya, sembari mengingatkan sejarah perubahan radikal pada tahun 1966 dan 1998. Kerentanan ini dinilai masih bersifat laten dan berpotensi memunculkan unsur kejutan (element of surprise) di masa depan.

Kritik atas Ketidakadilan Ekonomi

​CDCC juga menyoroti fenomena ketidakpuasan sosial yang memuncak dalam unjuk rasa besar pada Agustus dan awal September 2025 lalu. Protes tersebut dipicu oleh isu-isu sensitif seperti:

• ​Tuntutan keadilan sosial dan ekonomi bagi kelas menengah.

• ​Penolakan terhadap tunjangan baru bagi anggota DPR.

• ​Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di berbagai wilayah.

• Ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi

• Masalah pengangguran dan kenaikan biaya hidup

​Meskipun ekonomi diprediksi tetap tumbuh moderat pada 2026, CDCC menekankan bahwa kualitas pertumbuhan masih rendah karena keterbatasan lapangan kerja formal dan ketergantungan pada konsumsi domestik.

Selain permasalahan regional, CDCC juga menaruh perhatian terhadap dinamika global. Dunia menghadapi krisis berlapis seperti konflik bersenjata yang tidak kunjung usai, politik kebencian berbasis identitas, termasuk Islamofobia, dan berbagai diskriminasi lainnya. Seperti kasus genosida yang terjadi di Palestina.

Harapan pada Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

​Terkait perbaikan kehidupan berbangsa, CDCC secara khusus menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebagai “prajurit-negarawan”, Presiden diharapkan mampu mengambil langkah-langkah konstruktif dan strategis untuk membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Agenda Global dan Dialog Antarumat Beragama

​Menutup pernyataan tersebut, CDCC yang dipimpin oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin mengumumkan beberapa agenda besar untuk tahun 2026, di antaranya:

• ​Peringatan dua Agenda PBB yaitu World Interfaith Harmony Week (WIHW) dan International Day of Human Fraternity (IDHF) atau Pekan Kerukunan Antar Umat Beragama Dunia pada 8 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan bersama dengan Inter Religious Council Indonesia dengan DPD-RI.

• ​Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN di Dili, Timor Leste, pada Mei 2026.

• ​Pertemuan Kedua Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (MCM Malindo) di Jakarta pada Agustus 2026.

​Melalui agenda-agenda ini, CDCC berkomitmen untuk terus menyuarakan keadilan dan solidaritas lintas batas sebagai cahaya di tengah kegelapan krisis global.

#Nurmaladewi

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU