26
Februari
2026
Kamis - : WIB

Detik-Detik Menegangkan di Aconcagua, Keselamatan Jadi Pilihan

hartonojkt
hartonojkt
Februari 26, 2026 2:06 pm pada TERKINI
IMG 20260226 WA0039

Analisnews.co.id,
Jakarta,
Awal Maret 2016 menjadi salah satu bab paling menentukan dalam perjalanan Tim Ekspedisi Indonesia Raya di lereng, Argentina. Di ketinggian 6.650 meter di atas permukaan laut, jarak menuju puncak tinggal sekitar 300 meter. Secara matematis dekat. Secara psikologis, puncak sudah terasa dalam genggaman.

Di titik itu berdiri Sabar Gorky, pendaki tunadaksa dengan satu kaki dan tongkatnya, simbol keteguhan dan keberanian. Ia didampingi prajurit-prajurit terbaik dari Denjaka dan Taifib Korps Marinir yang dipimpin Letkol (Mar) Rivelson Saragih. Mereka bukan sekadar tim pengawal, melainkan satu kesatuan misi: memastikan Sabar mencapai impiannya dengan aman.

Namun alam berbicara lain.

Awan Cumulonimbus mulai menggumpal di cakrawala Andes. Bagi pendaki berpengalaman, itu bukan sekadar awan gelap, melainkan sinyal bahaya badai yang dapat datang cepat dan mematikan. Dalam kondisi tersebut, summit memang masih mungkin dicapai. Tetapi risiko saat turun, hipotermia, frostbite, disorientasi akibat white out, menjadi ancaman yang nyata, terlebih bagi pendaki dengan keterbatasan fisik.

Secara taktis, pilihan lain tersedia. Prajurit Denjaka dan Taifib bisa saja melesat ke puncak tanpa Sabar. Dengan kemampuan fisik, disiplin tempur, dan pengalaman ekstrem, 300 meter bukan hambatan berarti. Mereka bisa menorehkan catatan keberhasilan, menancapkan Merah Putih, dan kembali sebelum badai datang.

Namun pilihan itu bertentangan dengan prinsip dasar yang mereka pegang: tidak meninggalkan rekan.

Sebagai manajer pendakian, Dar Edi Yoga menghadapi keputusan paling krusial. Melalui telepon satelit, ia berkoordinasi dengan Komandan Korps Marinir saat itu, Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana di Jakarta, serta Tomy Winata dari Artha Graha sebagai sponsor utama ekspedisi. Biaya pendakian ke Aconcagua tidak kecil, logistik internasional, permit resmi Argentina, peralatan high altitude, asuransi, hingga dukungan teknis, semuanya bernilai besar.

Namun keselamatan tidak bisa dinegosiasikan.

Dar Edi Yoga akhirnya memberikan perintah tegas kepada tim di ketinggian:

“Pulang dengan selamat adalah yang utama, dan Gunung Aconcagua tidak akan ke mana-mana.”

Keputusan itu menjadi momen penegasan nilai. Letkol (Mar) Rivelson Saragih dan seluruh prajurit memilih turun. Mereka menunda puncak yang sudah di depan mata. Mereka menaklukkan ambisi pribadi demi keselamatan dan kebersamaan.

Bagi dunia pendakian, summit sering dianggap segalanya. Namun para pendaki sejati memahami, puncak hanyalah separuh perjalanan. Prestasi yang sesungguhnya adalah kembali ke basecamp dengan selamat dan pulang ke tanah air dalam keadaan utuh.

Meski tidak berdiri di atap tertinggi Benua Amerika, Tim Ekspedisi Indonesia Raya justru mencatat kemenangan moral yang lebih tinggi, kemenangan atas ego.

Kedatangan tim di Argentina mendapat penghormatan khusus. Atase Pertahanan RI untuk Brasil dan Argentina saat itu, Kolonel Budhi Achmadi, secara khusus terbang dari Brasil untuk menyambut kepulangan mereka. Sikap tersebut menjadi simbol apresiasi atas semangat nasionalisme dan solidaritas yang ditunjukkan para pendaki.

Budhi Achmadi, yang kini menyandang pangkat Marsekal Muda (Marsda) TNI, berasal dari TNI Angkatan Udara. Meski berbeda matra, ia rela menempuh perjalanan jauh demi memberikan dukungan kepada Korps Marinir dan tim pendaki Indonesia. Kehadirannya menegaskan, pengabdian kepada bangsa melampaui sekat matra.

Momentum itu menjadi pesan kuat: dalam setiap pengabdian Merah Putih, yang utama bukanlah pencapaian simbolik, melainkan keselamatan dan persaudaraan.

Pendakian boleh tertunda. Puncak bisa dicoba kembali.
Namun nyawa, kehormatan, dan solidaritas, itulah nilai yang tidak tergantikan.

Di lereng Aconcagua, Indonesia belajar bahwa kemenangan terbesar bukanlah menaklukkan gunung, melainkan menaklukkan diri sendiri.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU