03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Dinas PU Kota Semarang: Hanya 0,99% Genangan akibat Rob, Fokus Beralih ke Penanganan Air Hujan Terjebak

hartonojkt
hartonojkt
November 6, 2025 6:52 am pada TERKINI
IMG 20251106 WA0010(1)

Analisnews.co.id,
SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan evaluasi mendalam terhadap strategi penanganan banjir. Berdasarkan data terkini, terungkap bahwa sebagian besar genangan air justru berasal dari air hujan yang terjebak di daratan, bukan dari air laut (rob) seperti yang selama ini dipercayai masyarakat.

Data Historis dan Pola Banjir

Berdasarkan catatan Dinas PU Kota Semarang, tren banjir dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan:

Tahun 2023:

· 18 kali kejadian banjir signifikan
· Rata-rata durasi genangan: 4-6 jam
· Kawasan terdampak: Genuk, Terboyo, Kaligawe
· 1.500 kepala keluarga terdampak

Tahun 2024 (hingga Oktober):

· 22 kali kejadian banjir signifikan
· Durasi genangan meningkat: 6-8 jam
· Perluasan area terdampak: Tambak Rejo, Gayamsari
· 2.100 kepala keluarga terdampak

Temuan Data Teknis pada Tahun 2025

Kepala Dinas PU Kota Semarang, Suwarto, SE.MT., dalam keterangan pers menjelaskan hasil analisis terbaru.

“Berdasarkan kajian komprehensif banjir Kota Semarang tahun 2024, kontribusi air rob hanya 0,99% dan telah dapat dikendalikan oleh infrastruktur existing Kolam Retensi Terboyo,” jelas Suwarto.

“Permasalahan utama yang kami hadapi adalah air hujan dengan debit 150 liter per detik yang terjebak di daratan akibat penurunan muka tanah. Fenomena ini sesuai dengan prinsip fisika bejana berhubungan,” paparnya.

Strategi Penanganan Terintegrasi

Menghadapi kondisi ini, Pemkot menyusun pendekatan terpadu:

1. Optimalisasi Sistem Gravitasi
Pemanfaatan giant seawall dan pintu air otomatis di Terboyo untuk memaksimalkan pembuangan air secara alami saat laut surut.
2. Penguatan Sistem Pompa
“Kami terus meningkatkan kapasitas pompa menuju target 34.000 liter per detik untuk mempercepat pembuangan air,” jelas Suwarto.
3. Penanganan Penyebab Dasar
“Kami mendukung kebijakan pengurangan penggunaan air tanah untuk menekan laju penurunan tanah,” tambahnya.

Kajian Sistem Terpadu

Untuk pengembangan kedepan, Pemkot bersama stakeholder terkait melakukan kajian komprehensif sistem polder dan penanganan drainase terpadu.

“Kami sedang melakukan koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder untuk mematangkan konsep polder sistem dan penanganan drainase secara komprehensif,” ujar Suwarto.

Rencana pengembangan sistem meliputi evaluasi terhadap:

· Sistem monitoring terintegrasi
· Optimisasi jaringan drainase existing
· Pengembangan konsep polder yang tepat guna
· Koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait

Langkah Ke Depan

Pemkot Semarang akan mempercepat koordinasi dengan Kementerian PUPR dan stakeholders terkait untuk menyusun roadmap penanganan banjir yang komprehensif.

“Data historis dan temuan terkini menjadi dasar penting bagi kami untuk menyusun strategi yang lebih tepat sasaran. Fokus kami adalah membangun sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tutup Suwarto.

Dengan pendekatan berbasis data dan koordinasi intensif, Semarang berkomitmen untuk mengembangkan sistem penanganan banjir yang efektif dan berkelanjutan. #DinasPU. #PemkotSemarang. #BanjirKotaSemarang. #Banjir

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU