
Diskop UKMP Bali Dorong Pemberdayaan Koperasi Merah Putih Melalui Business Insight dan Pola Kemitraan
Analisnews.co.id – DENPASAR | Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali menggelar Business Insight bertema Eksplorasi Peluang Kemitraan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Aula kantor setempat, Rabu, 3 Desember 2025.
Agenda ini menjadi ruang kolaborasi antara koperasi dan pelaku usaha agar tercipta model bisnis kemitraan yang berdampak pada pemberdayaan ekonomi desa.
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi dengan menghadirkan narasumber dari pelaku usaha seperti Tan-Panama Coffe, Indobat, Anymone, ACK, Langit Biru Farm Organic dan Tentenku. Sebanyak 60 peserta hadir, meliputi perwakilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Business Assistant dari wilayah Denpasar, Gianyar, Badung, dan Tabanan.
Agenda ini bertujuan memfasilitasi koperasi agar mampu membuat inovasi serta menciptakan alternatif usaha berbasis potensi wilayah. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh menyampaikan bahwa kegiatan Business Insight menjadi langkah untuk mendorong percepatan pemberdayaan koperasi.
“Kita berharap Koperasi Desa Merah Putih mulai melihat potensi mereka masing-masing, jenis usaha apa yang cocok di wilayahnya. Disinilah kita memberikan contoh dengan menghadirkan pelaku usaha yang sudah berhasil dengan pola kemitraan. Jadi yang merasa cocok, mereka bisa bekerjasama untuk pengelolaan bisnisnya,” kata Arya Dhyana.
Ia juga menegaskan pentingnya koperasi merah putih menjadi aktif dan produktif dalam jangka pendek melalui kemitraan yang tepat.
“Dalam jangka pendek melalui kegiatan ini kita berharap semakin banyak Koperasi Merah Putih yang ada di bali sejumlah 716 koperasi tersebut, minimal memiliki 1 usaha yang aktif yang mampu memberi dampak ekonomi tidak hanya untuk koperasi, tetapi untuk wilayah Desa/Kelurahan,” tutupnya dengan penuh harapan.
Salah satu narasumber, Putu Handara Widya Pratama, pemilik Tan-Panama Coffe, turut mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai efektif memberikan peluang pengembangan usaha.
“Ini keren acara yang dibuat Diskop. Saya melihat ini merupakan suatu wadah yang dapat memfasilitasi bagaimana Koperasi merah putih untuk membantu mereka dalam mengembangkan apa yang mereka inginkan,” ungkap Handara.
Ia juga menekankan keuntungan pola kemitraan dibanding merintis bisnis dari awal.
“Kenapa pola kemitraan itu lebih simpel, karena kalau membangun usaha dari nol itu memerlukan tenaga, waktu, effort yang lebih dengan hasil yang tidak dapat dipastikan dan diharapkan, sehingga dengan pola kemitraan bersama brand yang sudah mampu berdiri sendiri, akan membuat usaha menjadi lebih mudah dan hasil yang bisa diharapkan bersama-sama,” kata Handara.
Antusiasme juga datang dari peserta Business Insight, salah satunya Ayu Santika Dewi, yang berniat memperluas pengembangan koperasi di wilayahnya.
“Jadi, pas sekali kebetulan dengan adanya program ini saya jadi pingin tahu apa potensi yang bisa dikembangkan di desa saya, dan kebetulan ada mentor-mentor juga yang memberikan peluang untuk bekerjasama. Jadi sangat senang bisa datang ke acara ini,” kata Ayu dengan penuh semangat.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena memberikan wawasan strategis bagi pengelola Koperasi Desa.
“Semoga melalui acara ini, kedepan KDMP di Bali semakin berkembang, semakin banyak mendapatkan peluang untuk membangun usaha di Desa, dan yang terpenting kita KDMP bisa bekerjasama dengan mentor yang ada disini tadi. Saya sudah dapatkan salah satu acuan yang akan saya jadikan pengembangan di desa saya,” pungkas wanita yang juga Ketua KDMP Desa Buduk ini. (red).
Business Insight, Koperasi Merah Putih, Kemitraan Usaha, UMKM Bali, Diskop UKMP Bali