
Taput – analisnews.co.id
Tapanuli Utara sedang berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Peredaran dan penyalahgunaan narkoba kian mengkhawatirkan, menyasar generasi muda tanpa pandang bulu. Jika negara lalai, maka kehancuran generasi hanya tinggal menunggu waktu.
Sebagai aktivis mahasiswa di Kabupaten Tapanuli Utara, saya melihat langsung keresahan masyarakat. Narkoba bukan lagi isu tersembunyi. Ia telah menjadi ancaman nyata yang merusak masa depan pelajar, mahasiswa, bahkan generasi produktif di desa-desa.
Kita tidak boleh menutup mata. Lemahnya pengawasan, minimnya edukasi yang berkelanjutan, serta dugaan adanya jaringan yang bekerja secara sistematis menjadi pertanyaan besar bagi publik. Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa langkah konkret dan tegas, maka kita sedang menggali kubur bagi masa depan daerah ini.
Saya mendesak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk:
1. Segera melakukan operasi terpadu lintas sektor dalam pemberantasan narkoba.
2. Mengoptimalkan program penyuluhan dan edukasi bahaya narkoba di sekolah, kampus, dan desa-desa.
3. Membuka ruang pelaporan masyarakat yang aman dan terlindungi.
Saya juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) agar:
1. Bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap bandar maupun oknum yang terlibat.
2. Transparan dalam setiap proses penindakan agar kepercayaan publik tetap terjaga.
3. Memastikan tidak ada praktik “main mata” yang justru melemahkan upaya pemberantasan.
Perang melawan narkoba bukan sekadar slogan. Ini adalah perjuangan menyelamatkan generasi. Generasi muda Tapanuli Utara harus hidup dengan cita-cita dan harapan, bukan terjerat ketergantungan dan kehancuran moral.
Jika negara benar-benar hadir, maka generasi akan selamat. Namun jika negara lalai, maka sejarah akan mencatat bahwa kita pernah diam saat masa depan dihancurkan.(ABB)
*Belaster Bolas Tua Purba*
“Suara Kritis untuk Generasi yang Lebih Bersih dan Bermartabat.”