Bantu Korban Gempa Cianjur, Biro Analisnews.id Garut Terjunkan Wartawan Liputan Terkini

IMG 20221123 WA0014 4

Garut, Analisnews.id – Sebanyak 3 orang yang terdiri dari wartawan liputan berita Biro Kabupaten Garut yang bertugas untuk membantu dan meliput berita gempa bumi yang ada di Kabupaten Cianjur Jawa – Barat.

Kepala Biro ( Kabiro) Media Nasional Analisnews.id Cucu Ali menyebutkan, ada sebanyak 3 orang wartawan Analisnews.id itu diterjunkan untuk membantu korban gempa bumi sekaligus meliput berita terkini yang mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022).

“Saya terjunkan bantuan sebanyak 3 orang yang terdiri dari anggota wartawan khusus Biro Garut. Adapun maksud dan tujuannya, supaya mereka bisa membantu dan mencari atau menggali informasi keadaan ataupun perkembangan berita terkini di lokasi gempa bumi Cianjur, ” ucap Cucu. Rabu,  ( 23/11/2022 ).

Selain menerjunkan 3 personel tersebut, Edwar Aje selaku anggota wartawan Analisnews.id Biro Garut. Dia juga turut membawa sejumlah perbekalan berupa obat-obatan, tandu, serta beberapa perlengkapan ke Cianjur.

“Sementara menurut keterangan Edwar, disitu masih terdapat gempa susulan pada jam 00’00 Wib yang terjadi tadi malam di Kampung Rancagoong RT 04 RW 06, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaki Kabupaten Cianjur, Jawa – Barat. Disitu seluruh warga tidak ada yang tinggal di rumahnya, mereka memilih tinggal diluar dan mereka hanya bisa tinggal di tenda-tenda pengungsian, ” terangnya.

Sedangkan kami disini turut membawa beras 25 kilogram, mi instan 20 dus, air mineral 11 dus, sarden siap saji 50 kaleng, minyak goreng 12 Liter, gula 10 kilogram, seragam sekolah SD 20 paket, baju ibadah 20, kain sarung 15, mukena 15, sepatu sekolah 20 pasang dan tas sekolah 20 buah, kata Edwar.

Dia menyebut, bantuan ini merupakan bantuan tahap awal. Apabila memang dibutuhkan, Kami anggota wartawan dari media Analisnews.id Insya Allah akan menyiapkan bantuan logistik di tahap berikutnya.

“Apabila situasi di sana belum kondusif, tidak menutup kemungkinan kami akan memberikan bantuan tahap dua dan tiga,” imbuhnya. 

Sebagaimana diketahui, gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur pada pukul 13.21 WIB. Gempa dengan M 5,6 itu mengakibatkan ratusan korban meninggal dunia serta ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, gempa juga berdampak pada ratusan rumah rusak berat serta ribuan orang mengungsi.

“Perkiraan sementara adanya gempa ini diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri atau sesar Padalarang. Namun, untuk hasil akhir kita masih harus melakukan kajian lebih mendalam yang didukung oleh data di lapangan,” ungkap Edwar. 

Menurutnya, dari hasil analisis gempa Cianjur, mekanisme sumber gempa ini menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip, tandanya. ( Diky )