Syaiful, Warga Ganjaran Gondanglegi Malang Pemilik Lahan Babat Pohon Cabe Dilahannya Sendiri, Dilaporkan Terduga Mafia Tanah ke Polsek

IMG 20221124 WA0006 2

ANALISNEWS, KAB. MALANG – Syaiful memenuhi panggilan pertama polisi karena pembabatan 5 pohon cabe dilahannya sendiri. Surat pemanggilan dilayangkan Polsek Gondanglegi Kabupaten Malang (24/11/22).

“Panggilan pertama ke Syaiful itu, terjadi atas laporan diduga mafia tanah berinisial NH yang mengklaim tanah milik Syaiful sebagai tanah miliknya dengan dasar Akta Hibah yang perlu dipertanyakan keabsahannya, padahal syaiful mulai tahun 1984 sudah memiliki lahan tersebut dari ayahnya dengan bukti kepemilikan petok D dan riwayat tanah yang jelas” ujar Ikhwanul Arif, S.H., salah satu kuasa hukum Syaiful, Kamis (24/11/2022).

Arif juga mengatakan, pada prinsipnya, sebagai warga negara Indonesia yang baik, Syaiful hari ini memenuhi panggilan yang dilayangkan Polsek Gondanglegi.

“Di Polsek dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik terkait kepemilikan lahan dan siapa yang menanam 5 pohon cabe tersebut, singkatnya Syaiful menjelaskan kalau penanaman 5 pohon cabe tersebut ditanam oleh mantan buruhnya yang berinisial AS dan HL yang pada waktu itu sempat dilarang oleh Syaiful, namun tanpa sepengetahuan Syaiful 5 pohon cabe tersebut tetap ditanam oleh AS dan HL atas suruhan seseorang terduga NH sebagai mafia tanah di wilayah Gondanglegi, kemudian setelah diketahui oleh Syaiful ada pohon cabe tumbuh diatas tanah miliknya, pohon cabe tersebut dibabat”, jelas Ikhwanul Arif, SH.

Ach. Hussairi, SH sebagai ketua tim kuasa hukum Syaiful dari kantor hukum Kompak Law menambahkan, “Bahwa adanya suatu dugaan tindak pidana yang kemudian dilaporkan oleh seseorang kepihak Kepolisian harus berdasarkan bukti-bukti yang cukup jelas, jangan ada kesan proses hukum tersebut dikondisikan oleh terduga mafia tanah yang hanya akan menciderai instansi Kepolisian, untuk itu kami perlu mengingatkan jangan sampai para Pejabat Pemegang Kewenangan mulai tingkat Desa sebagai instansi pemerintahan yang bisa menyajikan dan mencatat bukti-bukti peralihan tanah dan pihak Kepolisian yang memeriksa perkara ini “memperjualbelikan” kewenangan dan atau kekuasaan yang dimilikinya tersebut. Keadilan hanya dapat tercapai jika orang-orang yang diangkat sebagai Penyidik adalah orang-orang yang lurus dan jujur serta memiliki integritas pengabdian yang besar kepada Bangsa dan Negara untuk menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan bagi pihak-pihak dan anggota-anggota masyarakat yang mencari Keadilan”, tegas Ach. Hussairi, SH.

“Dengan demikian, kami tim kuasa hukum dari Kompak Law mengharap kepada Aparat Penegak Hukum Polsek Gondanglegi, dan Kepala Desa Ganjaran selaku yang mencatat Administrasi peralihan tanah di wilayahnya, bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat, ditengah tengah kepercayaan masyarakat yang menurun kepada pihak Kepolisian akibat peristiwa Sambo dan tragedi Pembantaian Kanjuruhan (1/10/22) Pemberantasan Mafia Tanah menjadi himbauan Kapolri, untuk itu diharap semua pihak teruma pihak pemerintahan Desa Ganjaran dan Polsek Gondanglegi untuk bersama-sama dalam menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan di Negara kita tercinta”, ungkas Ach. Hussairi, SH.

(Red/Al/Kompak Law)