Example 728x250
BeritaNasional

Diduga Sebarkan Berita HOAX; Wakil Bupati Malaka Louise L Taolin Resmi Laporkan Dua Media Online Ke Polda NTT

786
×

Diduga Sebarkan Berita HOAX; Wakil Bupati Malaka Louise L Taolin Resmi Laporkan Dua Media Online Ke Polda NTT

Sebarkan artikel ini
Compress 20230526 202224 4833

ANALISNEWS.CO.ID_NTT|Kupang, Diduga menyebarkan berita HOAX dengan menuduh Istri Wakil Bupati Malaka berselingkuh dengan oknum dokter dan dua anggota DPRD, kini Wakil Bupati Malaka Louise Lucky Taolin, S. Sos resmi telah melaporkan dua media Online di Polda Nusa Tenggara Timur Pada Jumat, (26/05/2023).

Dua media Online Yang di laporkan Wakil Bupati Malaka tersebut yakni (Okenarasi.com dan KabarNTT.com) dengan alasan sebagai berikut:

1. Kenapa Saya Harus Tempuh Jalur Hukum?
Semua Orang tentunya sama di mata hukum. Bahwa langkah hukum ini Bukan Untuk Mengkriminalisasi Pers dan Menghalangi Kemerdekaan Pers, Tetapi ada Prinsip Keadilan yang harus saya cari selaku Wakil Bupati Malaka.

2. Saya hormati benar posisi kawan kawan wartawan terutama jurnalis, Sebab profesi ini adalah profesi mulia, yang tentu dalam menjalankannya ada prinsip dan aturan yang wajib ditaati terutama mengenai UU PERS NOMOR 40 Tahun 1999 dan kode etik.
Artinya dalam menjalankan tugas, Pers harus memiliki Fakta yang akurat serta nara sumber yang kredibel.
Faktanya, dalam kasus yang saya laporkan prinsip itu tidak dijalankan dengan benar. dimana nara sumber tidak jelas, isu yang diangkat juga tidak benar.
lalu saya tidak diberikan kesempatan untuk lakukan klarifikasi.
saya dimintai tanggapan entah posisi CB selaku wartawan atau adik yang hanya menyapa lewat wa setelah BERITA DITERBITKAN.
Bagaimana bisa setelah terbit saya dimintai komentar?. dimana prinsip adil dan berimbang dalam metode penulisan berita?

3. Dampak Pemberitaan itu.
Jujur sebagai manusia dan pejabat publik dimana jabatan saya dipakai dalam judul berita membuat saya pribadi dan keluarga malu. selain keluarga, Karir politik saya tentu mengalami dinamika yang cukup alot di para pendukung saya. Maklum ini tahun politik tentu saya merasa dirugikan atas ini. Kalau mau membunuh saya dengan isu ini, terlalu murah dan naif. mari kita bertarung secara politik dengan adil dan santun.

4. Kenapa saya tidak gunakan hak Jawab, Klarifikasi dan somasi?
Bagaimana bisa hak itu saya pakai sedangkan berita itu diturunkan baru saya dimintai konfirmasi maupun tanggapan. Artinya saya berkesimpulan bahwa wartawan yang bersangkutan tidak cukup cakap dalam menjalankan profesinya. untuk itu ranah hukum menjadi media yang paling baik bagi saya dalam mencari keadilan.

5. Terakhir, Saya sebagai Wakil Bupati Malaka meminta agar masyarakat Kabupaten Malaka tetap tenang dan jalankan aktivitas seperti biasa, tanpa terpengaruh dengan isu murahan ini.
Saya selaku pelayan yang dipilih dalam pilkada kemarin tetap konsisten menjalankan tugas, fungsi, tanggung jawab serta amanah rakyat malaka dengan baik dan bertanggung jawab.
(**/Tim)