Example 728x250
Promo Ucapan

Perlu Waspada, Inilah 4 Virus Penyebab Diare yang Bisa Menyerang

523
×

Perlu Waspada, Inilah 4 Virus Penyebab Diare yang Bisa Menyerang

Sebarkan artikel ini
DIARE

ANALISNEWS, JAKARTA – Diare merupakan masalah yang umum terjadi dengan frekuensi Buang Air Besar (BAB) lebih sering dari biasanya. Tekstur feses yang dikeluarkan pun cenderung lembek bahkan hingga cair. Terkadang, itu satu-satunya gejala.

Namun di lain waktu, penyakit ini mungkin berhubungan dengan gejala lain, seperti mual, muntah, sakit perut, atau penurunan berat badan. Untungnya, diare cenderung berumur pendek, tidak lebih dari beberapa hari.

Tapi jika diare berlangsung lebih dari beberapa hari hingga berminggu-minggu, biasanya itu berarti ada masalah lain, seperti sindrom iritasi usus besar atau kelainan yang lebih serius, termasuk infeksi berkelanjutan, penyakit celiac, atau penyakit radang usus.

Prinsipnya, salah satu penyebab terjadinya diare adalah virus. Nah, berikut beberapa virus penyebab diare yang kamu atau si kecil alami. Dan yang pasti virus-virus ini harus kamu waspadai.

 1. Rotavirus

Infeksi rotavirus bersifat universal pada manusia, dan hampir semua anak memperoleh antibodi pada usia tiga tahun. Mengutip dari laman NCBI, infeksi rotavirus biasanya muncul dengan muntah akut yang diikuti diare selama beberapa hari, nyeri kram perut, anoreksia, dan demam ringan.

Bayi dan anak kecil yang mengalami dehidrasi parah lebih mungkin terkena infeksi rotavirus dibandingkan virus patogen gastroenteritis lainnya. Orang dewasa lebih mungkin mengalami infeksi tanpa gejala dengan peningkatan antibodi.

2. Norovirus

Virus yang satu ini merupakan penyebab paling umum penyakit diare epidemik, mencakup lebih dari 90 persen wabah virus gastroenteritis. Norovirus dapat bertahan terhadap pembekuan, pemanasan, dan produk desinfektan umum yang mengandung alkohol atau klorin.

Norovirus paling sering muncul dengan kram perut dan mual diikuti muntah dan/atau diare. Gejalanya juga berupa mialgia, malaise, dan demam ringan hingga 39° Celsius. Diare tidak berdarah dan dapat berupa buang air besar berkali-kali per hari.

Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, dan sebagian besar pasien sembuh dalam waktu 72 jam tanpa gejala sisa. Orang lanjut usia dan pasien dengan gangguan sistem imun mungkin menderita penyakit yang lebih parah dan berkepanjangan.

 3. Adenovirus enterik

Adenovirus enterik menyebabkan berkisar 5 persen kasus diare pada masa kanak-kanak, dan paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia dua tahun. Tidak ada infeksi yang bersifat musiman.

Adenovirus enterik menyebar dari orang ke orang melalui jalur fekal-oral, di mana virus masuk ke mulut melalui benda, makanan, atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja penderita.

Gambaran klinis gastroenteritis adenovirus enterik tidak jauh berbeda dengan rotavirus tetapi durasi diare cenderung lebih lama pada infeksi adenovirus dibandingkan pada infeksi rotavirus. Pengobatan diare adenovirus adalah dengan mengelola dehidrasi.

4. Astrovirus

Astrovirus Pertama kali dideskripsikan pada tahun 1975 dan kini ditetapkan sebagai penyebab penting gastroenteritis pada anak-anak dan orang dewasa. Infeksi astrovirus mendominasi pada anak-anak berusia antara 4–5 bulan hingga empat tahun, dan menyebabkan antara 2 – 10 persen kasus diare pada anak-anak.

Penyakit ini cenderung lebih ringan dan lebih sering ditemui dalam penelitian berbasis komunitas. Astrovirus ditularkan secara feco-oral baik secara langsung atau melalui konsumsi makanan.

Astrovirus menginfeksi usus halus bagian atas namun mekanisme terjadinya diare belum diketahui. Ciri-ciri penyakit ini mirip dengan rotavirus tetapi mungkin lebih ringan dan durasinya rata-rata empat sampai lima hari.